Dubes Australia untuk Indonesia, HE Roderick “Rod” Brazier, kembali menunjukkan kedekatannya dengan Kota Makassar. Ia mengunjungi makam Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas, Prof Dr H Nasrun Mappa MA, dan istri beliau, Hj Marhaya Nasrun binti Abu Thalib, di Kompleks Makam Keluarga Unhas, Pattene, Maros.
Momen Penentu di Menit Akhir
Dubes Rod Brazier tiba di Makam Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya setelah mengunjungi Masjid Al Markaz Al Islami, di mana ia meresmikan Australian Reading Corner di perpustakaan masjid. Ia juga menghadiri acara Farewell Dinner untuk Todd Dias, Australian Consul-General in Makassar, di Rooftop 31st Sudirman Suites Hyatt Place, Jl Jenderal Sudirman, Makassar. Sebelum sesi sambutan resmi, Rod Brazier menyebutkan bahwa Makassar adalah kota keduanya saat menjadi mahasiswa hukum di Griffith University.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
– Rod Brazier tinggal di rumah Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya selama enam bulan saat ia mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Griffith University dan Universitas Hasanuddin pada tahun 1990. – Ia mengungkapkan bahwa makam Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya masih bertanah cokelat segar, menunjukkan bahwa mereka baru saja meninggal. – Rod Brazier juga menunjukkan deretan foto-fotonya di depan pusara Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Mengunjungi makam Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya menunjukkan bahwa Dubes Rod Brazier masih memiliki kedekatan emosional dengan Kota Makassar. Ia juga menunjukkan bahwa ia masih memiliki hubungan yang erat dengan Universitas Hasanuddin dan masyarakat Makassar. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kehadiran Dubes Rod Brazier di Makassar bukan hanya untuk urusan diplomatik, tetapi juga untuk memperkuat hubungan emosional dan budaya dengan Kota Makassar.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Mengunjungi makam Prof Nasrun Mappa dan Ibu Marhaya menunjukkan bahwa Dubes Rod Brazier masih memiliki perjalanan panjang di depannya untuk memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia. Ia harus terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara, serta memperkuat hubungan emosional dan budaya antara masyarakat Australia dan Indonesia. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kehadiran Dubes Rod Brazier di Makassar bukan hanya sebagai langkah awal, tetapi juga sebagai awal dari perjalanan panjang untuk memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/news/1845203/sosok-nasrun-mappa-dan-marhaya-makamnya-di-pattene-maros-diziarahi-dubes-australia-rod-brazier, without altering the facts of the original article.