**Pemuda Malang Bersatu untuk Kawal Demokrasi: PDI Perjuangan Gelar Diskusi Kudatuli** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam rangka memperingati momentum peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), PDI Perjuangan menggelar forum diskusi terbuka di gedung paripurna DPRD Kabupaten Malang, Senin (27/7/2026). Forum ini dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan mahasiswa, pemuda, hingga wartawan. Diskusi yang mengusung tema ‘Meretas Jalan Demokrasi’ ini menghadirkan narasumber Dosen Universitas Airlangga, Suko Widodo, dan Praktisi Budaya, Agung Suprojo. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada kesempatan ini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menyatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka membuka diri untuk menerima kritik dari anak muda. Ia menekankan bahwa kritik dari masyarakat merupakan suplemen penting bagi partai dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. “Kritik itu buat kami adalah sebuah suplemen yang nantinya akan dijadikan oleh Fraksi PDI Perjuangan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,” kata pria dengan sapaan Adeng ini. Pada kesempatan yang sama, Suko Widodo menyoroti kemunduran gerakan mahasiswa dan pemuda saat ini. Ia menilai, idealisme pemuda kian melunak karena telah terpecah dan tergoda oleh fasilitas maupun politik uang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Diskusi ini dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah perlawanan rakyat kecil dalam menyuarakan demokrasi. Peristiwa Kudatuli adalah pengingat bahwa masyarakat memiliki keberanian untuk melawan pembajakan demokrasi. Pemerintah juga diingatkan untuk tidak bersikap otoriter dan selalu melibatkan masyarakat dalam mengambil kebijakan. Menurut Abdul Qodir, peristiwa Kudatuli juga dinilai mengandung pelajaran berharga yang sangat relevan bagi tata kelola pemerintahan saat ini. “Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada tataran formalitas atau sekadar penyerapan anggaran semata, melainkan harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan,” ujarnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan demikian, diskusi ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya demokrasi dan keberanian untuk melawan pembajakan demokrasi. Namun, masih banyak perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan ini. PDI Perjuangan harus terus berkomitmen untuk menerima kritik dan masukan dari masyarakat, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Dengan cara ini, PDI Perjuangan dapat menjadi contoh bagi partai-partai lain dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Keyword utama dari judul: **Pemuda Malang Bersatu untuk Kawal Demokrasi: PDI Perjuangan Gelar Diskusi Kudatuli** Muncul 6-9x secara natural di seluruh artikel: * PDI Perjuangan * Kudatuli * Demokrasi * Pemuda * Masyarakat * Kritik * Pengawasan * Kinerja pemerintah Variasi semantik/sinonim untuk subjek utama: * Partai politik * Gerakan mahasiswa * Pemuda * Masyarakat * Kritik * Pengawasan * Kinerja pemerintah
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/malang/554105/kawal-demokrasi-bersama-pemuda-pdi-perjuangan-kabupaten-malang-gelar-diskusi-kudatuli, without altering the facts of the original article.