Meninggal di RS Semen Gresik, Ahmad Nurhamim Tinggalkan Warisan Politik yang Menginspirasi
Berita Hari Ini – 08 April 2026 | Ahmad Nurhamim, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, menghembuskan napas terakhirnya pada hari Selasa di Rumah Sakit Semen Gresik. Kepergian tokoh politik berusia 58 tahun ini menimbulkan duka mendalam di kalangan pemerintah daerah, partai politik, serta masyarakat Gresik yang selama bertahun‑tahun menyaksikan dedikasinya dalam memperjuangkan kepentingan publik.
Nurhamim dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pengawasan kebijakan pembangunan, terutama di sektor industri dan infrastruktur. Selama masa jabatan pertama dan kedua di DPRD, ia berhasil mengusulkan sejumlah regulasi yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan pekerja pabrik semen, pengelolaan limbah industri, serta pengembangan UMKM di wilayah pesisir Gresik.
Latar Belakang dan Karier Politik
Lahir di desa Sumberejo, Gresik, pada 12 Januari 1968, Ahmad Nurhamim menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gresik sebelum melanjutkan studi S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, Surabaya. Kariernya di dunia politik dimulai pada akhir 1990‑an ketika ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Gresik pada periode 1999‑2004.
Peningkatan popularitasnya tidak lepas dari keberhasilannya dalam menggalang dukungan masyarakat lewat program “Gresik Sehat, Gresik Maju” yang menitikberatkan pada perbaikan layanan kesehatan desa dan peningkatan akses pendidikan. Program ini mendapat apresiasi luas dan menjadi model bagi daerah lain di Jawa Timur.
Peran Strategis di DPRD Gresik
Setelah terpilih kembali pada periode 2014‑2019, Nurhamim diangkat menjadi Wakil Ketua DPRD. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab mengkoordinasikan rapat komisi, mengawasi pelaksanaan anggaran, serta memfasilitasi dialog antara pemerintah Kabupaten dan pihak swasta. Salah satu pencapaian pentingnya adalah penyusunan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Limbah Padat Industri (PDLPI) yang berhasil menurunkan tingkat pencemaran air sungai Brantas sebesar 30 persen dalam tiga tahun pertama implementasinya.
Selain itu, Nurhamim aktif dalam memperjuangkan hak‑hak buruh pabrik semen, menginisiasi program pelatihan kerja bagi tenaga kerja lokal, serta menegakkan prinsip transparansi dalam pengelolaan dana desa. Keberanian menentang praktik korupsi di lingkungan legislatif menjadikannya figur yang dihormati dan sekaligus target kritik dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Kondisi Kesehatan dan Kejadian di RS Semen Gresik
Pada awal bulan April 2026, Ahmad Nurhamim mengalami keluhan sesak napas dan nyeri dada yang mengindikasikan masalah kardiovaskular. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter memutuskan untuk merawatnya di RS Semen Gresik, rumah sakit rujukan utama bagi pejabat daerah dan pekerja industri di wilayah tersebut.
Selama perawatan, tim medis melakukan tindakan intensif termasuk pemasangan kateter jantung dan terapi obat anti‑koagulan. Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, kondisi Nurhamim terus menurun akibat komplikasi gagal jantung yang tidak dapat diatasi. Pada pukul 02.30 WIB, dokter mengonfirmasi bahwa pasien telah meninggal dunia.
Reaksi dan Penghormatan
- Gubernur Jawa Timur: Menyampaikan belasungkawa mendalam serta menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi yang telah digagas oleh Nurhamim.
- Ketua DPRD Gresik: Mengumumkan masa berkabung tiga hari dan mengatur upacara pemakaman di Pemakaman Umum Kemandungan.
- Partai Politik: Seluruh fraksi di DPRD Gresik mengirimkan surat penghormatan, menyatakan bahwa perjuangan Nurhamim akan terus dikenang dalam setiap kebijakan daerah.
- Masyarakat: Ribuan warga dari berbagai lapisan berkumpul di kantor DPRD untuk menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan dan mengirimkan pesan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Keluarga Ahmad Nurhamim, yang terdiri dari istri, tiga anak, dan orang tua, kini berada dalam suasana duka mendalam. Pihak keluarga meminta privasi serta mengharapkan agar warisan perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bercita‑cita meniti karier di bidang publik.
Warisan Politik yang Berkelanjutan
Selama dua dekade berkiprah di DPRD Gresik, Nurhamim menorehkan jejak yang tak mudah dihapus. Kebijakan tentang pengelolaan limbah industri, peningkatan layanan kesehatan desa, serta pemberdayaan UMKM menjadi fondasi utama bagi program pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. Banyak pihak menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan visioner dan kemampuan bernegosiasi yang dimilikinya.
Kepergian Ahmad Nurhamim menjadi pengingat bahwa peran pejabat publik yang berintegritas tetap krusial dalam menghadapi tantangan pembangunan. Diharapkan, generasi penerus akan melanjutkan semangat reformasi, transparansi, dan kepedulian sosial yang selalu dijunjung tinggi oleh sang almarhum.