Hasan Nasbi Terbaru: Dari Kepala Komunikasi Kepresidenan hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Hasan Nasbi terbaru menjadi perhatian setelah kembali dipercaya masuk dalam lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi kini mengemban posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Perubahan jabatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan struktur komunikasi pemerintahan pada 2026. Presiden Prabowo Subianto melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta, pada 27 April 2026. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 53/P Tahun 2026.
Siapa Hasan Nasbi?
Hasan Nasbi dikenal sebagai konsultan politik dan tokoh yang memiliki pengalaman dalam bidang komunikasi politik. Namanya semakin dikenal publik karena keterlibatannya dalam berbagai aktivitas politik dan komunikasi pemerintahan.
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979. Sebelum menduduki jabatan pemerintahan, ia telah lama berkecimpung dalam dunia politik, riset, komunikasi, dan konsultasi politik.
Dalam perjalanan kariernya, Hasan juga dikenal sebagai salah satu pendiri Cyrus Network. Ia pernah bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia pada periode 2006 hingga 2008. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum kemudian terlibat lebih jauh dalam komunikasi politik.
Hasan Nasbi sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan
Perjalanan Hasan Nasbi di pemerintahan mendapat perhatian besar ketika ia dipercaya menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan pada 19 Agustus 2024.
Kantor Komunikasi Kepresidenan dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024. Lembaga tersebut memiliki tugas memberikan dukungan kepada Presiden dalam komunikasi dan informasi mengenai kebijakan strategis serta program prioritas Presiden.
Sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi memiliki peran dalam mengelola komunikasi pemerintah dan menyampaikan berbagai informasi mengenai kebijakan serta program Presiden kepada masyarakat.
Pada November 2024, Hasan Nasbi melantik sejumlah pejabat dan tenaga profesional di lingkungan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sekretariat Negara mencatat terdapat 48 pejabat dan pegawai yang dilantik, termasuk tiga deputi, staf khusus, tenaga ahli utama, tenaga ahli madya, tenaga ahli muda, dan tenaga ahli terampil.
Dalam salah satu kesempatan tersebut, Hasan menekankan pentingnya menjaga akurasi informasi. Ia menggambarkan fungsi komunikasi pemerintah seperti tempat penampungan air yang harus memastikan informasi yang keluar tetap jernih dan dapat digunakan oleh masyarakat.
Perjalanan Hasan Nasbi di Dunia Politik
Sebelum menjadi pejabat pemerintahan, Hasan Nasbi sudah memiliki pengalaman panjang di bidang politik dan komunikasi.
Ia dikenal sebagai konsultan politik serta pendiri lembaga survei Cyrus Network. Pengalaman sebagai peneliti juga menjadi bagian penting dalam membentuk kiprahnya di dunia politik.
Namanya semakin banyak diberitakan setelah terlibat dalam berbagai aktivitas politik nasional. Pada Pemilihan Presiden 2024, Hasan Nasbi menjadi salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu latar belakang yang membuatnya dikenal luas dalam komunikasi politik nasional.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Hasan Nasbi tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan, tetapi juga mencakup riset politik, konsultasi, komunikasi publik, dan strategi penyampaian pesan.
Hasan Nasbi Menjadi Penasihat Khusus Presiden 2026
Perubahan penting dalam perjalanan karier Hasan Nasbi terjadi pada 27 April 2026. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, bersama sejumlah pejabat lainnya. Pengangkatan Hasan ditetapkan melalui Keppres Nomor 53/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Dengan jabatan tersebut, peran Hasan Nasbi mengalami perubahan dibandingkan ketika dirinya memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Sekretariat Negara melaporkan bahwa Hasan akan berperan sebagai penasihat strategis yang membantu Presiden dalam memperkuat arah komunikasi dan substansi pesan pemerintah. Ia juga menyampaikan pentingnya koordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Fokus Tugas Hasan Nasbi di Bidang Komunikasi
Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, salah satu fokus yang disampaikan Hasan adalah membantu agar pesan pemerintah dapat diterima dan dipahami masyarakat dengan lebih baik.
Dalam keterangannya setelah pelantikan, Hasan menyebut dirinya akan bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah serta Kementerian Komunikasi dan Digital. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi pemerintah.
Tugas tersebut memiliki cakupan yang berbeda dengan pekerjaan sebagai kepala sebuah kantor komunikasi. Jika sebelumnya Hasan memimpin struktur Kantor Komunikasi Kepresidenan, posisi penasihat khusus lebih menempatkannya sebagai pemberi masukan strategis kepada Presiden dalam urusan komunikasi.
Peran Komunikasi Pemerintah di Era Digital
Perkembangan media digital membuat komunikasi pemerintah menjadi semakin kompleks. Informasi mengenai kebijakan dapat tersebar melalui media massa, media sosial, platform video, hingga berbagai kanal digital lainnya.
Dalam kondisi seperti itu, penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami menjadi salah satu bagian penting dari komunikasi publik.
Pengalaman Hasan Nasbi di bidang komunikasi politik dan pemerintahan membuat namanya kembali menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai penasihat khusus. Pemerintah juga memiliki lembaga dan pejabat lain yang menjalankan fungsi komunikasi sehingga koordinasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.
Pada April 2026, Sekretariat Negara menyebut Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari akan memperkuat strategi komunikasi nasional dari posisi masing-masing.
Hasan Nasbi dan Tantangan Komunikasi Publik
Komunikasi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana kebijakan dijelaskan kepada masyarakat.
Masyarakat memiliki akses terhadap berbagai sumber informasi sehingga satu kebijakan pemerintah dapat memperoleh tanggapan yang beragam. Karena itu, komunikasi publik membutuhkan informasi yang jelas, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hasan Nasbi sendiri pernah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecepatan penyampaian informasi dan akurasi. Pernyataan tersebut disampaikannya ketika masih menjadi Kepala Komunikasi Kepresidenan pada November 2024.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan Hasan dalam menangani komunikasi pemerintah sebelum kemudian menjalankan peran sebagai penasihat khusus.
Hasan Nasbi Terbaru 2026
Hingga 2026, perkembangan terbaru mengenai Hasan Nasbi adalah pengangkatannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Posisi tersebut memperpanjang perjalanan Hasan di bidang komunikasi pemerintahan setelah sebelumnya menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Pengalamannya mencakup dunia riset politik, konsultan politik, komunikasi politik, hingga komunikasi pemerintahan.
Pengangkatannya pada April 2026 juga menunjukkan adanya penataan kembali fungsi komunikasi di lingkungan pemerintahan. Hasan menyampaikan bahwa ia akan bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mendukung penyampaian pesan pemerintah kepada masyarakat.
Kesimpulan
Hasan Nasbi terbaru menunjukkan perjalanan karier yang cukup panjang di bidang politik dan komunikasi. Berawal dari pengalaman sebagai peneliti dan konsultan politik, Hasan kemudian dikenal sebagai pendiri Cyrus Network dan terlibat dalam komunikasi politik nasional.
Pada Agustus 2024, ia dipercaya menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Dalam posisi tersebut, Hasan terlibat dalam pembangunan struktur komunikasi kepresidenan serta pengelolaan penyampaian informasi mengenai kebijakan strategis dan program prioritas Presiden.
Kemudian pada 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi berdasarkan Keppres Nomor 53/P Tahun 2026. Dalam jabatan barunya, Hasan menyampaikan rencana untuk memperkuat koordinasi komunikasi pemerintah agar pesan yang disampaikan kepada publik dapat diterima dan dipahami dengan lebih baik.
Dengan demikian, perjalanan Hasan Nasbi memperlihatkan perpindahan peran dari pimpinan lembaga komunikasi kepresidenan menuju posisi penasihat strategis Presiden di bidang komunikasi.
penulis :Nofa oktaviya