22 Oktober 2026
Pertandingan Como vs Roma berakhir 0-0. Simak ulasan drama kartu merah Malen, absennya pemain kunci, hingga momen krusial di Serie A musim ini.

Pertandingan yang sangat dinantikan antara Como vs Roma di Stadion Sinigaglia ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi penonton. Duel taktis antara Cesc Fabregas dan Gasperini yang menjanjikan tontonan ofensif justru berakhir dengan skor kacamata 0-0, menjadi hasil imbang pertama musim ini di kompetisi Serie A.

Susunan Pemain dan Absennya Pemain Kunci

Sebelum laga dimulai, kedua tim sudah dihadapkan pada situasi sulit terkait komposisi pemain. Roma harus tampil tanpa dua pilar penting mereka, yakni Svilar yang mengalami cedera jari dan Cristante. Sebagai gantinya, Gollini dan Marten de Roon turun sebagai starter.

Di lini depan, Lorenzo Pellegrini kembali menjadi starter setelah absen selama enam bulan untuk mendampingi Dybala. Sementara itu, Cesc Fabregas mengambil keputusan berani dengan memasang lini tengah mewah yang terdiri dari Da Cunha, Perrone, dan Caqueret guna menggantikan peran Baturina.

Jalannya Pertandingan: Intensitas Tinggi di Babak Pertama

Laga dimulai dengan tempo yang sangat tinggi. Kedua tim saling memberikan ancaman sejak menit awal. Salah satu peluang emas datang dari Paulo Dybala yang melepaskan tembakan namun berhasil diblok oleh pemain lawan. Tak lama berselang, Roma hampir unggul lewat serangan balik cepat melalui Nico Paz, namun Gollini tampil sigap melakukan penyelamatan.

Pada menit ke-10, Lorenzo Pellegrini hampir membawa Roma unggul melalui tendangan melengkung yang membentur tiang gawang. Meskipun Como mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menembus pertahanan rapat yang diterapkan oleh sistem permainan Gasperini. Sebaliknya, Roma justru lebih berbahaya saat memanfaatkan situasi serangan balik.

Ketegangan sempat meningkat di akhir babak pertama. Sebuah insiden pelanggaran keras terhadap Diao tidak membuahkan kartu dari wasit, yang memicu protes keras dari bangku cadangan Como. Pemain asal Senegal, Wesley, bahkan harus menerima kartu kuning akibat insiden tersebut.

Titik Balik: Kartu Merah Malen

Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan berubah drastis. Malen menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Kaiki. Keputusan ini memaksa Roma bermain dengan 10 pemain.

Meskipun kekurangan satu pemain, Gasperini tetap mempertahankan strategi ofensifnya dengan tetap mengandalkan Dybala di lini depan. Como mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan terus menekan, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang mereka terbuang sia-sia. Perrone dan Nico Paz beberapa kali mencoba mencetak gol, tetapi pertahanan Roma tetap kokoh.

Momen Unik dan Akhir Laga yang Dramatis

Pertandingan sempat mengalami gangguan teknis yang tidak biasa pada menit ke-67 ketika wasit Fabbri harus berhenti karena masalah otot, sehingga kendali pertandingan dialihkan kepada hakim keempat, Sozza. Hal ini menunjukkan betala betapa beratnya dampak kelelahan akibat jadwal kompetisi yang padat.

Di menit-menit terakhir, Como hampir saja mencetak gol kemenangan melalui tendangan keras Jesús Rodríguez yang meluncur tipis di samping tiang gawang. Skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini menjadi catatan penting bagi kedua tim sebelum menghadapi jadwal berat berikutnya. Como akan melakoni laga bersejarah di Liga Champions melawan Feyenoord, sementara Roma bersiap menyambut tantangan besar melawan Real Madrid.

Sumber referensi: www.marca.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *