**TNI Aman, Kejari Banjar Bongkar Rahasia di Kantor Dinkes** ### Momen Penentu di Menit Akhir Pengamanan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar terlihat sangat ketat. Bahkan, seorang mahasiswa yang berniat menanyakan proposal kegiatannya dilarang memasuki kantor Dinkes Banjar. “Tadi saya mau masuk untuk penarikan proposal kegiatan dan dicegat petugas keamanan dan TNI. Katanya sedang ada pemeriksaan, jadi kami diminta datang kembali lain waktu,” kata Ganda Miharja. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Penggeledahan yang berlangsung sekitar tujuh jam tersebut, tim penyidik yang datang menggunakan dua mobil hitam menyita 48 dokumen serta satu alat bukti elektronik. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banjar, Harry Fauzan, SH, menyebut bahwa kedatangan mereka untuk melengkapi alat bukti dalam proses penyelidikan. “Penggeledahan dilakukan di tiga ruangan yang berbeda. Dari hasil penggeledahan, kami mendapatkan 48 dokumen dan satu alat bukti elektronik,” ujar Harry. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Penyelidikan terhadap perkara tersebut dimulai pada tahun 2026 ini dan terus berproses. Selama proses penyelidikan, mereka juga telah memeriksa sekitar 20 orang sebagai saksi, tanpa bersedia menyebutkan nama-nama siapa saja yang diperiksa. Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Noripansyah, ditengarai tidak ada di kantor, meski mobil dinasnya terpantau berada di kantor. Menurut Sekretaris Dinkes Banjar, Gusti M Kholdani, Kadinkes sempat datang ke kantor pada pagi hari, tetapi saat proses penggeledahan berlangsung yang bersangkutan tidak berada di lokasi karena menjalankan tugas kedinasan. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Saat ini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan sehingga belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. “Belum, ini masih penyelidikan. Setelah ditemukan peristiwa pidananya, kami mencari alat bukti dan nantinya akan mengungkap siapa tersangkanya,” urai Harry yang mengenakan masker. Menurut Harry, Kejari Banjar saat ini menangani dua penyidikan yang berjalan secara parallel yaitu perkara rumah sakit dan perencanaan. Kejadian ini menunjukkan bahwa pemerintah dan lembaga kehakiman harus lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa keputusan dan tindakan yang diambil adalah untuk kebaikan dan keadilan bagi semua.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1369172/dikawal-tni-kejari-banjar-geledah-kantor-dinkes-banjar-angkut-48-dokumen-dan-1-komputer, without altering the facts of the original article.