23 Agustus 2026
Ari Askhara Terbaru: Profil, Riwayat Karier, Jabatan, dan Perjalanan Profesional

Ari Askhara Terbaru: Profil, Riwayat Karier, Jabatan, dan Perjalanan Profesional

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Ari Askhara terbaru kembali menjadi perhatian publik pada Agustus 2026 setelah muncul kabar mengenai pengunduran dirinya dari posisi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Sosok yang pernah memimpin Garuda Indonesia tersebut baru sekitar tujuh bulan menduduki posisi pucuk pimpinan HUMI.

HUMI menerima surat pengunduran diri I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara pada 14 Agustus 2026. Namun, pengunduran diri tersebut belum efektif sepenuhnya karena masih menunggu pengesahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB. (idnfinancials.com)

🔖 Baca juga:
Strategi Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini: Langkah Praktis untuk Orang Tua

Sebelum kembali menjadi sorotan di sektor maritim, Ari memiliki perjalanan profesional yang cukup panjang. Ia pernah bekerja di sektor perbankan, lembaga keuangan internasional, BUMN, pelabuhan, konstruksi, penerbangan, hingga transportasi energi.

Berikut pembahasan lengkap mengenai profil Ari Askhara, riwayat karier, jabatan, pengalaman profesional, hingga perkembangan terbarunya pada 2026.

Siapa Ari Askhara?

Ari Askhara memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Ia dikenal luas setelah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di perusahaan besar Indonesia.

Karier profesional Ari dimulai dari sektor keuangan. Ia kemudian memperoleh pengalaman di sejumlah lembaga perbankan internasional sebelum masuk ke lingkungan BUMN.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan karier Ari cukup beragam. Ia pernah berada di perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan, investasi, pelabuhan, konstruksi, penerbangan, serta maritim dan energi.

Salah satu jabatan yang paling dikenal masyarakat adalah ketika Ari menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018. Setelah meninggalkan Garuda Indonesia pada 2019, ia tetap melanjutkan perjalanan profesionalnya di sektor korporasi. (Ketik)

Pendidikan Ari Askhara

Latar belakang pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari profil Ari Askhara.

Ari menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan memperoleh gelar Master of Business Administration dengan bidang Keuangan Internasional pada 2001. (Warta Ekonomi)

Pendidikan ekonomi dan keuangan tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya.

Bidang keuangan kemudian menjadi salah satu kompetensi utama Ari ketika memasuki dunia perbankan dan perusahaan besar. Pengalaman tersebut juga membantunya ketika mendapatkan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan dan manajemen risiko perusahaan.

Awal Karier di Dunia Perbankan

Riwayat karier Ari Askhara bermula dari sektor perbankan.

Berdasarkan profil yang tercantum dalam situs resmi HUMI, Ari mengawali karier di PT Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1994 dan berada di sana hingga 1999. Setelah itu, ia melanjutkan karier di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Humi)

Pengalaman selama bertahun-tahun di sektor perbankan menjadi modal penting dalam membangun kemampuan profesionalnya.

Dari dunia perbankan, Ari kemudian masuk ke lembaga keuangan internasional. Ia tercatat pernah berkarier di Deutsche Bank AG, Barclays Capital, Standard Chartered Singapore, dan ANZ Bank Indonesia. (Humi)

Pengalaman tersebut membuat Ari memiliki wawasan yang lebih luas mengenai keuangan korporasi, investasi, pembiayaan, dan manajemen risiko.

Masuk ke Lingkungan BUMN

Setelah memperoleh pengalaman di sektor keuangan, Ari mulai mendapatkan sejumlah posisi strategis di perusahaan nasional dan BUMN.

Ia pernah bergabung dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III). Dunia kepelabuhanan memberikan pengalaman baru karena perusahaan tersebut berkaitan erat dengan transportasi, logistik, perdagangan, dan infrastruktur.

Selain Pelindo, Ari juga pernah berada di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengalaman di perusahaan konstruksi tersebut memperluas cakupan profesionalnya.

Perjalanan lintas sektor menjadi salah satu karakteristik utama karier Ari Askhara. Ia tidak hanya berpengalaman dalam bidang keuangan, tetapi juga memahami bisnis transportasi dan pengelolaan perusahaan.

Pernah Menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari sudah lebih dulu menjadi bagian dari manajemen maskapai nasional tersebut.

Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Posisi ini memberinya pengalaman langsung dalam mengelola kondisi finansial salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia.

Industri penerbangan mempunyai tantangan yang cukup kompleks. Maskapai harus mengelola biaya bahan bakar, perawatan pesawat, pengadaan armada, tenaga kerja, bandara, rute, hingga persaingan harga tiket.

🔖 Baca juga:
Azizah Salsha Ungkap Penolakan Foto Bersama Harry Styles di Paris, Reaksi Netizen Bikin Heboh

Pengalaman Ari di sektor keuangan menjadi salah satu bekal yang relevan untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Menjadi Direktur Utama Pelindo III

Perjalanan profesional Ari kemudian semakin meningkat ketika ia dipercaya menjadi Direktur Utama Pelindo III.

Posisi tersebut memperlihatkan kepercayaan besar terhadap kemampuannya dalam mengelola perusahaan BUMN.

Sebagai pimpinan Pelindo III, Ari berhadapan dengan sektor kepelabuhanan yang mempunyai peran penting dalam rantai logistik Indonesia.

Pengalaman tersebut juga menjadi salah satu bekal penting sebelum ia kembali ke Garuda Indonesia sebagai direktur utama.

Ari Askhara Menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia

Nama Ari Askhara semakin dikenal masyarakat ketika ia diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018.

Pada posisi tersebut, Ari bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan penerbangan nasional, termasuk strategi bisnis, keuangan, operasional, dan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pengangkatannya menarik perhatian karena Ari sebelumnya sudah memahami kondisi Garuda Indonesia dari posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Namun, masa kepemimpinannya di Garuda Indonesia tidak berlangsung panjang.

Pada akhir 2019, Ari diberhentikan dari jabatan Direktur Utama setelah kontroversi terkait Harley-Davidson dan sepeda Brompton yang ditemukan di pesawat Garuda Indonesia. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu titik paling penting dalam perjalanan profesionalnya.

Kontroversi yang Mencuat di Garuda Indonesia

Ketika masih menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari terseret dalam kasus terkait pengangkutan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian besar karena menyangkut tata kelola perusahaan dan persoalan kepabeanan.

Kasus tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum. Dalam perkembangan selanjutnya, Ari dijatuhi hukuman dalam perkara kepabeanan tersebut.

Kontroversi itu akhirnya membuat karier Ari di Garuda Indonesia berakhir. Meski demikian, setelah meninggalkan perusahaan tersebut, Ari tetap melanjutkan aktivitas profesionalnya.

Perjalanan Setelah Garuda Indonesia

Setelah tidak lagi menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari tidak berhenti dari dunia korporasi.

Ia kembali beraktivitas di sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan transportasi dan energi.

Salah satu posisi penting yang kemudian diembannya adalah sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Perusahaan tersebut bergerak di bidang transportasi gas dan menjadi bagian dari kelompok usaha yang juga terkait dengan HUMI.

Menurut profil resmi HUMI, sebelum menjabat sebagai Direktur Utama HUMI, Ari juga pernah menjadi CEO PT Sarana Bali Dwipa Jaya, Senior Partner Business Finance di Barid Consultant, serta Partner di PT TRG Investama. (Humi)

Hal tersebut menunjukkan bahwa perjalanan profesionalnya terus berkembang setelah meninggalkan Garuda Indonesia.

Ari Askhara Menjadi Dirut HUMI pada 2026

Perkembangan penting dalam Ari Askhara terbaru 2026 terjadi pada Januari.

Melalui RUPSLB, HUMI menunjuk Ari Askhara sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan Tirta Hidayat dan resmi menduduki jabatan tersebut berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada Januari 2026. (Ketik)

Saat awal menjabat, Ari membawa fokus pada pengembangan bisnis maritim dan energi.

🔖 Baca juga:
Polytron Fox Series 2026: Motor Listrik Murah dengan Fitur Lengkap, Pilihan Ideal untuk Harian

Ia menyampaikan bahwa HUMI akan berfokus pada pertumbuhan pendapatan melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan dengan konsep integrated maritime and energy logistics. (Achmadnurhidayat.id)

Penunjukan tersebut membuat Ari kembali ke sektor yang memiliki hubungan dengan pengalaman sebelumnya di bidang transportasi dan logistik.

Ari Askhara Mundur dari HUMI

Kabar terbaru yang paling penting adalah pengunduran diri Ari Askhara dari posisi Direktur Utama HUMI.

HUMI menerima surat pengunduran diri Ari pada 14 Agustus 2026. Informasi tersebut kemudian disampaikan perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 19 Agustus 2026. (ABC News)

Namun, penting dicatat bahwa pengunduran diri tersebut belum efektif secara final. Pengesahan masih menunggu RUPSLB dengan agenda perubahan susunan pengurus perusahaan. (SuaraGarut.ID)

Dengan demikian, informasi mengenai “Ari Askhara mundur dari HUMI” sebaiknya dipahami sebagai pengajuan pengunduran diri yang telah diterima perusahaan, sementara proses formal untuk mengesahkan perubahan tersebut masih berjalan.

Mengapa Pengunduran Diri Ari Menjadi Sorotan?

Pengunduran diri Ari menarik perhatian karena masa jabatannya sebagai Direktur Utama HUMI relatif singkat.

Ia baru diangkat pada Januari 2026 dan surat pengunduran dirinya diterima pada Agustus 2026. Dengan demikian, masa kepemimpinannya di HUMI berlangsung sekitar tujuh bulan. (idnfinancials.com)

Sebelumnya, pada Februari 2026, Ari juga telah mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama GTS Internasional, anak usaha HUMI. (idnfinancials.com)

HUMI sendiri menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. (SuaraGarut.ID)

Riwayat Jabatan Ari Askhara

Untuk memahami perjalanan profesional Ari Askhara, berikut beberapa posisi penting yang pernah diembannya:

  • Bank Ekspor Impor Indonesia – awal karier pada 1994.
  • Bank Mandiri – berkarier setelah dari Bank Ekspor Impor Indonesia.
  • Deutsche Bank AG – sektor keuangan global.
  • Barclays Capital – sektor keuangan dan investasi.
  • Standard Chartered Singapore – sektor perbankan internasional.
  • ANZ Bank Indonesia – sektor perbankan.
  • Pelindo III – posisi strategis di perusahaan pelabuhan.
  • Wijaya Karya – jajaran manajemen BUMN.
  • Garuda Indonesia – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
  • Pelindo III – Direktur Utama.
  • Garuda Indonesia – Direktur Utama pada 2018.
  • GTS Internasional – Direktur Utama.
  • HUMI – Direktur Utama sejak Januari 2026, dengan pengunduran diri yang masih menunggu pengesahan RUPSLB. (Humi)

Perjalanan Profesional yang Penuh Dinamika

Jika melihat keseluruhan perjalanan Ari Askhara, terdapat satu pola yang cukup jelas, yaitu perpindahan lintas industri.

Ia memulai karier dari bidang keuangan, kemudian masuk ke perusahaan BUMN dan sektor transportasi. Pengalaman di perbankan menjadi modal untuk menangani perusahaan dengan skala lebih besar.

Di Garuda Indonesia, Ari mendapatkan posisi tertinggi sebagai direktur utama. Setelah menghadapi kontroversi dan meninggalkan perusahaan tersebut, ia kembali membangun karier di sektor korporasi.

Pada 2026, ia bahkan kembali memperoleh kepercayaan memimpin perusahaan publik di bidang maritim.

Namun, perjalanan tersebut kembali berubah setelah ia mengajukan pengunduran diri dari HUMI.

Kesimpulan

Ari Askhara terbaru menunjukkan bahwa perjalanan profesionalnya masih menjadi perhatian publik. Sosok dengan nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra tersebut memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan, keuangan internasional, BUMN, pelabuhan, penerbangan, dan maritim.

Ia pernah menjadi Direktur Utama Pelindo III dan mencapai posisi puncak di Garuda Indonesia pada 2018. Setelah meninggalkan Garuda pada 2019, Ari melanjutkan perjalanan di sektor korporasi hingga kemudian dipercaya memimpin HUMI pada Januari 2026. (Humi)

Perkembangan terbaru pada Agustus 2026 adalah diterimanya surat pengunduran diri Ari dari jabatan Direktur Utama HUMI. Meski demikian, status tersebut masih menunggu pengesahan RUPSLB. (idnfinancials.com)

Dengan pengalaman yang mencakup berbagai industri strategis, profil Ari Askhara menjadi salah satu contoh perjalanan karier eksekutif yang penuh perubahan, pencapaian, tantangan, dan kontroversi.

penulis :Nofa oktaviya

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *