27 Juli 2026

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Menembus Batas Realita: 10 Contoh Majas Hiperbola dan Artinya yang Sering Digunakan dalam Bahasa Indonesia

Dalam dunia seni merangkai kata—baik untuk penulisan karya sastra seperti novel dan puisi, penulisan naskah pidato, pembuatan konten pemasaran, maupun percakapan sehari-hari—bahasa yang lugas kerap kali terasa kurang cukup untuk menggambarkan besarnya emosi atau situasi yang sedang dialami. Ada kalanya, kita membutuhkan sentuhan gaya bahasa yang mampu mengekspresikan sesuatu secara dramatis agar pesan yang disampaikan melekat kuat di pikiran pendengar atau pembaca. Di sinilah majas hiperbola mengambil peran penting.

Majas hiperbola merupakan salah satu jenis gaya bahasa kiasan yang paling populer dan sering kita temui. Melalui pemanfaatan kata-kata yang dilebih-lebihkan secara ekstrem, gaya bahasa ini mampu menghidupkan narasi, memperkuat penekanan rasa, serta memberikan daya tarik visual dan emosional yang tinggi dalam sebuah tulisan.

Apa Itu Majas Hiperbola?

Secara etimologis, kata hiperbola berasal dari bahasa Yunani hyperbole, yang terbentuk dari kata hyper (melebihi atau di atas) dan ballein (melemparkan). Secara harfiah, hiperbola berarti “melemparkan melampaui batas” atau membuat sesuatu secara berlebihan.

Dalam tatabahasa dan kesusastraan Indonesia, majas hiperbola dikategorikan ke dalam kelompok majas penegasan. Majas ini adalah gaya bahasa kiasan yang memberikan pernyataan secara berlebihan (exaggerated), baik dari segi jumlah, ukuran, maupun sifatnya, melebihi kenyataan yang sebenarnya.

Ciri-Ciri Utama Majas Hiperbola:

  1. Menggunakan Kata-Kata Ekstrem: Menggunakan istilah atau kata kerja yang secara fisik atau hukum alam mustahil terjadi (seperti membakar langit, memeras air mata, atau menggoncang dunia).
  2. Berpikir Konotatif (Tidak Dimaknai Harfiah): Makna yang terkandung didalamnya adalah kiasan. Jika diartikan secara lugas atau harfiah, kalimat tersebut akan menjadi tidak masuk akal.
  3. Tujuan Dramatisasi: Bertujuan utama untuk memicu respons emosional yang kuat, menarik perhatian, serta menekankan suatu kondisi agar lebih berkesan.

10 Contoh Majas Hiperbola dan Artinya yang Sering Digunakan

Berikut adalah 10 contoh ungkapan majas hiperbola yang paling sering kita jumpai dalam karya tulis maupun percakapan sehari-hari, lengkap dengan pembahasan arti kiasan dan analisis penggunaannya dalam kalimat:

1. Suaranya menggelegar membelah angkasa

Contoh Kalimat: “Saat memimpin upacara bendera di pagi hari, suara sang komandan menggelegar membelah angkasa hingga membakar semangat seluruh peserta.”

  • Bentuk Berlebihan: Suara vokal manusia tidak mungkin secara fisik memiliki gelombang yang cukup kuat untuk membelah lapisan atmosfer atau angkasa.
  • Arti Makna: Suara orang tersebut sangat keras, lantang, berwibawa, dan dapat terdengar hingga jarak yang sangat jauh.
  • Konteks Penggunaan: Sering digunakan dalam narasi sejarah, pidato kepemimpinan, atau penggambaran tokoh yang tegas dan dominan.

2. Tangisannya mengalir membanjiri ruangan

Contoh Kalimat: “Setelah mendengar kabar duka yang mendadak itu, tangisannya pecah dan mengalir membanjiri ruangan hingga larut malam.”

  • Bentuk Berlebihan: Air mata manusia yang keluar saat menangis memiliki volume yang sangat terbatas dan tidak mungkin menimbulkan banjir fisik di sebuah ruangan.
  • Arti Makna: Seseorang yang sedang menangis sangat terisak-isak, merasa sedih luar biasa, dan meratapi keadaannya dalam kurun waktu yang lama.
  • Konteks Penggunaan: Terdapat dalam novel fiksi, cerpen drama, atau karya puisi yang menggambarkan duka mendalam.

3. Membanting tulang siang dan malam

Contoh Kalimat: “Demi membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi, sang ayah rela membanting tulang siang dan malam tanpa pernah mengeluh.”

  • Bentuk Berlebihan: Secara harfiah, tulang tubuh manusia tidak dibanting ke tanah hingga patah saat bekerja.
  • Arti Makna: Bekerja sangat keras, memeras tenaga, dan mengorbankan waktu serta fisik demi mencapai suatu tujuan atau mencukupi kebutuhan hidup.
  • Konteks Penggunaan: Digunakan dalam kisah inspiratif, tulisan motivasi, atau narasi tentang perjuangan hidup.

4. Senyumnya manis sekali, bisa membuat siapa saja terkena diabetes

Contoh Kalimat: “Setiap kali dia menyapa dan melemparkan senyumnya di koridor kantor, senyum manis itu rasanya bisa membuat siapa saja terkena diabetes.”

  • Bentuk Berlebihan: Senyuman atau ekspresi wajah tidak memiliki kandungan glukosa yang dapat memicu penyakit diabetes secara medis.
  • Arti Makna: Ekspresi atau wajah seseorang yang sangat menawan, ramah, bersahabat, dan sangat memikat hati orang yang melihatnya.
  • Konteks Penggunaan: Populer dalam karya fiksi romantis, naskah drama komedi, atau obrolan santai sehari-hari.

5. Menunggu giliran serasa seribu tahun lamanya

Contoh Kalimat: “Antrean panjang di loket pelayanan umum pagi ini membuat waktu tunggu serasa seribu tahun lamanya bagi para pengunjung.”

  • Bentuk Berlebihan: Proses menunggu manusia dalam satu hari tidak akan pernah mencapai kurun waktu satu milenium (1.000 tahun).
  • Arti Makna: Suasana atau waktu tunggu yang dirasakan sangat lama, membosankan, menekan, dan menguji kesabaran.
  • Konteks Penggunaan: Digunakan dalam artikel keluhan pelayanan, opini sosial, atau dialog antartokoh dalam cerita rekaan.

6. Emosinya membakar semua hal di sekitarnya

Contoh Kalimat: “Begitu mengetahui dirinya dikhianati, emosinya langsung meledak dan membakar semua hal yang ada di dalam ruangan tersebut.”

  • Bentuk Berlebihan: Kemarahan emosional tidak mengeluarkan lidah api nyata yang dapat membakar benda-benda padat.
  • Arti Makna: Luapan rasa marah yang sangat hebat hingga merusak suasana, memicu konflik besar, dan berdampak buruk pada orang-orang di sekitarnya.
  • Konteks Penggunaan: Penulisan novel konflik, narasi drama psikologis, atau ulasan ketegangan politik.

7. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang

Contoh Kalimat: “Akibat penyakit kronis yang dideritanya selama bertahun-tahun, tubuh pria tua itu kini tinggal kulit pembalut tulang.”

  • Bentuk Berlebihan: Tubuh manusia hidup selalu terdiri atas organ dalam, jaringan otot, dan pembuluh darah, bukan hanya kulit dan tulang belulang semata.
  • Arti Makna: Kondisi fisik seseorang yang sudah sangat kurus kering, ringkih, dan tampak sangat lemah.
  • Konteks Penggunaan: Laporan kemanusiaan, tulisan artikel kesehatan, atau deskripsi penderitaan tokoh.

8. Otaknya seencer air

Contoh Kalimat: “Tidak mengherankan jika ia selalu meraih juara pertama di sekolah, sebab otaknya seencer air dalam menyelesaikan soal-soal rumit.”

  • Bentuk Berlebihan: Otak manusia secara fisik berbentuk organ padat dan tidak berwujud zat cair encer.
  • Arti Makna: Seseorang yang sangat cerdas, memiliki daya tangkap tinggi, dan cepat dalam memahami pelajaran atau menemukan solusi.
  • Konteks Penggunaan: Pujian akademis, karakterisasi tokoh jenius dalam novel, atau cerita motivasi anak.

9. Kecepatannya bagaikan kilat yang menyambar

Contoh Kalimat: “Atlit lari muda itu melesat menuju garis finis dengan kecepatan bagaikan kilat yang menyambar di siang bolong.”

  • Bentuk Berlebihan: Kecepatan lari manusia tercepat sekalipun tidak akan pernah bisa menyamai kecepatan cahaya dari kilat (300.000 km/s).
  • Arti Makna: Gerakan atau kemampuan berlari yang sangat cepat, lincah, gesit, dan mengagumkan.
  • Konteks Penggunaan: Berita liputan olahraga, narasi aksi (action), atau ulasan ketangkasan fisik.

10. Dunia serasa runtuh di atas kepalanya

Contoh Kalimat: “Ketika usaha yang dirintisnya selama puluhan tahun gulung tikar dalam semalam, ia merasa dunia serasa runtuh di atas kepalanya.”

  • Bentuk Berlebihan: Planet bumi tidak secara fisik hancur atau terbelah dan menimpa kepala seseorang.
  • Arti Makna: Keadaan di mana seseorang mengalami keputusasaan yang sangat besar, rasa hancur batiniah, dan beban hidup yang amat berat.
  • Konteks Penggunaan: Artikel pengembangan diri (self-development), biografi tokoh, atau klimaks novel drama.

Ringkasan 10 Contoh Majas Hiperbola

Untuk mempermudah pemahaman Anda, berikut adalah tabel ringkasan dari contoh majas hiperbola beserta makna kiasannya:

NoFrasa / Ungkapan HiperbolaArti / Makna Kiasan
1Membelah angkasaSuara yang sangat keras, lantang, dan bersahut-sahutan
2Mengalir membanjiri ruanganMenangis terisak-isak dalam waktu yang sangat lama
3Membanting tulangBekerja keras dan memeras seluruh tenaga
4Senyumnya membuat diabetesWajah atau ekspresi yang sangat manis dan memikat
5Serasa seribu tahunMenunggu dalam waktu yang terasa sangat lama dan membosankan
6Emosi membakar sekelilingLuapan kemarahan yang amat hebat hingga merusak suasana
7Kulit pembalut tulangTubuh yang sangat kurus, ringkih, dan lemah
8Otak seencer airSangat cerdas, pintar, dan cepat memahami sesuatu
9Bagaikan kilat menyambarBerlari atau bergerak dengan sangat cepat dan gesit
10Dunia serasa runtuhMengalami kekecewaan mendalam dan kesedihan yang amat berat

Fungsi dan Manfaat Majas Hiperbola dalam Penulisan

Mengapa para penulis, sastrawan, hingga pembuat konten (content creator) begitu sering memanfaatkan majas hiperbola? Berikut adalah beberapa alasan utamanya:

1. Menghidupkan Imajinasi Pembaca

Tulisan yang hanya berisi fakta denotatif sering kali terasa kaku dan datar. Dengan menyisipkan majas hiperbola, pembaca diajak untuk membayangkan situasi dengan visualisasi yang lebih kaya dan tidak membosankan.

2. Memperkuat Pesan Emosional

Ketika ungkapan biasa tidak cukup kuat untuk mewakili rasa sedih, marah, gembira, atau kagum, hiperbola hadir sebagai sarana penegasan. Hal ini membantu penulis mentransfer kadar emosi tokoh secara akurat kepada pembaca.

3. Menarik Perhatian (Hook)

Dalam dunia pemasaran dan penulisan media modern, judul atau frasa bermajas hiperbola sering digunakan sebagai hook (pancingan) untuk menggugah rasa penasaran audiens agar bersedia membaca tulisan secara utuh.

Panduan Penggunaan Majas Hiperbola yang Tepat

Meskipun majas hiperbola dapat membuat tulisan menjadi lebih hidup dan dinamis, penggunaannya tetap harus memperhatikan konteks. Berikut beberapa tips dalam menerapkannya:

  • Sesuaikan dengan Jenis Karya Tulis: Majas hiperbola sangat cocok digunakan pada novel, puisi, teks pidato, iklan, dan artikel opini. Namun, hindari penggunaan majas hiperbola pada karya ilmiah formal seperti skripsi, tesis, makalah penelitian, atau laporan medis yang membutuhkan akurasi data denotatif (makna sebenarnya).
  • Gunakan Secara Proorsional: Penggunaan hiperbola yang berlebihan di setiap kalimat justru dapat membuat tulisan terasa terlalu dibuat-buat (melodramatis) dan mengurangi kualitas estetika cerita.
  • Perhatikan Pembaca Sasaran: Pastikan kiasan yang digunakan cukup populer atau mudah dipahami oleh target pembaca Anda agar pesan yang ingin disampaikan tidak disalahartikan.

Dengan memahami konsep, ciri-ciri, dan contoh majas hiperbola di atas, Anda kini dapat memanfaatkan gaya bahasa ini secara tepat untuk memperkaya ragam kosakata dan meningkatkan kualitas estetika dalam setiap karya tulis Anda.

Penulis: Helen Angelica

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *