**Sumur Gali di Damit Hulu Tanahlaut Mulai Mengering, 2 RT Terancam Krisis Air Bersih** Puluh keluarga di RT 8 dan RT 9 Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur gali yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai mengering. Kondisi ini terjadi karena debit air sungai terus menyusut seiring kemarau yang belum berakhir. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kepala Desa Damit Hulu, Edy Suhendra, mengatakan bahwa kedua wilayah tersebut memang menjadi titik paling rawan saat musim kemarau karena belum memiliki sumur bor yang berfungsi. “RT 8 dan RT 9 memang tidak ada sumur bornya. Ada satu sumur bor, tetapi tidak berfungsi,” ujar Edy. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sumur gali warga dengan kedalaman rata-rata sekitar delapan meter sudah tidak lagi menghasilkan air. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dengan adanya kekeringan, sekitar 60 kepala keluarga atau kurang lebih 150 jiwa di dua RT tersebut terpaksa mencari sumber air lain. Untuk mandi dan mencuci, warga kini berjalan sekitar 200 meter menuju sungai. Namun, harapan itu pun mulai menipis karena debit air sungai terus menyusut seiring kemarau yang belum berakhir. Bahkan untuk kebutuhan minum dan memasak, mereka tidak lagi mengandalkan sumur maupun sungai, melainkan membeli air bersih dari warga yang menjual air menggunakan mobil tandon. Harga satu tandon berkapasitas sekitar 1.200 liter mencapai Rp 75 ribu, sehingga menjadi pengeluaran tambahan yang harus ditanggung masyarakat di tengah musim kemarau. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dampak kekeringan juga dirasakan kantor Desa Damit Hulu. Edy menyebut sumur di kantor desa yang berada di RT 5 telah mengering sejak sekitar dua pekan terakhir sehingga kebutuhan air di kantor juga dipenuhi dengan membeli air bersih. Menurut Edy, pemerintah desa telah menyampaikan secara lisan kepada Dinas PUPRP Tanah Laut terkait sumur bor yang tidak berfungsi. Harapannya segera ada tindak lanjut. Sebagai solusi sementara, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan kelapa sawit setempat yaitu PT GMK yang dijadwalkan menyalurkan bantuan air bersih pada awal pekan depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kondisi kekeringan di Desa Damit Hulu menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencari solusi yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi kekeringan ini. Dengan demikian, warga Desa Damit Hulu dapat kembali memiliki akses air bersih yang memadai dan tidak tertekan oleh pengeluaran tambahan untuk membeli air bersih.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1369797/sumur-gali-mulai-mengering-dua-rt-di-damit-hulu-tanahlaut-terancam-krisis-air-bersih, without altering the facts of the original article.