**Hamas Setuju Melucuti Persenjataan di Gaza, Trump Sampaikan Rencana Board of Peace untuk Damai** **Momen Penentu di Menit Akhir** Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan terkait pelucutan senjata secara menyeluruh bagi Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza. Kabar ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Hamas kepada BBC. Ia juga menyebut Hamas akan segera merilis pernyataan resmi. Hingga saat ini, Israel belum memberikan tanggapan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kabar ini merupakan hasil dari perundingan yang dipimpin oleh Amerika Serikat, yang menargetkan pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari tahap kedua kesepakatan gencatan senjata. Trump menyatakan Israel akan menarik pasukannya dari Gaza “seiring tuntasnya pelucutan senjata” dan menyebut kesepakatan tersebut sebagai “langkah krusial agar Gaza akhirnya dapat dipimpin oleh pemerintahan baru Palestina”. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Gaza sendiri merupakan bagian dari tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan dieksekusi secara bertahap, di mana militer Israel baru akan mundur setelah pelucutan senjata tuntas. “Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina untuk mengamankan Gaza bagi warga dan penduduk di sekitarnya,” kata Trump, yang juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang bertindak sebagai mediator. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pelucutan senjata Hamas akan dimulai dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil. Setelah itu, barulah Hamas membongkar infrastruktur militer berskala besar miliknya, mulai dari jaringan terowongan, gudang senjata, hingga fasilitas produksi, yang disebut membutuhkan waktu lebih panjang. Pemerintah AS menekankan bahwa cetak biru perdamaian ini dirancang dengan prinsip “tanpa kepercayaan” dan verifikasi ketat. Artinya, baik Hamas maupun Israel dilarang beranjak ke tahap berikutnya sebelum masing-masing pihak benar-benar merampungkan kewajibannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Gaza sendiri merupakan bagian dari tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat. 2. Trump menyatakan Israel akan menarik pasukannya dari Gaza “seiring tuntasnya pelucutan senjata” dan menyebut kesepakatan tersebut sebagai “langkah krusial agar Gaza akhirnya dapat dipimpin oleh pemerintahan baru Palestina”. 3. Pelucutan senjata Hamas akan dimulai dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil. Setelah itu, barulah Hamas membongkar infrastruktur militer berskala besar miliknya, mulai dari jaringan terowongan, gudang senjata, hingga fasilitas produksi, yang disebut membutuhkan waktu lebih panjang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesepakatan ini menjanjikan manfaat yang signifikan bagi rakyat Gaza. Peta Jalan ini merupakan terobosan bersejarah. Untuk pertama kalinya, Hamas secara resmi berkomitmen pada rencana yang dapat dilaksanakan untuk melepaskan seluruh persenjataannya, yang kemudian akan diikuti oleh penarikan pasukan Israel dari Gaza. Dalam pernyataannya, Board of Peace menambahkan bahwa fokus mereka saat ini adalah pada tahap implementasi kesepakatan tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski demikian, implementasi tahap kedua gencatan senjata ini sempat mandek selama enam bulan terakhir. Data PBB mencatat, pada periode 10 Oktober 2025 hingga 22 Juli 2026, serangan Israel masih berlanjut, menewaskan 1.180 orang dan melukai 3.810 lainnya di Gaza. Kendati demikian, angin segar mulai berhembus. Al-Qahera News melaporkan pada Jumat (31/07) bahwa Kairo, Mesir, dijadwalkan segera menggelar pertemuan tingkat tinggi para mediatorâyang terdiri dari AS, Qatar, Turki, dan Mesir. **Penutup** Kabar ini merupakan hasil dari perundingan yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan dieksekusi secara bertahap, di mana militer Israel baru akan mundur setelah pelucutan senjata tuntas. “Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina untuk mengamankan Gaza bagi warga dan penduduk di sekitarnya,” kata Trump, yang juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang bertindak sebagai mediator.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1k1z3gr9l4o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.