**90% Wajah Manusia Tidak Dapat Dibedakan dengan Wajah Ciptaan AI** **Momen Penentu di Menit Akhir** Seorang pegawai di Hong Kong baru saja menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Dia bergabung dengan rekan-rekannya dalam panggilan video untuk membahas akuisisi rahasia pada 2024, namun setelah mengirimkan pembayaran sebesar US$25 juta (Rp450,7 miliar), dia menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Setiap orang yang ikut dalam panggilan tersebut, termasuk kepala bagian keuangan, ternyata adalah deepfake yang dihasilkan oleh AI. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Amy Dawel, seorang psikolog di Universitas Nasional Australia (ANU), menemukan bahwa khalayak umum sulit mengenali wajah buatan AI. Studi tersebut menunjukkan bahwa wajah ciptaan AI lebih sering disangka wajah manusia daripada wajah manusia yang sesungguhnyaâsebuah fenomena yang mereka sebut hiperrealisme AI. Algoritma AI cenderung mengambil rata-rata matematis dari puluhan ribu wajah yang digunakan untuk pelatihannya, sehingga wajah AI terlihat lebih rata-rata atau hiperrata-rata dibandingkan dengan wajah manusia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penipuan yang menggunakan AI merupakan ancaman yang semakin serius. Di AS saja, kerugian akibat penipuan yang menggunakan AI diproyeksikan akan mencapai US$40 miliar pada tahun depan, menurut laporan pada 2024 dari perusahaan konsultan Deloitte. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan untuk mengenali wajah buatan AI. Profesor Dawel mengatakan bahwa kita harus melatih diri kita sendiri untuk mengenali wajah AI secara keseluruhan, bukan hanya mencari tanda-tanda kesalahan seperti anting yang tidak serasi atau fitur wajah yang terdistorsi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Studi yang dilakukan oleh Profesor Dawel dan timnya menunjukkan bahwa pelatihan selama sekitar satu jam dapat meningkatkan kemampuan orang untuk mengenali wajah AI. Mereka menggunakan metode yang berbeda, yaitu membuat penilaian naluriah tentang setiap wajah secara keseluruhan. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengenali wajah buatan AI. Kita harus mengenali bahwa wajah ciptaan AI dapat sangat realistis dan sulit dibedakan dari wajah manusia asli. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan selalu memperhatikan detail ketika berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam situasi yang dapat memungkinkan penipuan. Dengan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali wajah AI, kita dapat menghindari penipuan dan menjaga keamanan diri sendiri dan orang lain.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c2dkjed688ro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.