Wilayah Panama baru saja mengalami bencana alam yang sangat serius. Dua gempa bumi Panama yang sangat kuat dengan magnitudo 7,7 dan 6,6 telah mengguncang negara tersebut pada hari Jumat, memicu kepanikan massal dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan di berbagai wilayah.
Detail Guncangan dan Pusat Gempa
Berdasarkan laporan dari Layanan Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama yang paling destruktif memiliki magnitudo 7,7. Pusat gempa tersebut terletak sekitar 10 kilometer di sebelah barat daya komunitas Pitaloza Arriba, yang berada di Provinsi Herrera. Guncangan ini terjadi pada kedalaman yang cukup dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
Kekuatan gempa ini sangat terasa hingga ke negara tetangga, Kolombia. Setelah gempa utama, para seismolog dari Universitas Panama mencatat adanya lebih dari 45 gempa susulan, termasuk beberapa guncangan dengan magnitudo 5,8, 5,5, dan 5,2 yang terus menerus mengganggu stabilitas wilayah tersebut.
“Kami merasakannya dengan sangat kuat. Barang-barang di dapur jatuh, tetapi kami selamat, meskipun kami merasa sangat takut. Semua orang berada di luar rumah karena ketakutan,” ujar Rosendo DomÃnguez, seorang warga berusia 60 tahun dari Provinsi Herrera.
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Korban
Kerusakan fisik dilaporkan terkonsentrasi di tiga provinsi utama, yaitu Veraguas, Herrera, dan Los Santos. Meskipun ibu kota tidak melaporkan kerusakan bangunan besar, namun di daerah lain, situasi cukup memprihatinkan:
- Kota Penonomé: Terjadi keruntuhan sebagian pada sebuah struktur yang menyebabkan satu orang terluka akibat tertimpa puing-puing. Selain itu, katedral di alun-alun utama kota mengalami retakan serius, begitu pula dengan gedung pemerintahan dan Hotel Dos Continentes.
- Provinsi Los Santos: Gereja San Atanasio, sebuah bangunan bergaya kolonial yang telah ditetapkan sebagai Warisan Nasional sejak 1938, dilaporkan runtuh total.
- Provinsi Veraguas: Kerusakan terlihat pada akses jalan, di mana retakan besar muncul di sepanjang jalan raya.
Menanggapi situasi ini, Presiden Panama, José Raúl Mulino, meminta masyarakat untuk tetap tenang. Melalui platform X, ia menekankan agar kejadian ini tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan atau ketidakteraturan di tengah masyarakat.
Status Fasilitas Vital dan Transportasi
Sektor transportasi dan perdagangan juga terdampak secara langsung. Bandara Internasional Tocumen, yang merupakan salah satu hub penerbangan tersibuk di kawasan tersebut, terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya untuk sementara waktu. Langkah ini diambil guna menjalankan protokol evakuasi dan memastikan keamanan fasilitas sebelum kegiatan penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
Di sisi lain, operasional Terusan Panama dikonfirmasi tetap berjalan normal. Meskipun demikian, otoritas terkait tetap melakukan inspeksi teknis yang ketat terhadap seluruh fasilitas guna memastikan keamanan kapal, awak kapal, dan karyawan yang bekerja di jalur perdagangan dunia yang krusial tersebut.
Peringatan Tsunami dan Risiko Geologis
Akibat aktivitas seismik yang masif ini, otoritas meteorologi mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala. Gelombang laut dengan ketinggian antara 1 hingga 3 meter diperkirakan dapat menghantam beberapa area pesisir.
Peringatan juga meluas hingga ke El Salvador dan Pulau Paskah di Chili. Secara geologis, tingginya intensitas gempa bumi Panama disebabkan oleh posisi negara ini yang berada di dalam “Cincin Api” Pasifik. Interaksi antara lempeng tektonik Cocos, Nazca, dan Karibia menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap aktivitas seismik yang sering terjadi.
Sebagai catatan sejarah, bencana besar terakhir yang serupa terjadi pada tahun 1991, di mana gempa magnitudo 7,4 menyebabkan banyak korban jiwa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal di wilayah perbatasan Bocas del Toro.
Sumber referensi: abc7.com