Ammar Zoni Mengakui Penyesalan: Kehilangan Waktu Berharga Bersama Anak‑Anaknya
Berita Hari Ini – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Mantan suami Irish Bella, Ammar Zoni, baru‑baru ini mengungkapkan rasa penyesalan mendalam atas kehilangan kesempatan menghabiskan waktu bersama kedua anaknya. Penyesalan tersebut muncul di tengah proses hukum yang menempatkan Ammar di Lapas Super Maximum Security Nusakambangan sejak Oktober 2025 karena dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba di Rutan Salemba, Jakarta.
Penyesalan yang Tersampaikan Lewat Media
Dalam sebuah wawancara di acara “Pagi Pagi Ambyar”, Irish Bella menyampaikan bahwa Ammar secara langsung meminta maaf dan menyatakan menyesal atas perbuatan yang membuatnya kehilangan hak asuh sementara. “Intinya dia meminta maaf, ya menyesal gitu kan atas perbuatannya, dan dia akan berusaha untuk tanggung jawab lebih baik,” kata Irish, yang kemudian menambahkan bahwa ia masih belum siap mempertemukan anak‑anaknya dengan sang ayah.
Alasan Irish Menunda Pertemuan
Irish Bella menegaskan bahwa keputusan menunda pertemuan tidak bersifat permanen. Ia menilai kondisi lingkungan penahanan di Nusakambangan belum memungkinkan bagi anak‑anak kecilnya untuk memahami situasi tersebut. “Kalau yang sekarang belum, kan tempatnya belum memungkinkan, aku takutnya mereka bertanya‑tanya ‘Mami ini apa, ini di mana’,” ungkapnya. Prioritas utama Irish tetap pada kesehatan mental dan rasa aman kedua anak, yang masih berusia balita.
Upaya Menjaga Kedekatan Meski Terbatas
Meski hubungan antara Irish dan Ammar kini terbatas, komunikasi tetap terjalin melalui jalur resmi. Irish menyebut bahwa Ammar pernah mengajukan permohonan untuk menjenguk anak‑anaknya ketika masih menjalani rehabilitasi, namun pendekatan itu dibatasi dengan penjelasan sederhana bahwa ayahnya sedang bekerja dan belum dapat pulang. Upaya tersebut menunjukkan niat Ammar untuk tetap hadir dalam kehidupan anak‑anaknya, meski secara fisik terhalang.
Implikasi Hukum dan Sosial
Kondisi Ammar sebagai narapidana berisiko tinggi menambah kompleksitas masalah hak asuh. Lapas Super Maximum Security Nusakambangan dikenal dengan prosedur keamanan yang sangat ketat, sehingga kunjungan keluarga biasanya hanya diperbolehkan dalam situasi khusus dan dengan persetujuan otoritas penjara. Hal ini memperkecil peluang pertemuan langsung dalam waktu dekat.
Harapan Kedepan
Irish Bella menutup pernyataannya dengan doa dan harapan bahwa suatu saat nanti anak‑anaknya dapat bertemu dengan ayahnya dalam kondisi yang lebih kondusif. “Pokoknya aku sambil berdoa terus semoga anak‑anak bisa bertemu sama ayahnya di tempat yang paling baik,” katanya. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dievaluasi secara berkala, menunggu momen yang dirasa lebih tepat demi kesejahteraan psikologis anak‑anaknya.
Kasus ini menyoroti dilema yang sering dihadapi keluarga yang terjerat kasus hukum berat: bagaimana menyeimbangkan hak orang tua dengan kepentingan terbaik anak. Sementara Ammar Zoni mengekspresikan penyesalan dan keinginan memperbaiki kesalahan, Irish Bella tetap memegang prinsip perlindungan anak sebagai prioritas utama.