24 Juli 2026

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membuka Khazanah Sastra Melayu Klasik: 10 Contoh Kata Arkais dan Artinya

Sastra Melayu Klasik—mulai dari hikayat, syair, hingga gurindam—adalah akar sejarah yang membentuk bahasa Indonesia modern. Saat membaca karya-karya seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Bayan Budiman, atau Gurindam Dua Belas, kita sering kali menemukan kata-kata kuno yang terasa asing di telinga masyarakat era digital.

Kata-kata tua yang sudah tidak populer lagi ini dikenal dengan sebutan kata arkais. Mengapa kita perlu mempelajari kata arkais? Selain untuk memahami isi dan keindahan naskah-naskah sastra klasik, mengenal kata arkais memberi kita akses langsung pada kekayaan kosakata dan nuansa rasa bahasa para pujangga Nusantara di masa lampau.

Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian kata arkais serta menyajikan 10 contoh kata arkais populer dalam sastra Melayu klasik beserta arti, fungsi, dan contoh penggunaannya dalam kalimat.

Apa Itu Kata Arkais?

Secara etimologi, kata arkais berasal dari bahasa Yunani archaios yang berarti “kuno” atau “tua”.

Dalam ilmu linguistik, kata arkais adalah kata-kata yang pernah digunakan secara aktif dalam bahasaMelayu/Indonesia pada zaman dahulu, tetapi kini sudah tidak umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari maupun penulisan modern. Penggunaannya saat ini umumnya terbatas pada teks-teks sejarah, karya sastra klasik, atau karya sastra modern yang sengaja menggunakan estetika kuno (archaic style).

Ciri-Ciri Kata Arkais dalam Sastra Melayu Klasik:

  1. Pernah Berada dalam Masa Kejayaan: Sangat lazim dipakai pada era Kesultanan Melayu (abad ke-14 hingga abad ke-19).
  2. Kerap Mengandung Pengaruh Sanskerta atau Arab: Terbentuk dari akulturasi budaya Melayu dengan pedagang dan penyebar agama dari India serta Timur Tengah.
  3. Banyak Ditemukan pada Partikel Penghubung Unik: Kata-kata seperti syahdan, sebermula, dan alkisah yang berfungsi sebagai penanda perpindahan alur cerita.

10 Contoh Kata Arkais dalam Sastra Melayu Klasik dan Artinya

Berikut adalah 10 contoh kata arkais yang kerap menghiasi naskah-naskah hikayat Melayu klasik beserta penjelasannya:

1. Syahdan

Contoh Kalimat Klasik: Syahdan, maka Sang Raja pun berangkatlah ke seberang lautan beserta segenap hulubalangnya.”

  • Arti kata: Selanjutnya, kemudian, atau lalu.
  • Fungsi dalam Naskah: Digunakan sebagai kata penghubung antarparagraf atau antarkalimat untuk menandai bahwa cerita akan beralih ke peristiwa atau babak baru.
  • Padanan Modern: “Selanjutnya” / “Setelah itu”.

2. Berahi

Contoh Kalimat Klasik: “Maka terimur-imurlah hati Sang Puteri melihat ketampanan Baginda, lalu jatuh berahi ia seketika itu juga.”

  • Arti kata: Sangat cinta, kasmaran, atau merindukan dengan amat sangat (tidak selalu merujuk pada konotasi seksual sebagaimana dalam bahasa modern).
  • Fungsi dalam Naskah: Menggambarkan perasaan asmara yang mendalam antarmanusia atau kerinduan hamba kepada Sang Pencipta dalam sastra sufistik.
  • Padanan Modern: “Jatuh cinta” / “Kasmaran”.

3. Hulubalang

Contoh Kalimat Klasik: “Para hulubalang berdiri sigap di sekeliling singgasana untuk menjaga keselamatan Sang Sultan.”

  • Arti kata: Perwira prajurit, komandan pasukan, atau kepala pahlawan dalam suatu kerajaan.
  • Fungsi dalam Naskah: Menunjukkan stratifikasi sosial dan gelar militer dalam sistem pemerintahan kerajaan Melayu kuno.
  • Padanan Modern: “Komandan militer” / “Prajurit utama”.

4. Masyghul

Contoh Kalimat Klasik: “Hati Baginda amat masyghul melihat negerinya yang dilanda kemarau panjang tanpa henti.”

  • Arti kata: Sedih, muram, cemas, atau bersusah hati.
  • Fungsi dalam Naskah: Menjelaskan suasana batin raja atau bangsawan saat menghadapi penderitaan, nasib buruk, atau dilema besar.
  • Padanan Modern: “Bersedih hati” / “Gelisah”.

