NASA Luncurkan Roket SLS Artemis II: Empat Astronot Keliling Bulan dalam 10 Hari
Berita Hari Ini – 04 April 2026 | NASA berhasil meluncurkan roket Space Launch System (SLS) pada Rabu, 1 April 2026 pukul 18:20 waktu setempat (05:35 WIB) dari Kennedy Space Center, Florida. Peluncuran ini menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari setengah abad, sekaligus membuka jalan bagi program Artemis yang bertujuan mengirim manusia kembali ke permukaan Bulan.
Roket SLS mengangkut kapsul Orion yang berisi empat astronot: Reid Wiseman (Komandan), Victor Glover (Pilot), Christina Koch (Mission Specialist) dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA) yang berperan sebagai Mission Specialist. Seluruh awak telah menjalani pelatihan intensif sejak 2022 dan dipersiapkan untuk menjalankan misi berawak pertama NASA sejak program Apollo.
Profil Singkat Para Astronot
- Reid Wiseman – Veteran Angkatan Laut AS, terpilih menjadi astronot pada 2009, pernah bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada ekspedisi 41.
- Victor Glover – Pilot berpengalaman yang sebelumnya pernah terbang di ISS pada misi SpaceX Crew‑5.
- Christina Koch – Astronot dengan pengalaman panjang di ISS, dikenal karena kontribusinya dalam penelitian fisiologi manusia di ruang angkasa.
- Jeremy Hansen – Astronot Kanada, spesialis misi yang bertanggung jawab atas operasi ilmiah selama penerbangan.
Jadwal Misi Selama 10 Hari
- Hari 1‑2: Peluncuran roket SLS, pemasangan kapsul Orion di orbit Bumi, serta pengujian sistem utama.
- Hari 3‑4: Injeksi translunar, dorongan mesin Orion mengarahkan kapsul keluar dari orbit Bumi menuju lintasan mengelilingi Bulan.
- Hari 5: Transisi translunar selesai, astronot mulai menguji pakaian luar angkasa dan sistem pendukung kehidupan dalam kondisi mikrogravitasi.
- Hari 6‑7: Penerbangan melintasi sisi jauh Bulan pada jarak 4.000‑6.000 mil, pengambilan data ilmiah, pengujian navigasi, serta foto-foto permukaan.
- Hari 8‑9: Kembali pada lintasan “free return” yang secara otomatis mengarahkan kapsul kembali ke Bumi; tim melakukan pemantauan medis melalui program ARCHER.
- Hari 10: Modul layanan terpisah, kapsul Orion memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 25.000 mph (40.230 km/jam) dan mendarat di Samudra Pasifik.
Selama sepuluh hari penerbangan, kru akan melakukan lebih dari 300 percobaan ilmiah yang mencakup bidang fisiologi manusia, kedokteran, fisika, ilmu bumi, dan astrofisika. Data tersebut diharapkan memperkaya pengetahuan tentang bagaimana tubuh manusia beradaptasi pada perjalanan jauh ke luar angkasa, serta menguji keandalan sistem Orion untuk misi Artemis selanjutnya yang akan melakukan pendaratan di Bulan.
Keberhasilan peluncuran SLS dan orbit pertama Artemis II memiliki signifikansi historis. Ini merupakan peluncuran pertama roket paling kuat yang pernah dibangun oleh NASA, sekaligus menandai misi berawak pertama yang menempuh jarak translunar sejak Apollo 17 pada 1972. Artemis II menjadi batu loncatan penting menuju Artemis III, yang direncanakan akan mendaratkan manusia, termasuk astronaut perempuan pertama, di Kutub Selatan Bulan pada pertengahan dekade ini.
Dengan keberhasilan awal ini, NASA memperlihatkan kembali kemampuan eksplorasi manusia ke ruang angkasa dalam skala besar, sekaligus memperkuat kerjasama internasional melalui partisipasi astronot Kanada. Misi Artemis II tidak hanya menegaskan kembali ambisi kembali ke Bulan, tetapi juga membuka peluang bagi eksplorasi lebih jauh ke Mars dalam beberapa dekade mendatang.