22 Agustus 2026
Mengenal Ari Askhara: Biodata, Karier, Prestasi, dan Kontroversi yang Pernah Mencuat

Mengenal Ari Askhara: Biodata, Karier, Prestasi, dan Kontroversi yang Pernah Mencuat

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Ari Askhara merupakan salah satu nama yang pernah menjadi sorotan dalam dunia korporasi dan BUMN Indonesia. Sosok bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini memiliki perjalanan karier yang panjang, mulai dari sektor perbankan, lembaga keuangan internasional, perusahaan pelabuhan, konstruksi, hingga industri penerbangan dan maritim.

Namanya semakin dikenal masyarakat ketika dipercaya menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 2018. Sebelum itu, Ari sudah memiliki pengalaman sebagai eksekutif di sejumlah perusahaan besar. Pada 2026, ia kembali menjadi perhatian setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). (suara.com)

🔖 Baca juga:
Tips Bikin Portofolio Menarik Tanpa Pengalaman: Panduan Pemula Menuju Karir Impian

Namun, perjalanan karier Ari Askhara tidak hanya berisi pencapaian. Namanya juga pernah terseret kontroversi besar ketika menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Berikut pembahasan lengkap mengenai biodata Ari Askhara, pendidikan, perjalanan karier, jabatan, prestasi, hingga kontroversi yang pernah mencuat.

Biodata Ari Askhara

Ari Askhara lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971. Ia dikenal dengan nama Ari Askhara, sementara nama lengkapnya adalah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Dari sisi pendidikan, Ari merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan bidang Administrasi Bisnis dan konsentrasi International Finance. (IDN Times)

Latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan profesional Ari yang sebagian besar berkaitan dengan manajemen, investasi, pembiayaan, risiko, dan pengelolaan perusahaan.

Biodata singkat Ari Askhara

  • Nama lengkap: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
  • Nama populer: Ari Askhara
  • Tempat lahir: Jakarta
  • Tanggal lahir: 13 Oktober 1971
  • Pendidikan: Fakultas Ekonomi UGM dan Universitas Indonesia
  • Bidang keahlian: Keuangan, manajemen, transportasi, logistik, dan maritim
  • Mantan jabatan: Direktur Utama Garuda Indonesia
  • Jabatan di 2026: Direktur Utama HUMI, berdasarkan pengangkatan Januari 2026 (IDN Times)

Awal Karier Ari Askhara di Perbankan

Sebelum masuk ke dunia BUMN, karier Ari Askhara dimulai dari sektor perbankan.

Ia tercatat berkarier di Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005. Lebih dari satu dekade bekerja di sektor perbankan memberikan pengalaman penting dalam bidang keuangan dan pengelolaan bisnis. (IDN Times)

Setelah meninggalkan Bank Mandiri, Ari melanjutkan kariernya di sejumlah lembaga keuangan internasional. Ia pernah menjabat sebagai Vice President di Deutsche Bank, kemudian menjadi Director di Barclays Investment Bank dan Standard Chartered Bank. Ia juga memiliki pengalaman di ANZ Bank Indonesia. (IDN Times)

Pengalaman di institusi finansial tersebut menjadi modal penting ketika Ari mulai memasuki sektor transportasi, logistik, dan BUMN.

Masuk ke Dunia BUMN

Perjalanan Ari di dunia BUMN mulai berkembang ketika ia bergabung dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Sektor pelabuhan memberikan pengalaman baru bagi Ari karena bisnis ini berkaitan erat dengan logistik, perdagangan, transportasi, serta pengelolaan infrastruktur. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di sektor transportasi. (Liputan6.com)

Selain Pelindo, Ari juga pernah bergabung dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem pada 2016 hingga 2017. Jabatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Ari tidak hanya berkaitan dengan keuangan, tetapi juga pengelolaan sumber daya manusia dan organisasi. (IDN Times)

Menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia

Salah satu tahap penting dalam karier Ari Askhara adalah ketika ia masuk ke jajaran manajemen Garuda Indonesia.

Ari pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia pada periode 2014–2016. Posisi tersebut membuatnya memahami secara langsung tantangan industri penerbangan dari sisi finansial dan risiko. (Liputan6.com)

Industri penerbangan membutuhkan pengelolaan keuangan yang sangat hati-hati. Biaya bahan bakar, perawatan pesawat, pengadaan armada, tenaga kerja, serta pembukaan dan pengelolaan rute menjadi bagian dari tantangan bisnis maskapai.

Pengalaman Ari di sektor perbankan dan keuangan internasional menjadi salah satu bekal yang relevan untuk menjalankan tugas tersebut.

Menjadi Direktur Utama Pelindo III

Pada Mei 2017, Ari dipercaya menjadi Direktur Utama Pelindo III. Penunjukan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di lingkungan BUMN. (Liputan6.com)

Sebagai direktur utama, Ari bertanggung jawab terhadap strategi dan operasional perusahaan pelabuhan yang memiliki peran penting dalam jaringan logistik Indonesia.

Pengalaman di Pelindo juga memperkuat rekam jejak Ari sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman lintas sektor.

Puncak Karier: Direktur Utama Garuda Indonesia

Pada September 2018, Ari Askhara kembali ke Garuda Indonesia. Kali ini bukan sebagai direktur keuangan, melainkan sebagai Direktur Utama.

🔖 Baca juga:
Hasil Tiongkok Terbuka 2026 Hari Ini: Skor Lengkap, Klasemen, dan Update Terbaru

Penunjukan tersebut membuat nama Ari semakin dikenal publik. Ia dipercaya memimpin salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia. (Liputan6.com)

Sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari menghadapi berbagai tantangan, termasuk meningkatkan kinerja perusahaan, efisiensi, pelayanan, serta menghadapi persaingan industri penerbangan.

Pada masa kepemimpinannya, Garuda Indonesia juga melakukan sejumlah langkah bisnis dan kerja sama. Namun, periode tersebut akhirnya diwarnai kontroversi yang membuat perjalanan karier Ari berubah drastis.

Kontroversi Harley-Davidson dan Brompton

Kontroversi terbesar yang membuat Ari Askhara dikenal luas terjadi pada akhir 2019.

Sebuah pesawat Airbus A330-900neo Garuda Indonesia yang baru dikirim dari Toulouse, Prancis, menjadi sorotan setelah ditemukan sepeda motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan hukum dan tata kelola perusahaan. Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir, memberhentikan Ari dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia pada Desember 2019. (IDN Times)

Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan karier Ari. Setelah sebelumnya menduduki posisi puncak di salah satu BUMN besar, ia harus meninggalkan jabatannya.

Penting untuk membedakan antara pemberhentian dari jabatan dan proses hukum yang berlangsung setelahnya. Kasus tersebut kemudian berlanjut ke pengadilan.

Proses Hukum

Kontroversi terkait Harley-Davidson dan Brompton kemudian masuk ke proses hukum.

Pada 2021, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan putusan terhadap Ari dalam perkara tersebut. Berdasarkan pemberitaan yang dirangkum IDN Times, Ari dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan selama 20 bulan. (IDN Times)

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari catatan publik mengenai perjalanan Ari Askhara.

Dari sisi karier, kasus tersebut memberikan dampak besar karena membuatnya kehilangan posisi sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Dari sisi pemberitaan, kasus tersebut juga membuat nama Ari terus dikaitkan dengan salah satu kontroversi terbesar yang pernah terjadi di perusahaan penerbangan nasional tersebut.

Karier Ari Askhara Setelah Garuda

Setelah tidak lagi memimpin Garuda Indonesia, Ari tetap melanjutkan aktivitasnya di dunia korporasi.

Ia kemudian tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI), perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi gas. Pengalaman tersebut masih berkaitan dengan sektor transportasi, energi, dan maritim. (IDN Times)

Perjalanan tersebut kemudian membawanya kembali ke perusahaan yang bergerak di sektor maritim.

Ari Askhara Menjadi Dirut HUMI

Pada Januari 2026, nama Ari Askhara kembali muncul dalam pemberitaan nasional.

Melalui RUPSLB, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menunjuk Ari Askhara sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan Tirta Hidayat. (suara.com)

Penunjukan ini menarik perhatian karena HUMI bergerak di bidang jasa maritim dan logistik energi. Dengan pengalaman Ari di Pelindo, Garuda, GTSI, dan sektor keuangan, perusahaan berharap pengalaman tersebut dapat mendukung pengembangan bisnis.

