Berita Hari Ini – 02 April 2026 | Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan keyakinannya bahwa kapten tim, Lionel Messi, masih memiliki keinginan kuat untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026 meski usianya telah menginjak 38 tahun. Pernyataan tersebut muncul usai Argentina mengalahkan Zambia dengan skor meyakinkan 5-0 dalam laga persahabatan di Stadion La Bombonera, Buenos Aires, pada 31 Maret 2026.
Persiapan Terakhir Menuju Piala Dunia
Dalam wawancara pasca‑pertandingan, Scaloni mengakui belum dapat memastikan apakah Messi akan menjejakkan kaki di Amerika Utara pada musim panas mendatang. Namun, ia menekankan bahwa tim akan melakukan segala upaya untuk memberi dukungan penuh kepada sang bintang. “Jika ini menjadi Piala Dunia terakhirnya, itu akan menjadi kesempatan istimewa bagi Leo dan bagi Argentina,” ujar Scaloni.
Meski Messi tampak lebih santai setelah mengangkat trofi World Cup di Qatar 2022, pelatih menegaskan bahwa semangat kompetitif sang pemain masih menyala. “Dia masih gembira di lapangan, dan kami semua ingin melihatnya bermain. Kami akan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman baginya,” tambah Scaloni.
Target 1.000 Gol: Mimpi yang Masih Bisa Diraih
Selain menatap Piala Dunia, Scaloni juga menyoroti ambisi pribadi Messi untuk mencapai rekor 1.000 gol sepanjang karier. Pada laga melawan Zambia, Messi mencetak gol ke‑902, menambah gol di kompetisi klub Inter Miami, serta menorehkan satu gol dan satu assist dalam pertandingan internasional tersebut. “Dia sudah memiliki 913 gol, dan jika ia ingin terus bermain, tidak ada alasan mengapa ia tidak dapat mencapai angka empat digit,” kata Scaloni.
Scaloni menambahkan, “Pada satu tahun, Messi mencetak lebih dari 90 gol. Jika ia tetap konsisten, target 1.000 gol sangat mungkin tercapai,” ia menegaskan, menyinggung prestasi luar biasa Cristiano Ronaldo yang kini menempuh jalur serupa di Arab Saudi.
Perpisahan Emosional dan Harapan Tim
Laga terakhir di kandang sendiri ini juga menjadi momen perpisahan bagi bek veteran Nicolas Otamendi, yang mengumumkan akan pensiun setelah Piala Dunia 2026. Messi menyerahkan tugas mengeksekusi penalti kepada Otamendi, memberikan kesempatan bagi sang bek menutup karier internasionalnya dengan gol di La Bombonera.
Scaloni menanggapi kepergian Otamendi dengan rasa hormat, menyatakan bahwa pengalaman dan kepemimpinan sang bek akan sangat dirindukan. “Kami akan melanjutkan perjuangan dengan semangat yang sama, dan Messi akan menjadi sosok kunci dalam menjaga kualitas tim,” jelasnya.
Reaksi Scaloni terhadap Kegagalan Italia
Di luar urusan Messi, Scaloni juga memberikan komentar mengenai kekecewaan Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan latar belakang Italia yang pernah menjadi empat kali juara dunia, ketidakhadirannya menimbulkan keprihatinan. “Saya sedih melihat Italia tidak ada di turnamen ini. Kami memiliki ikatan budaya dan sejarah dengan Italia, dan ketidakhadiran mereka dirasakan oleh seluruh dunia sepak bola,” ujar Scaloni dalam sebuah unggahan media sosial.
Komentar tersebut menunjukkan rasa hormat Scaloni terhadap negara-negara sahabat serta menegaskan pentingnya kompetisi global yang inklusif.
Strategi Argentina di Piala Dunia 2026
Argentina akan memasuki fase grup dengan menghadapi Algeria, Austria, dan Jordan. Dengan Messi yang lebih relaks namun tetap berambisi, Scaloni mengharapkan tim dapat mempertahankan gelar juara. “Jika Leo memutuskan untuk bermain, itu akan menjadi kehormatan. Kami semua ingin dia menikmati turnamen dan kami siap mendukungnya,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pengalaman pemain senior, energi pemain muda, dan dukungan penuh pelatih, Argentina menatap turnamen berikutnya dengan optimisme tinggi, meski tantangan tetap besar.
Kesimpulannya, Lionel Scaloni tetap optimis bahwa Lionel Messi akan menjadi bagian penting dalam kampanye Piala Dunia 2026, sekaligus mendukung ambisi pribadi sang kapten untuk menembus angka 1.000 gol. Dukungan moral, strategi tim, dan semangat kolektif menjadi kunci bagi Albiceleste untuk mempertahankan kejayaan mereka di panggung dunia.