17 Juli 2026
featured_image

Prospek Kerja Game Developer: Kolaborasi Keren RPL dan DKV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Daftar Gaji Lulusan SMK RPL Terbaru, Bisa Tembus Dua Digit?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Inggris gagal ke final Piala Dunia usai dikalahkan Argentina. Simak bagaimana drama pertandingan semifinal yang membuat The Three Lions kehilangan harapan juara!

Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia setelah Argentina mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan dan memenangkan laga semifinal dramatis di Atlanta. Tim asuhan Thomas Tuchel sempat berada di jalur menuju final Piala Dunia putra pertama Inggris sejak kesuksesan mereka pada 1966, setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul dalam laga sengit pada menit ke-55. Namun, Argentina bangkit berkat inspirasi para pemainnya. Enzo Fernandez mencetak gol yang spektakuler lima menit menjelang laga usai, sebelum Lautaro Martinez menyundul umpan silang Lionel Messi untuk mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Momen Penentu di Menit Akhir

Atmosfer panas di dalam maupun di luar Stadion Atlanta tercermin dalam babak pertama yang berlangsung keras dan diwarnai 19 pelanggaran. Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, tampak kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan. Fernandez sempat menjadi pemain yang paling dekat mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang tipis melenceng dari sasaran. Namun, justru Inggris yang memecah kebuntuan ketika Morgan Rogers membenarkan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mengirim umpan silang sempurna dari sisi kanan yang diselesaikan Gordon di tiang jauh.

Gol tersebut memicu respons Argentina. Inggris kemudian membutuhkan penyelamatan refleks yang brilian dari kiper Jordan Pickford untuk menggagalkan sundulan Nico Gonzalez. Saat Inggris terus berada di bawah tekanan, Alexis Mac Allister menanduk bola yang membentur tiang gawang sebelum Argentina akhirnya menyamakan skor lima menit menjelang waktu normal berakhir. Fernandez menaklukkan Pickford yang tampil gigih melalui tendangan keras dari jarak sekitar 25 yard.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Tuchel menyiapkan timnya untuk mempertahankan kotak penalti dengan menempatkan empat bek tengah. Namun, momentum Argentina tak terbendung. Mac Allister kembali menghantam tiang gawang sebelum pertahanan Inggris akhirnya runtuh pada menit ke-92, ketika Martinez mencetak gol yang memastikan kemenangan Argentina dalam semifinal yang memikat ini.

Inggris, seperti yang beberapa kali terjadi ketika kemenangan tampak sudah berada dalam genggaman mereka, termasuk di era Sir Gareth Southgate, tiba-tiba bermain terlalu berhati-hati. Dalam hal ini, pelatih kepala Thomas Tuchel juga harus memikul sebagian tanggung jawab. Dari posisi yang relatif mengendalikan pertandingan, meski hanya relatif dalam atmosfer semifinal Piala Dunia yang begitu intens melawan Argentina, Tuchel dan timnya justru menyerahkan inisiatif permainan kepada lawan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Konsekuensinya terbukti sangat merugikan. Mimpi menuju final mulai terlihat nyata setelah gol Anthony Gordon. Namun setelah itu, Inggris memilih bertahan lebih dalam dan menumpuk pemain belakang. Keputusan memasukkan Ezri Konsa menggantikan pencetak gol Gordon saat laga menyisak 18 menit menjadi salah satu simbol pendekatan tersebut. Kali ini, strategi mengandalkan postur tinggi Dan Burn sebagai benteng pertahanan tambahan juga tidak membuahkan hasil.

Inggris terkurung di area penalti mereka sendiri dan terus-menerus berada di bawah tekanan. Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek terlalu cepat, sebuah langkah yang justru mengundang tekanan lebih besar dari Argentina. Pada akhirnya, pertahanan Inggris runtuh. Di antara berbagai kekecewaan yang dialami Inggris dalam beberapa tahun terakhir, kekalahan ini mungkin menjadi yang paling menyakitkan. Mereka sudah begitu dekat dengan final, tetapi sekali lagi harus menerima akhir yang pahit dan terasa begitu akrab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Lionel Messi memang baru menunjukkan pengaruh besarnya pada fase akhir semifinal Piala Dunia yang penuh drama. Inggris akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga, sementara Argentina akan berusaha mempertahankan gelar juara saat menghadapi Spanyol pada Senin (20/07) dini hari. Dengan demikian, Inggris masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan mereka, tetapi perjalanan mereka menuju gelar juara Piala Dunia masih belum berakhir.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/ceqe5jv9ewxo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Prospek Kerja Game Developer: Kolaborasi Keren RPL dan DKV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Daftar Gaji Lulusan SMK RPL Terbaru, Bisa Tembus Dua Digit?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *