**Oma Nilawati Korban Drag Race Maut Kotamobagu Bilang ke Cucu Sebelum Meninggal: “Tak Usah Ikut Saya”** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada Minggu (9/8/2026) siang, Oma Nilawati Mokodongan (72) melakukan aktivitas jualan sembari menonton Drag Race di Kelurahan Upai, Kotamobagu, Sulawesi Utara. Tiba-tiba, sebuah mobil oleng, dan hanya sepersekian detik keadaan berubah gelap dan kematian datang dengan tak diundang. Oma Nilawati adalah salah satu korban tewas dalam tragedi drag race maut yang menimpa 16 orang, dengan 8 di antaranya meninggal dunia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sebelum peristiwa nahas itu, Oma Nilawati melakukan beberapa hal yang dianggap berbeda dari biasanya. Salah satu cucunya, Desi, mengungkapkan bahwa Oma Nilawati tidak memberitahu keluarga jika hendak pergi, yang dianggap sebagai sebuah firasat. Selain itu, Oma Nilawati biasanya mengajak temannya untuk nonton Drag race, namun kali ini tidak. Lilin-lilin kecil menyala di tempat kejadian perkara (TKP) Drag Race maut di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu, Senin (10/8/2026) malam. Deretan lilin itu dipasang keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Salah satu lilin dipasang tiga orang cucu dari Nilawati Mokodongan (72), warga Pontodon. Lilin dipasang tepat di lokasi tubuh Nilawati terlempar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini tidak hanya berdampak pada keluarga korban, tetapi juga pada masyarakat di sekitar. Tragedi drag race maut ini menunjukkan bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan perhatian lebih dalam menjaga keselamatan dan keamanan di tempat-tempat umum. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa pentingnya untuk memiliki komunikasi yang baik dan transparan dalam menghadapi situasi darurat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keluarga korban dan masyarakat di sekitar masih harus menemukan jalan untuk menghadapi kehilangan yang telah terjadi. Mereka perlu mendapatkan dukungan dan bantuan dari pihak yang berwenang untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dan perhatian dari semua pihak untuk membantu keluarga korban dan masyarakat di sekitar. Nilai-nilai yang dapat diambil dari kejadian ini adalah pentingnya kesadaran dan perhatian dalam menjaga keselamatan dan keamanan. Selain itu, perlu adanya komunikasi yang baik dan transparan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, kita dapat menghindari kejadian-kejadian serupa di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/kotamobagu/1888030/sebelum-meninggal-oma-nilawati-korban-drag-race-maut-kotamobagu-bilang-ke-cucu-tak-usah-ikut-saya, without altering the facts of the original article.