**Ayah Aniaya Anak, Malah Dicokok Polisi karena Cari Simpati Mantan Istri** **Membangun Harmonisasi Keluarga yang Sebenarnya** Penganiayaan terhadap anak laki-laki berusia 5 tahun oleh ayah kandungnya sendiri telah mengejutkan masyarakat. Video penganiayaan tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Kini, ayah kandung tersebut, Dayat alias Pepi (28), telah ditangkap polisi karena motif yang tidak pernah terbayangkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Penganiayaan terhadap anak laki-laki tersebut dilakukan untuk mendapatkan simpati atau empati dari ibu korban, Rika (23). Terduga pelaku, Dayat alias Pepi, telah bercerai dengan ibu korban, Rika, namun masih memiliki keinginan untuk kembali rujuk dengan Rika. Dayat disebut telah berulang kali melakukan penganiayaan terhadap anaknya, karena merasa kesal terhadap korban yang sering membandingkan perlakuan dari kedua orang tuanya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian adalah sebagai berikut: Pada Minggu (26/7/2026), bocah berusia 5 tahun dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. Video penganiayaan tersebut kemudian viral di media sosial. Peristiwa penganiayaan itu kemudian dilaporkan ke polisi dua hari kemudian. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku bernama Dayat alias Pepi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat pada Kamis (30/7/2026). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kasus ini mengemuka ke publik setelah rekaman video aksi kekerasan itu viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, seorang lelaki dewasa tampak menampar, menjambak, hingga menarik paksa korban yang menangis dengan kondisi hidung serta mulut mengeluarkan darah. Ibu korban, Rika (23), menegaskan bahwa aksi penganiayaan terhadap buah hatinya tersebut bukan pertama kali terjadi. Rika juga mengungkapkan bahwa mantan suaminya, Dayat, telah melakukan hal yang sama beberapa kali sebelumnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masih banyak orang tua yang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua yang baik. Dalam kesimpulan, kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun harmonisasi keluarga yang sebenarnya. Kami berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang untuk menjadi orang tua yang baik dan untuk memberikan perlindungan yang cukup kepada anak-anak mereka. **Keyword utama dari judul**: Ayah Aniaya Anak **Muncul 6-9x secara natural di seluruh artikel**: Ayah, Anak, Aniaya, Polisi, Simpati, Mantan Istri, Keluarga, Perlindungan **Variasi semantik/sinonim**: Ayah, Bapak, Kandung, Tua, Anak, Remaja, Korban, Pelaku, Orang Tua, Ibu **Panjang artikel**: 900-1200 kata
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/news/1214948/ayah-aniaya-anak-demi-cari-simpati-mantan-istri-agar-mau-rujuk-malah-dicokok-polisi, without altering the facts of the original article.