Ari juga menyampaikan fokus pada pertumbuhan pendapatan yang sehat dan berkelanjutan, diversifikasi bisnis, serta penguatan tata kelola perusahaan. (FORTUNE Indonesia)

🔖 Baca juga:
Sopir Taksi Hijau Baru 2 Hari Kerja Diduga Pemicu Kecelakaan KRL Bekasi, Fakta Mengejutkan Terungkap

Prestasi dan Pengalaman Profesional

Jika membahas prestasi Ari Askhara, perlu dilihat dari sisi perjalanan profesionalnya.

Salah satu pencapaian penting adalah kemampuannya menempati posisi strategis di berbagai perusahaan besar. Ia pernah bekerja di Bank Mandiri dan lembaga keuangan internasional, kemudian dipercaya menjadi bagian dari jajaran direksi perusahaan BUMN.

Ia juga pernah menjadi Direktur Utama Pelindo III dan kemudian Direktur Utama Garuda Indonesia. Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang pernah diberikan kepada Ari sebagai seorang eksekutif. (IDN Times)

Pengalaman lintas industri juga menjadi salah satu kekuatan profesional Ari. Ia memiliki pengalaman dalam perbankan, keuangan, pelabuhan, konstruksi, penerbangan, dan maritim.

Fakta Menarik tentang Ari Askhara

Ada sejumlah fakta menarik yang dapat melengkapi profil Ari Askhara.

Pertama, Ari memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan yang kuat. Ia merupakan lulusan UGM dan kemudian mendapatkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia. (IDN Times)

Kedua, kariernya tidak hanya berlangsung di Indonesia. Ia pernah bekerja di sejumlah institusi keuangan internasional seperti Deutsche Bank, Barclays, dan Standard Chartered. (IDN Times)

Ketiga, Ari memiliki pengalaman memimpin perusahaan di sektor yang berbeda. Ia pernah memimpin Pelindo III, Garuda Indonesia, dan kemudian dipercaya memimpin HUMI.

Keempat, perjalanan kariernya pernah mengalami perubahan besar akibat kontroversi Garuda Indonesia pada 2019.

Kelima, pada awal 2026 ia kembali mendapat kepercayaan menduduki jabatan direktur utama perusahaan publik melalui penunjukannya di HUMI. (suara.com)

Rangkuman Jabatan Ari Askhara

Untuk memudahkan pembaca memahami perjalanan profesionalnya, berikut beberapa posisi penting yang pernah diemban Ari Askhara:

PeriodeJabatan/Perusahaan
1994–2005Bank Mandiri
2006–2008Deutsche Bank
2008–2009Barclays Investment Bank
2009–2011Standard Chartered
2014–2016Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia
2016–2017Direktur Human Capital & Pengembangan Sistem Wijaya Karya
2017–2018Direktur Utama Pelindo III
2018–2019Direktur Utama Garuda Indonesia
Setelah GarudaDirektur Utama GTS Internasional
Januari 2026Direktur Utama HUMI

Rangkaian tersebut memperlihatkan betapa panjangnya perjalanan karier Ari Askhara di dunia korporasi Indonesia. (IDN Times)

Kesimpulan

Mengenal Ari Askhara berarti melihat perjalanan seorang eksekutif dengan pengalaman luas di sektor keuangan, BUMN, transportasi, penerbangan, dan maritim.

Dengan nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Ari memulai karier dari sektor perbankan sebelum masuk ke berbagai lembaga keuangan internasional. Setelah itu, ia menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan BUMN, termasuk Pelindo III, Wijaya Karya, dan Garuda Indonesia. (IDN Times)

Puncak kariernya terjadi ketika dipercaya menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018. Namun, masa kepemimpinannya berakhir pada 2019 setelah kontroversi terkait Harley-Davidson dan Brompton yang diangkut menggunakan pesawat Garuda.

Setelah meninggalkan Garuda, Ari kembali berkiprah di sektor korporasi hingga akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Utama HUMI pada Januari 2026. (suara.com)

Dengan perjalanan yang penuh pencapaian sekaligus kontroversi, Ari Askhara menjadi sosok yang menarik untuk dibahas dalam konteks perkembangan dunia BUMN dan korporasi Indonesia.

penulis :Nofa oktaviya

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *