Ajax Amsterdam: Profil Klub, Sejarah, Prestasi, dan Skuad Terbaru
Ajax Amsterdam merupakan salah satu klub sepak bola paling terkenal di Eropa. Berbasis di Amsterdam, Belanda, Ajax memiliki sejarah panjang, tradisi akademi yang kuat, serta reputasi sebagai klub yang mampu melahirkan banyak pemain bintang.
Dengan identitas sepak bola menyerang dan filosofi pengembangan pemain muda, Ajax menjadi klub yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola Belanda. Klub berjuluk De Godenzonen ini juga merupakan salah satu tim tersukses di Eredivisie.
Memasuki musim 2026/2027, Ajax memulai era baru bersama pelatih asal Spanyol, Míchel Sánchez, dan kembali berusaha bersaing di level domestik maupun Eropa.
Profil Ajax Amsterdam
Ajax didirikan pada 18 Maret 1900 di Amsterdam. Klub ini awalnya dibentuk oleh sekelompok teman di sebuah kafe di pusat kota Amsterdam. Dalam perkembangannya, Ajax berubah menjadi salah satu klub terbesar di Belanda dan Eropa.
Nama lengkap klub adalah Amsterdamsche Football Club Ajax, sementara nama Ajax diambil dari tokoh mitologi Yunani.
Ajax memiliki warna kebesaran putih dan merah. Seragam kandang ikoniknya menampilkan warna putih dengan garis merah vertikal di bagian tengah. Identitas tersebut telah menjadi salah satu desain jersey paling mudah dikenali dalam sepak bola dunia.
Saat ini, Ajax memainkan pertandingan kandang di Johan Cruijff ArenA, stadion modern yang menjadi markas klub sejak 1996.
Sejarah Ajax Amsterdam
Sejarah Ajax Amsterdam tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sepak bola Belanda. Setelah didirikan pada 1900, Ajax membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum berhasil mencapai kompetisi divisi utama.
Ajax mendapatkan promosi ke divisi pertama pada 1911 dan kemudian memenangkan gelar nasional pertamanya pada 1918. Pelatih Jack Reynolds menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan awal klub.
Memasuki era 1930-an, Ajax mulai menunjukkan dominasinya di sepak bola Belanda. Klub memenangkan lima gelar liga pada dekade tersebut.
Namun, periode paling ikonik dalam sejarah Ajax datang pada awal 1970-an. Di bawah filosofi sepak bola yang kemudian dikenal sebagai Total Football, Ajax memenangkan tiga gelar European Cup secara beruntun pada 1971, 1972, dan 1973.
Era tersebut juga identik dengan nama Johan Cruyff, salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.
Ajax kembali mencapai puncak Eropa pada 1995. Dengan Louis van Gaal sebagai pelatih dan generasi pemain muda seperti Patrick Kluivert, Clarence Seedorf, Edgar Davids, serta Edwin van der Sar, Ajax memenangkan Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan di final.
Prestasi Ajax Amsterdam
Ajax merupakan klub tersukses di Belanda dalam hal gelar liga. Hingga gelar terakhir pada 2022, Ajax telah memenangkan 36 gelar Eredivisie, sebuah rekor nasional.
Selain gelar liga, Ajax juga mempunyai koleksi trofi domestik dan internasional yang sangat lengkap.
Prestasi utama Ajax antara lain:
- 36 gelar Liga Belanda
- 20 KNVB Beker
- 9 Johan Cruijff Schaal
- 4 European Cup/UEFA Champions League
- 1 UEFA Cup
- 1 European Cup Winners’ Cup
- 2 Piala Dunia Antarklub
- 3 European Super Cup
Empat gelar European Cup atau Liga Champions Ajax diraih pada 1971, 1972, 1973, dan 1995.
Catatan tersebut membuat Ajax termasuk kelompok klub Eropa yang pernah memenangkan kompetisi klub terbesar di benua tersebut beberapa kali.
Filosofi Sepak Bola Ajax
Salah satu alasan Ajax memiliki pengaruh besar di dunia sepak bola adalah filosofi permainannya.
Ajax dikenal dengan gaya bermain yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan pemain, pressing, teknik, serta keberanian memainkan pemain muda.
Filosofi tersebut sering dikaitkan dengan konsep Total Football yang berkembang kuat di Belanda pada era 1970-an.
Namun, kekuatan Ajax bukan hanya pada tim senior. Klub ini juga mempunyai akademi terkenal bernama De Toekomst.
Akademi tersebut telah menghasilkan banyak pemain berkualitas, termasuk Johan Cruyff, Marco van Basten, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp, Patrick Kluivert, Wesley Sneijder, dan banyak pemain lainnya.
Model pembinaan tersebut membuat Ajax dikenal sebagai klub yang tidak hanya membeli pemain, tetapi juga mengembangkan talenta dari usia muda.
Pelatih Ajax Terbaru
Memasuki musim 2026/2027, Ajax memasuki era baru di bawah Míchel Sánchez.
Míchel ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Ajax dengan kontrak selama dua musim hingga 30 Juni 2028. Ia datang dengan ambisi membawa Ajax kembali bersaing untuk meraih gelar di Belanda dan Eropa.
Debut resmi Míchel bersama Ajax terjadi pada kualifikasi UEFA Conference League melawan FK Vojvodina pada Juli 2026. Ajax memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 4-1.
Pergantian pelatih tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam proyek Ajax untuk musim 2026/2027.
Skuad Ajax Terbaru 2026/2027
Skuad Ajax musim 2026/2027 memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Beberapa nama yang tercantum dalam skuad utama Ajax saat ini antara lain:
Penjaga Gawang
- Joeri Heerkens
- Maarten Paes
Bek
- Lucas Rosa
- Anton Gaaei
- Ko Itakura
- Owen Wijndal
- Youri Baas
- Josip Šutalo
- Aaron Bouwman
Gelandang
- Youri Regeer
- Oscar Gloukh
- Davy Klaassen
- Jorthy Mokio
Penyerang
- Maher Carrizo
- Kasper Dolberg
- Mika Godts
- Oliver Edvardsen
- Don-Angelo Konadu
- Steven Berghuis
- Rayane Bounida
Daftar tersebut berdasarkan skuad Ajax 1 yang tercantum di situs resmi klub dan dapat berubah selama bursa transfer berlangsung.
Pemain Kunci Ajax
Salah satu nama berpengalaman dalam skuad Ajax adalah Davy Klaassen. Gelandang tersebut memiliki hubungan panjang dengan klub dan menjadi salah satu pemain senior dalam tim.
Di lini depan, Kasper Dolberg kembali menjadi salah satu nama yang menarik perhatian. Ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda Ajax sebelum melanjutkan karier ke luar Belanda.
Ajax juga memiliki sejumlah pemain muda seperti Jorthy Mokio dan Rayane Bounida. Kehadiran mereka mencerminkan tradisi klub dalam memberikan kesempatan kepada pemain muda.
Sementara itu, Oscar Gloukh menjadi salah satu pemain yang diharapkan dapat memberikan kreativitas di lini tengah.
Perjalanan Ajax pada Musim 2026/2027
Ajax memulai musim 2026/2027 dengan cukup positif. Dalam pertandingan pembuka Eredivisie, Ajax mengalahkan PEC Zwolle dengan skor 2-0. Gol dicetak oleh Jorthy Mokio dan Julian Brandt.
Di kompetisi Eropa, Ajax juga mengawali kiprahnya di UEFA Conference League. Setelah menang 4-1 atas FK Vojvodina pada laga tandang, Ajax kemudian mengalahkan Shelbourne 3-1 pada leg berikutnya.
Hasil tersebut menjadi modal positif bagi tim asuhan Míchel untuk menjalani musim yang panjang.
Target Ajax tentu tidak hanya sekadar tampil kompetitif. Sebagai klub dengan sejarah besar, mereka selalu memiliki ambisi untuk bersaing memperebutkan trofi domestik sekaligus melangkah sejauh mungkin di kompetisi Eropa.
Ajax dan Tradisi Melahirkan Bintang
Salah satu keunikan Ajax adalah kemampuannya menghasilkan pemain berkualitas secara berkelanjutan.
Akademi De Toekomst menjadi bagian penting dari sistem tersebut. Para pemain muda mendapatkan pembinaan teknis dan pemahaman mengenai filosofi permainan Ajax sejak usia dini.
Tradisi ini membuat banyak pemain Ajax kemudian menjadi bintang di klub besar Eropa.
Bahkan, sejumlah pemain yang pernah dibina Ajax kemudian menjadi pemain penting bagi tim nasional Belanda. Hal tersebut memperkuat posisi Ajax sebagai salah satu pusat pengembangan talenta sepak bola dunia.
Kesimpulan
Ajax Amsterdam adalah klub dengan sejarah panjang dan prestasi luar biasa. Didirikan pada 1900, Ajax berkembang dari klub Amsterdam menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Belanda dan Eropa.
Dengan 36 gelar liga Belanda dan empat trofi Liga Champions, Ajax memiliki koleksi prestasi yang menunjukkan statusnya sebagai salah satu klub elite dunia.
Memasuki musim 2026/2027, Ajax memulai era baru bersama Míchel Sánchez. Skuadnya memadukan pemain berpengalaman seperti Davy Klaassen dan Steven Berghuis dengan talenta muda yang menjadi bagian dari tradisi akademi klub.
Dengan filosofi sepak bola yang kuat, akademi terkenal, serta dukungan suporter yang besar, Ajax Amsterdam tetap menjadi klub yang menarik untuk diikuti. Musim 2026/2027 pun menjadi kesempatan bagi Ajax untuk kembali membangun kejayaan dan bersaing memperebutkan trofi di Belanda maupun Eropa.
penulis: anisa zahra sabrina f.