Kadis Dinas Pendidikan Lampung Tengah menegaskan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan meski tragedi kelengkeng MBG mengguncang komunitas sekolah. Pada hari Selasa (22/9/2026), anak berusia sembilan tahun, Reyhan Arisyah Putra, meninggal dunia akibat tersedak biji buah kelengkeng yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini menimbulkan shock mendalam bagi semua pihak yang terlibat, termasuk guru, siswa, dan keluarga korban.
Reaksi Instansi dan Dukungan Moril
Setelah menutup acara pemakaman, Nur Rohman, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah, memimpin rombongan dinas, aparatur pekon, serta pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk bertakziah ke rumah duka pada Rabu (23/9/2026). Kedatangan jajaran dinas pendidikan ke kediaman almarhum bertujuan memberikan dukungan moral dan penguatan mental secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Nur Rohman menyatakan, “Ini adalah musibah bagi kita semua atas apa yang terjadi kemarin. Mudah‑mudahan almarhum insya Allah diterima di sisi‑Nya.”
Di tempat peristiwa, Nur Rohman menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa jajaran pendidikan di Lampung Tengah. Ia menegaskan bahwa kematian almarhum dalam usia di bawah baligh dan tengah menuntut ilmu menambah kedalaman kesedihan bagi semua pihak. “Apalagi almarhum meninggal dalam usia di bawah baligh dan tengah menuntut ilmu, tentu ini menjadi kesedihan yang mendalam bagi kita semua,” ujarnya.
Pengakuan Dampak Trauma bagi Guru dan Siswa
Dinas Pendidikan mengakui bahwa insiden tersebut memicu trauma dan rasa syok berat bagi para guru serta rekan‑rekan sesama siswa di sekolah. Pihak dinas memfasilitasi pendampingan psikologis bagi tenaga pendidik dan siswa yang terdampak. Selain itu, Nur Rohman menginstruksikan para tenaga pendidik untuk saling menguatkan satu sama lain agar proses pembelajaran siswa lainnya dapat terus berlangsung.
Penguatan psikologis ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi emosional setiap individu. Guru yang mengalami tekanan emosional diharapkan dapat menerima dukungan dari rekan sejawat dan tenaga profesional. Sementara itu, siswa yang mengalami kebingungan dan ketakutan diharapkan dapat diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka secara terbuka.
Peran Kepala Sekolah dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) turut berperan penting dalam proses pemulihan. Melalui koordinasi dengan dinas pendidikan, K3S membantu menyiapkan program pelatihan bagi guru mengenai cara menangani trauma siswa. Selain itu, K3S juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan lingkungan belajar tetap aman dan nyaman.
Penguatan mental ini tidak hanya terbatas pada guru, tetapi juga melibatkan seluruh staf sekolah. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan suasana yang mendukung proses pembelajaran tetap berjalan, meski dalam kondisi emosional yang sulit.
Implikasi Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tragedi kelengkeng MBG menimbulkan pertanyaan tentang keamanan program tersebut. Meskipun tidak ada informasi tambahan mengenai revisi kebijakan, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap makanan yang disajikan di sekolah. Nur Rohman menekankan bahwa setiap kebijakan program harus disesuaikan dengan standar keselamatan dan kesehatan yang berlaku.
Selain itu, insiden ini menyoroti perlunya pelatihan bagi staf yang bertanggung jawab menyiapkan dan menyajikan makanan. Dengan pelatihan yang memadai, risiko tersedak dapat diminimalkan, sehingga program Makan Bergizi Gratis dapat terus berfungsi sebagai upaya meningkatkan gizi siswa tanpa menimbulkan risiko baru.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Kadis Dinas Pendidikan Lampung Tengah menegaskan bahwa meski tragedi kelengkeng MBG mengguncang komunitas sekolah, proses belajar mengajar tetap berjalan. Dukungan moral, pendampingan psikologis, dan penguatan mental menjadi kunci dalam memulihkan kondisi emosional guru dan siswa. Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kesehatan anak, namun harus disertai dengan kebijakan keamanan yang lebih ketat.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak di dunia pendidikan. Dengan memperkuat sistem pendukung emosional dan meningkatkan standar keamanan dalam penyediaan makanan, harapannya tragedi serupa tidak akan terulang kembali. Semua pihak diharapkan dapat bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa secara holistik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1218946/usai-tragedi-kelengkeng-mbg-kadisdikbud-lampung-tengah-pastikan-kbm-tetap-berjalan, without altering the facts of the original article.