Momen Penentu di Menit Akhir
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Muhammad Ardian Candra, secara resmi membuka acara ini pada Jumat (7/8/2026) sore sampai Minggu (9/8/2026). Koordinator Panitia, Maharani Litasari, mengatakan bahwa awalnya ingin menghadirkan nuansa kuno (jadul) yang 100 persen, tapi ternyata sulit mencari UMKM yang jualannya makanan lama. Oleh karena itu, tenant yang terlibat campuran yang kekinian dan yang kuno.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
– Acara ini berlokasi di Alun-alun Kabupaten Tulungagung. – Jumlah tenant yang terlibat sebanyak 216 orang. – Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu Jumat (7/8/2026) sampai Minggu (9/8/2026).
Apa Artinya Ini ke Depan?
Koordinator Panitia, Maharani Litasari, mengaku khawatir bahwa stannya dijual ulang karena beberapa pengusaha dari luar kota yang berusaha untuk memanfaatkan acara ini dengan menyalin identitas dan KTP warga Tulungagung. Alasannya adalah karena banyak pengusaha yang ingin membantu UMKM, tapi mereka tidak memiliki identitas yang jelas. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat membantu UMKM lokal Tulungagung untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Acara Tulungagung Bernostalgia Fest 2026 dapat memberikan kesempatan bagi UMKM lokal Tulungagung untuk menunjukkan karya mereka dan meningkatkan penjualan mereka. Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan acara ini juga bergantung pada kualitas dan kuantitas UMKM yang terlibat dan kemampuan panitia dalam mengelola acara ini. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa acara ini dapat menjadi contoh bagi acara serupa di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/555365/tulungagung-bernostalgia-fest-2026-jadi-wadah-umkm-lokal-jualan-makanan-jadul-kekinian, without altering the facts of the original article.