5. Titah

Contoh Kalimat Kalssik: “Segenap rakyat negeri patuh dan tunduk pada setiap titah yang keluar dari mulut Sang Raja.”

  • Arti kata: Kata-kata atau perintah dari raja/penguasa yang wajib dilaksanakan.
  • Fungsi dalam Naskah: Menggambarkan kekuasaan absolut seorang raja dalam struktur feudal Melayu Klasik.
  • Padanan Modern: “Perintah resmi” / “Instruksi penguasa”.

6. Sebermula

Contoh Kalimat Klasik: Sebermula maka diceritakanlah asal-usul menteri yang bijaksana itu dari negeri asing.”

  • Arti kata: Pada mulanya, alkisah, atau sebagai permulaan kata.
  • Fungsi dalam Naskah: Digunakan pengarang (penglipur lara) di awal cerita atau awal alur baru untuk menarik perhatian pendengar/pembaca.
  • Padanan Modern: “Pada awalnya” / “Alkisah”.

7. Peria

Contoh Kalimat Klasik: “Banyaklah peria dari negeri tetangga yang datang meminang sang putri, namun semuanya ditolak.”

  • Arti kata: Laki-laki atau pemuda (bentuk lain dari kata pria).
  • Fungsi dalam Naskah: Istilah generik untuk menggambarkan sosok laki-laki atau ksatria.
  • Padanan Modern: “Pria” / “Laki-laki”.

8. Mahligai

Contoh Kalimat Klasik: “Sang Putri bersemayam di dalam mahligai yang terhias indah oleh emas dan perak.”

  • Arti kata: Istana tempat tinggal raja/ratu, atau tempat kediaman yang sangat indah dalam kompleks istana.
  • Fungsi dalam Naskah: Menggambarkan kemewahan, keagungan, dan kemegahan tempat tinggal para bangsawan.
  • Padanan Modern: “Istana” / “Paviliun megah”.

9. Sahaya

Contoh Kalimat Klasik: “Ampun Tuanku, sahaya hanyalah seorang hamba hina yang datang membawa warta dari perbatasan.”

  • Arti kata: Hamba, pelayan, atau bentuk diri pertama (saya) yang menunjukkan kerendahan hati di hadapan orang yang berkedudukan lebih tinggi.
  • Fungsi dalam Naskah: Kata ganti orang pertama formal saat berbicara dengan raja atau sesepuh. Kata ini menjadi cikal bakal kata “saya” dalam bahasa Indonesia modern.
  • Padanan Modern: “Saya” / “Hamba”.

10. Karang (Mengarang)

Contoh Kalimat Klasik: “Maka diambilnya bunga melati itu lalu di-karangnya menjadi untaian indah untuk sang kekasih.”

  • Arti kata: Menyusun, merangkai, atau mengikat (bisa berupa bunga, perhiasan, maupun susunan kata-kata).
  • Fungsi dalam Naskah: Memiliki arti fisik (merangkai benda) dan kiasan (merangkai kata/cerita).
  • Padanan Modern: “Merangkai” / “Menyusun”.

Ringkasan 10 Kata Arkais dan Artinya

NoKata ArkaisArti Makna / KonsepPadanan Kata Modern
1SyahdanSelanjutnya / kemudianLalu, setelah itu
2BerahiKasmaran / cinta amat sangatJatuh cinta, rindu
3HulubalangKomandan prajurit / perwiraPahlawan, komandan
4MasyghulSedih hati / cemas / dukaSedih, muram
5TitahPerintah raja yang mengikatPerintah, instruksi
6SebermulaPada permulaannya / alkisahPada awalnya
7PeriaLaki-laki / pemudaPria
8MahligaiTempat bersemayam yang megahIstana, kediaman
9SahayaHamba / penunjukan diri yang rendah hatiSaya, hamba
10KarangMerangkai atau menyusunMerangkai, menyusun

Nilai Penting Mempelajari Kata Arkais

Meskipun kata-kata arkais sudah jarang kita temui dalam percakapan harian, mempelajari dan melestarikannya memiliki manfaat penting:

  1. Menjaga Identitas Sejarah: Bahasa Melayu Klasik adalah pondasi utama Bahasa Indonesia. Memahami kata arkais membantu kita menghargai perjalanan sejarah bahasa nasional kita.
  2. Memperkaya Kosakata Sastra Modern: Para penulis modern sering kali menyisipkan kata arkais untuk memberi sentuhan klasik, magis, atau dramatis dalam novel, puisi, dan cerpen mereka.
  3. Membantu Studi Literatur: Memudahkan para mahasiswa, peneliti, dan pecinta sejarah dalam membaca risalah sejarah serta karya-karya sastra kuno Nusantara secara otentik.

Penulis:Helen angelica

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *