Bintang 'That’s So Raven' Dipenjara: 30 Bulan Penjara Federal dan Kejadian Lainnya yang Menarik Perhatian
Berita Hari Ini – 18 September 2026 | Bobby J. Thompson, mantan aktor yang dikenal sebagai Stanley pada serial populer “That’s So Raven”, kini menghadapi hukuman 30 bulan penjara federal setelah terbukti memiliki senjata bagi mantan pelaku kejahatan. Kejadian ini terjadi di Sioux City, Iowa, dan menyoroti peran US Marshals dalam menahan narapidana sebelum dipindahkan ke fasilitas penjara federal.
Penahanan dan Penegakan Hukum
Pada 22 September 2025, polisi di Cerro Gordo County menelpon Thompson karena mengemudi dengan kecepatan 104 mph, 34 mph di atas batas 70 mph. Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan bau ganja, serta sebuah pistol kaliber .40 yang penuh amunisi. Senjata tersebut diketahui dicuri dari mobil di Kansas City, Missouri.
Dalam pencarian tas ransel Thompson, polisi juga menemukan beberapa kantong ganja yang dibeli di dispensary. Karena Thompson adalah mantan pelaku kejahatan, kepemilikan senjata tersebut menjadi pelanggaran federal yang serius.
Rincian Hukuman
- Hukuman penjara: 30 bulan
- Periode pelepasan terawasi: 3 tahun
- Tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat di sistem penjara federal
- Penahanan awal di bawah pengawasan US Marshals Service sebelum dipindahkan ke fasilitas federal
Pengadilan di Northern District of Iowa memutuskan hukuman tersebut setelah Thompson mengaku bersalah pada 28 April. Penegakan hukum menegaskan bahwa kepemilikan senjata oleh mantan pelaku kejahatan tidak akan ditoleransi.
Kasus Lain yang Menambah Kepanikan
Sementara itu, di New Hampshire, pengadilan menolak permohonan baru bagi Pamela Smart, yang dihukum seumur hidup atas pembunuhan suaminya. Kasus ini menjadi salah satu contoh penting tentang bagaimana bukti audio dan transkrip dapat memengaruhi keputusan pengadilan.
Di Philadelphia, penyelidikan terhadap fotografer porno Raymond Horsch mengungkap lebih dari satu juta gambar, termasuk foto-foto perempuan yang tampak tidak sadar atau tewas. Lima wanita hilang, termasuk Maribel Fresses dan Gabrielle Amarando, diduga terlibat dalam kasus ini.
Peran US Marshals Service
US Marshals Service bertanggung jawab menahan Thompson di penjara sementara sampai penugasan selanjutnya. Peran mereka sebagai penegak hukum di tingkat federal memastikan bahwa narapidana dipindahkan secara aman ke fasilitas penjara yang sesuai.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya sistem peradilan federal dalam menindak pelanggaran senjata dan narkoba, sekaligus menyoroti bagaimana kasus publik dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keadilan.
Berbagai kasus ini, baik yang melibatkan mantan bintang televisi maupun korban kriminalitas, menunjukkan bahwa hukum tidak membeda-bedakan status sosial. Penegakan hukum tetap konsisten, menegakkan ketentuan federal yang berlaku untuk semua pelaku. Dalam konteks ini, pengadilan dan lembaga penegak hukum berfungsi sebagai pengingat bahwa tindakan kriminal memiliki konsekuensi yang nyata, bahkan bagi yang pernah menjadi sorotan publik.