Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. H. Elfahmi, M.Si, meminta pengukuhan riset dan hilirisasi kekayaan hayati menjadi produk farmasi untuk memenangkan kemandirian obat.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kondisi ini dinilai sangat penting bagi Indonesia dalam meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional. Prof. Dr. H. Elfahmi, M.Si, menekankan bahwa potensi kekayaan hayati Indonesia sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk menghasilkan produk farmasi bernilai ekonomi tinggi. “Indonesia memiliki biodiversitas terbesar di dunia, namun eksplorasinya masih sangat terbatas,” ujarnya dalam siniar bertema ‘Menilai Potensi Hilirisasi Industri Farmasi di Lampung’ di Studio Tribun Lampung, pada Rabu (29/7/2026).
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Elfahmi menjelaskan bahwa mayoritas obat modern saat ini merupakan hasil sintesis kimia, namun sebagian besar formulasi awalnya berakar dari penemuan bahan alam. Ia mencontohkan tanaman tapak dara yang menghasilkan senyawa vincristine dan vinblastine sebagai salah satu komponen utama obat pembasmi sel kanker. “Meskipun berasal dari tanaman, karena yang digunakan adalah senyawa murninya, maka tidak lagi dikategorikan sebagai obat herbal, melainkan obat,” terangnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Elfahmi berharap konsistensi riset dan integrasi hilirisasi dari perguruan tinggi bersama pemangku kepentingan mampu mengubah keanekaragaman hayati Indonesia menjadi karya inovasi farmasi bernilai tinggi yang diakui dunia dan bermanfaat luas bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa langkah ini sangat vital untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional sekaligus menghadirkan inovasi kesehatan berbasis bahan alam.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan produk farmasi. Namun, dengan pengukuhan riset dan hilirisasi kekayaan hayati, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional dan menghadirkan inovasi kesehatan berbasis bahan alam.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1214884/rebut-kemandirian-obat-rektor-itera-desak-hilirisasi-kekayaan-hayati-jadi-produk-farmasi, without altering the facts of the original article.