2 Juni 2026
Trump Tantang Dunia: Buka Paksa Selat Hormuz? – Negara Lain Didorong Turun Tangan!

Trump Tantang Dunia: Buka Paksa Selat Hormuz? – Negara Lain Didorong Turun Tangan!

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 03 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggebrak arena geopolitik dengan pernyataan kontroversialnya mengenai Selat Hormuz. Dalam pidato yang disampaikan pada Rabu malam di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan jalur perairan strategis itu, sekaligus menyerukan negara‑negara lain untuk mengambil inisiatif melindungi dan menguasai selat yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan energi dunia.

Trump menolak membuka paksa Selat Hormuz

Trump menolak gagasan membuka paksa Selat Hormuz melalui operasi militer, menyatakan bahwa “AS hampir tidak mengimpor minyak melalui Hormuz dan tidak akan melakukannya di masa depan”. Ia mengandalkan fakta bahwa Amerika kini menjadi salah satu produsen minyak dan gas terbesar, sehingga menurutnya negara tersebut dapat menahan guncangan pasokan energi. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan klaim bahwa perang melawan Iran “hampir selesai” dan bahwa pasukan Amerika telah meraih “kemenangan luar biasa”.

🔖 Baca juga:
Rugi Rp 6 Triliun, BUMN Konstruksi PPRE‑PPRO Masuki Babak Belur: Apa Penyebabnya?

Meski demikian, Trump tidak menutup kemungkinan meningkatkan intensitas militer selama dua hingga tiga pekan ke depan, bahkan mengancam akan “membombardir Iran hingga kembali ke Zaman Batu” jika negosiasi tidak menghasilkan solusi.

Reaksi internasional: Macron menilai tak realistis

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Vietnam, menanggapi tantangan Trump dengan tegas. Macron menyebut upaya membuka paksa Selat Hormuz tidak realistis, karena akan memakan waktu lama dan menempatkan semua kapal yang melintas dalam risiko serangan dari pasukan Revolusi Iran serta rudal balistik. Menurutnya, solusi yang dapat diterima hanya melalui dialog dengan Tehran, bukan aksi militer sepihak.

Macron juga menolak komentar Trump tentang NATO, menegaskan bahwa Prancis tidak berencana ikut serta dalam operasi militer yang diprakarsai Amerika dan Israel. Ia menambahkan bahwa komentar Trump yang mengejek dirinya dan istri tidak “elegan” dan tidak mencerminkan situasi yang sedang berlangsung.

🔖 Baca juga:
Rahasia Menghitung Cicilan KPR Aman: Tips Praktis dan Strategi Pengajuan yang Terbukti

China menuduh AS‑Israel sebagai penyebab utama

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menambahkan perspektif lain dalam konflik ini. Dalam konferensi pers di Beijing, Mao menegaskan bahwa serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan akar penyebab blokade Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa tindakan militer tidak dapat menyelesaikan masalah, melainkan hanya memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

China, sebagai pembeli utama minyak Iran, menilai penutupan selat telah meningkatkan harga minyak global hingga 40‑50 persen, menimbulkan beban tambahan bagi industri penerbangan dan sektor‑sektor lain yang sangat bergantung pada bahan bakar. Pemerintah Beijing menyerukan gencatan senjata segera dan mengajak semua pihak untuk menghentikan operasi militer.

Dampak ekonomi global

Selat Hormuz menyumbang sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia. Sejak akhir Februari, perlintasan kapal tanker di selat tersebut menurun hingga 95 persen, menurunkan pasokan minyak mentah yang biasanya mengalir ke Asia. Penurunan ini memicu lonjakan harga bensin di Amerika Serikat, melampaui US$4 per galon – level tertinggi sejak 2022 – dan menambah tekanan pada konsumen serta industri transportasi.

🔖 Baca juga:
Kejari Bangka Selatan Gencar Sita Rp33 Miliar, Uang Tunai Rp3,094 Miliar dan SPBU Tersegel dalam Kasus Korupsi Timah

Para analis ekonomi menolak optimisme Trump bahwa harga gas akan turun secara “alami” setelah perang berakhir. Mereka menekankan bahwa kerusakan infrastruktur energi di wilayah itu memerlukan waktu lama untuk diperbaiki, sehingga harga minyak diproyeksikan tetap tinggi meski konflik berakhir.

Kesimpulan

Seruan Trump untuk membuka paksa Selat Hormuz dan menunggu negara‑negara lain mengambil alih keamanan jalur tersebut menuai kritik tajam dari pemimpin dunia, termasuk Prancis dan China. Sementara Amerika menegaskan posisi energi mandiri, realitas pasar energi global menunjukkan ketergantungan yang masih kuat pada selat strategis ini. Jika tidak ada solusi diplomatik yang konkret, ketegangan militer di kawasan dapat memperpanjang krisis energi dan memperburuk beban ekonomi bagi konsumen di seluruh dunia.

Views: 6

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *