AR Rahman: Dari Suara Alkitab hingga Suasana Sehat di Sisi Pandemi Global
Berita Hari Ini – 26 September 2026 | Di tengah gemerlap dunia musik, nama AR Rahman terus menginspirasi generasi baru. Namun, ia juga menjadi sorotan di arena internasional ketika Presiden Dewan Umum PBB, Khalilur Rahman, mengangkat nama yang sama dalam diskusi persiapan pandemi global. Keduanya—salah satu nama paling berpengaruh di dunia musik dan pemimpin diplomasi—membuat pertemuan unik antara budaya, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik.
AR Rahman: Maestro Musik yang Mencipta Tanpa Instrumen
Sejak debutnya di film Rojak, AR Rahman telah menorehkan sejarah musik India dan dunia. Salah satu inovasi terbesarnya adalah lagu “Rasaatti” dari film *Thiruda Thiruda*, yang dikompose tanpa instrumen tradisional, hanya menggunakan lapisan vokal akapella. Eksperimen ini menonjolkan keunikan suara manusia sebagai alat musik, menegaskan bahwa kreativitas tidak terbatas pada alat fisik.
Tak hanya di layar kaca, lagu “Genda Phool” dari film *Delhi-6* menjadi jembatan budaya antara Bollywood dan Chhattisgarh. Lagu ini, yang mengangkat tema kebudayaan keluarga, terinspirasi dari lagu rakyat daerah dan tetap menjadi hit yang diciptakan oleh AR Rahman. Setiap nada dan liriknya mengajak pendengar merasakan kehangatan rumah tangga, sekaligus menonjolkan keindahan musik daerah.
Pengaruh AR Rahman di Seluruh Dunia
- Kolaborasi dengan artis internasional seperti Sonu Nigam dan Javed Akhtar, menegaskan posisi AR Rahman sebagai jembatan budaya.
- Penggunaan teknik akapella yang revolusioner dalam komposisi, membuka jalan bagi musisi baru untuk bereksperimen.
- Pengakuan global, termasuk penghargaan nasional, menandai perjalanan karirnya yang luar biasa.
Surah Ar‑Rahman: Pesan Syukur yang Menginspirasi
Nama yang sama, “Ar‑Rahman”, juga muncul dalam konteks spiritual. Surah ke-55 Al‑Qur’an, berjudul Ar‑Rahman, menekankan kasih sayang Allah dan mengajarkan rasa syukur. Pengulangan ayat “Fabi ayyi alai rabbikuma tukadzdziban” sebanyak 31 kali menegaskan pentingnya menghargai nikmat, sebuah nilai yang sering diingatkan dalam kehidupan modern.
Penghargaan terhadap Surah ini tidak hanya terbatas pada teks suci; ia juga diakui melalui hadis yang menunjukkan respons jin terhadap bacaan surah. Pesan moralnya—memperhatikan keseimbangan alam dan kebijaksanaan manusia—membentuk landasan etika bagi banyak orang di seluruh dunia.
UN Memperkuat Persiapan Pandemi: Peran Rahman dalam Diskusi Global
Pada pertemuan terakhir di New York, Presiden Dewan Umum PBB, Khalilur Rahman, menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi pandemi masa depan. Meski topik ini tidak menjadi sorotan utama di tengah konflik geopolitik dan kecanggihan AI, upaya bersama tetap berjalan. Dokumen draft yang diusulkan menyoroti peningkatan pendanaan, kapasitas laboratorium, dan akses vaksin global.
Perbedaan pendapat di antara negara-negara anggota menandai tantangan dalam mencapai konsensus. Namun, kesepakatan umum bahwa pandemi tidak mengenal batas negara memberikan landasan bagi kerja sama internasional yang lebih kuat.
Keselarasan Antara Musik, Agama, dan Kesehatan Global
Ketiga bidang—musik, agama, dan kesehatan—saling memengaruhi. AR Rahman, dengan karya-karya yang memadukan nilai spiritual dan estetika modern, memicu diskusi tentang bagaimana seni dapat menjadi alat penyebaran pesan positif. Begitu pula, Surah Ar‑Rahman menekankan pentingnya kebersamaan dan rasa syukur, nilai yang dapat memperkuat ketahanan mental selama krisis kesehatan.
Di sisi lain, upaya PBB menyoroti perlunya sistem kesehatan yang responsif dan terkoordinasi. Kombinasi antara inovasi kreatif dan kebijakan ilmiah dapat menciptakan sinergi yang mendukung pembangunan masyarakat yang lebih sehat dan harmonis.
Dengan demikian, nama “Ar Rahman” menjadi simbol bagi tiga dimensi penting dalam kehidupan modern: seni, kepercayaan, dan kebijakan global. Keterkaitan ini mengingatkan kita bahwa setiap aspek kehidupan saling terhubung, dan keberhasilan satu bidang dapat memperkuat yang lain.