Berapa Lama Virus Flu dan Pilek Bertahan di Permukaan?
Berapa lama virus flu dan pilek bertahan di permukaan? Pertanyaan ini penting diketahui, terutama ketika sedang memasuki musim meningkatnya penyakit saluran pernapasan. Virus penyebab flu dan pilek dapat berpindah melalui percikan pernapasan maupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi.
Lama virus bertahan di permukaan tidak selalu sama. Jenis virus, material permukaan, suhu, kelembapan, paparan sinar ultraviolet, serta kondisi lingkungan dapat memengaruhi kemampuan virus untuk tetap infeksius. Mayo Clinic menjelaskan bahwa virus penyebab pilek, influenza, dan beberapa infeksi pernapasan lainnya dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari dalam kondisi tertentu. Namun, penularan melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi tetap menjadi jalur yang lebih umum.
Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh tetap menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus.
Berapa Lama Virus Flu Bertahan di Permukaan?
Virus influenza dapat bertahan di permukaan dalam waktu yang berbeda-beda. Penelitian yang dirangkum CDC menunjukkan bahwa virus influenza dapat bertahan sekitar 24 hingga 48 jam pada sejumlah permukaan keras dan tidak berpori, seperti plastik dan logam.
Sementara itu, pada permukaan berpori seperti kain, kertas, dan tisu, kemampuan virus untuk bertahan umumnya lebih singkat, sekitar 8 hingga 12 jam dalam kondisi penelitian tertentu.
CDC juga pernah menjelaskan bahwa virus influenza pada benda seperti gagang pintu, meja, telepon, dan benda lain dapat bertahan selama beberapa jam dan berpotensi berpindah melalui tangan.
Namun, angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai batas waktu pasti. Kondisi nyata di rumah atau tempat umum dapat berbeda dari kondisi laboratorium.
Permukaan Keras Bisa Menjadi Tempat Virus Bertahan Lebih Lama
Permukaan keras dan tidak berpori seperti plastik, baja tahan karat, meja dengan lapisan tertentu, gagang pintu, dan benda elektronik dapat mempertahankan virus lebih lama dibandingkan beberapa bahan berpori.
Sebuah kajian yang dirangkum CDC menemukan bahwa influenza A dalam kondisi tertentu dapat bertahan pada permukaan keras seperti baja tahan karat dan plastik selama sekitar 24 hingga 48 jam, sedangkan pada kain, kertas, dan tisu masa bertahannya lebih pendek.
Hal ini menjelaskan mengapa benda yang sering disentuh banyak orang perlu mendapatkan perhatian dalam kebersihan sehari-hari.
Contohnya adalah:
- Gagang pintu
- Tombol lift
- Pegangan tangga
- Meja
- Keyboard
- Telepon
- Remote televisi
- Keran
- Mainan anak
- Permukaan meja sekolah
- Ponsel
Meski demikian, keberadaan virus di permukaan tidak otomatis berarti seseorang pasti akan tertular.
Bagaimana Virus Flu Menular dari Permukaan?
Penularan melalui permukaan biasanya terjadi melalui beberapa tahap.
Misalnya, seseorang yang sedang mengalami influenza batuk atau bersin kemudian menyentuh hidung atau mulut. Setelah itu, tangannya menyentuh gagang pintu.
Virus kemudian dapat tertinggal pada gagang pintu. Orang lain menyentuh benda tersebut dan kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut sebelum mencuci tangan.
Dalam kondisi tertentu, mekanisme tersebut dapat memungkinkan virus berpindah dari permukaan ke tubuh.
CDC menyebut kebersihan tangan, etika batuk dan kebersihan pernapasan sebagai langkah penting untuk memutus kemungkinan penularan melalui kontak dengan permukaan.
Bagaimana dengan Virus Penyebab Pilek?
Istilah “pilek” sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus. Salah satu penyebab yang umum adalah rhinovirus, tetapi terdapat pula virus pernapasan lainnya.
Karena penyebabnya beragam, tidak ada satu angka yang dapat digunakan untuk mengatakan semua virus pilek bertahan selama waktu tertentu di permukaan.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa kemampuan virus penyebab pilek dan flu untuk bertahan di luar tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis virus, suhu, kelembapan, aliran udara, sinar matahari dan jenis permukaan.
Dengan kata lain, pertanyaan berapa lama virus pilek bertahan di permukaan tidak dapat dijawab dengan satu angka yang berlaku untuk semua virus.
Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Virus
Ada beberapa faktor yang menentukan berapa lama virus dapat tetap aktif di permukaan.
1. Jenis Permukaan
Material keras dan tidak berpori cenderung dapat mempertahankan virus lebih lama dibandingkan beberapa bahan berpori.
2. Suhu
Suhu lingkungan dapat memengaruhi stabilitas virus. Kondisi laboratorium yang berbeda dapat menghasilkan lama bertahan yang berbeda pula.
3. Kelembapan
Kelembapan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan virus bertahan di lingkungan.
4. Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet dapat memengaruhi keberlangsungan virus di permukaan.
5. Jumlah Virus
Semakin banyak virus yang awalnya terdapat pada permukaan, semakin berbeda pula waktu yang dibutuhkan hingga jumlahnya berkurang secara signifikan.
6. Kebersihan Permukaan
Membersihkan permukaan dapat mengurangi jumlah mikroorganisme yang terdapat di sana dan membantu menurunkan risiko penularan.
Apakah Menyentuh Permukaan Pasti Menyebabkan Flu?
Tidak. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi tidak otomatis membuat seseorang terkena flu.
Agar penularan melalui kontak permukaan terjadi, virus yang masih infeksius harus berpindah ke tangan dan kemudian mencapai bagian tubuh yang memungkinkan terjadinya infeksi.
CDC menjelaskan bahwa meskipun virus influenza dapat bertahan pada permukaan, jumlah virus yang tetap cukup untuk menyebabkan infeksi biasanya bertahan lebih singkat dibandingkan sekadar keberadaan virus yang masih dapat terdeteksi.
Selain itu, influenza lebih sering menyebar dari orang ke orang melalui partikel atau percikan pernapasan dibandingkan melalui benda mati.
Karena itu, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, menerapkan etika batuk dan menjaga kebersihan tangan tetap sangat penting.
Cara Membersihkan Permukaan dari Virus Flu
Membersihkan benda yang sering disentuh dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.
CDC merekomendasikan pembersihan rutin pada permukaan yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu, telepon, keyboard, keran dan benda yang sering digunakan bersama.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Bersihkan permukaan secara rutin menggunakan produk pembersih sesuai petunjuk.
- Perhatikan benda yang sering disentuh, terutama di rumah, sekolah dan tempat kerja.
- Cuci tangan setelah membersihkan benda yang kotor.
- Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.
- Buang tisu bekas batuk atau bersin ke tempat sampah.
- Bersihkan mainan anak secara berkala, terutama jika digunakan bersama.
Tidak perlu melakukan pembersihan ekstrem terhadap seluruh benda di rumah. Fokus utama dapat diberikan pada permukaan yang paling sering disentuh.
Cuci Tangan Tetap Menjadi Kunci
Jika membahas cara mencegah penularan virus flu dan pilek, mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan yang paling mudah diterapkan.
Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan sepanjang hari. Setelah itu, seseorang mungkin tanpa sadar menyentuh wajah.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir membantu membersihkan kotoran serta mikroorganisme dari tangan.
Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan berbasis alkohol dapat menjadi alternatif dalam situasi tertentu.
Kebiasaan ini terutama penting setelah berada di tempat umum, sebelum makan, setelah batuk atau bersin, setelah menggunakan toilet dan setelah menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi.
Anak Perlu Diajarkan Kebiasaan Bersih
Anak-anak sering menyentuh berbagai benda dan kemudian memasukkan tangan ke sekitar mulut atau menyentuh mata dan hidung. Karena itu, edukasi kebersihan tangan perlu dilakukan sejak dini.
Orang tua dapat mengajarkan anak mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan dan setelah pulang dari sekolah.
Permukaan seperti meja belajar, mainan, gagang pintu dan perangkat yang sering digunakan anak juga dapat dibersihkan secara berkala.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi peluang penyebaran berbagai penyakit infeksi pernapasan.
Berapa Lama Virus Flu Bertahan di Tangan?
Berbeda dengan permukaan keras, virus influenza tidak bertahan lama dalam kondisi yang sama pada kulit manusia.
Kajian CDC menyebut jumlah virus influenza dapat mengalami penurunan dengan cepat setelah berpindah ke tangan, dengan penurunan besar dalam beberapa menit pada kondisi penelitian tertentu.
Namun, bukan berarti tangan yang kotor dapat langsung diabaikan. Seseorang dapat menyentuh wajah tidak lama setelah memegang permukaan yang terkontaminasi.
Karena itu, kebiasaan mencuci tangan tetap menjadi langkah pencegahan penting.
Kesimpulan
Berapa lama virus flu dan pilek bertahan di permukaan? Jawabannya bergantung pada jenis virus, material permukaan dan kondisi lingkungan. Untuk influenza, berbagai penelitian menunjukkan virus dapat bertahan sekitar 24 hingga 48 jam pada beberapa permukaan keras dan tidak berpori, sementara pada bahan seperti kain dan kertas umumnya lebih singkat, sekitar 8 hingga 12 jam dalam kondisi tertentu.
Namun, bertahannya virus di permukaan tidak sama dengan risiko penularan yang pasti. Jumlah virus dapat terus berkurang seiring waktu dan penularan influenza umumnya lebih banyak terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.
Untuk membantu mencegah flu dan pilek, masyarakat dapat membersihkan permukaan yang sering disentuh, mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.
Dengan memahami lama virus flu bertahan di permukaan dan menerapkan kebiasaan hidup bersih, risiko penyebaran penyakit pernapasan dapat dikurangi tanpa perlu melakukan pembersihan secara berlebihan.
Catatan: Lama bertahan virus dalam penelitian laboratorium tidak selalu sama dengan kondisi di rumah atau tempat umum. Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran tenaga kesehatan.
penulis :nofa oktaviya