Stasiun Tawang di Semarang kembali beroperasi setelah menjalani revitalisasi sekaligus melestarikan bangunan bersejarahnya. Presiden Prabowo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, hadir dalam acara peresmian yang menandai tahap pertama revitalisasi stasiun ini.
Momen Penentu di Menit Akhir
Revitalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi sekaligus melestarikan bangunan bersejarah. Seusai peresmian, Ahmad Luthfi mengatakan, Stasiun Semarang Tawang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi kereta api, tetapi juga merupakan bangunan bersejarah yang harus dijaga kelestariannya. “Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api,” kata Ahmad Luthfi. Setali tiga uang, Presiden Prabowo menyatakan, revitalisasi stasiun-stasiun bersejarah merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan bangsa. Prabowo mengapresiasi langkah cepat PT KAI dalam merevitalisasi Stasiun Semarang Tawang.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pemugaran dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter asli dan nilai sejarah bangunan. Revitalisasi tahap pertama dikerjakan selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Pekerjaan meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, aula utama, dan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir rob. Pemugaran juga dilakukan untuk mengembalikan fasad stasiun sesuai rancangan aslinya. Proses tersebut melibatkan tim ahli cagar budaya, agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan pelestarian bangunan bersejarah.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Karena merupakan bangunan bersejarah, Stasiun Semarang Tawang harus dijaga kelestariannya. Selain itu, revitalisasi ini juga meningkatkan pelayanan transportasi di stasiun ini. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati keindahan bangunan bersejarah ini sambil menunggu kereta api.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Bangunan rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Revitalisasi ini merupakan langkah awal untuk melestarikan warisan bangsa. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. “Revitalisasi stasiun-stasiun bersejarah ini merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa,” kata Fadli Zon.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1261560/ahmad-luthfi-stasiun-tawang-bukan-sekadar-sarana-transportasi-tapi-juga-warisan-sejarah, without altering the facts of the original article.