Bali United kembali bersiap menghadapi persaingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. Klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut membawa sejumlah perubahan setelah hasil musim sebelumnya belum sesuai harapan. Perombakan skuad, kedatangan beberapa pemain baru, serta persiapan bersama pelatih Johnny Jansen menjadi bagian dari upaya Bali United untuk kembali bersaing di papan atas.
Musim 2026/2027 juga menjadi kesempatan bagi Bali United untuk memperbaiki performa setelah hanya mengakhiri kompetisi sebelumnya di posisi kedelapan. Dari 34 pertandingan, Bali United mencatat 14 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 11 kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki jika klub ingin kembali menjadi kandidat juara.
Performa Bali United pada Musim Sebelumnya
Perjalanan Bali United pada musim 2025/2026 berlangsung cukup naik turun. Tim mampu meraih sejumlah kemenangan penting, tetapi kehilangan poin dalam beberapa pertandingan membuat posisi mereka tertahan di papan tengah.
Masalah konsistensi terlihat terutama dalam pertandingan kandang. Dari 17 laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United hanya meraih enam kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan. Catatan tersebut menjadi perhatian serius karena pertandingan kandang seharusnya menjadi salah satu sumber poin terbesar bagi klub yang ingin bersaing di papan atas.
Pelatih Johnny Jansen menyadari persoalan tersebut. Untuk musim baru, ia menargetkan Bali United bisa meraih lebih banyak kemenangan di kandang. Menurutnya, dukungan suporter dapat menjadi faktor tambahan untuk membantu tim tampil lebih kuat ketika bermain di hadapan publik sendiri.
Perbaikan performa kandang akan menjadi salah satu kunci perjalanan Bali United. Jika mampu mengubah sejumlah hasil imbang menjadi kemenangan dan mengurangi kekalahan, perolehan poin klub berpotensi meningkat secara signifikan.
Johnny Jansen dan Proyek Musim Baru
Johnny Jansen memasuki musim keduanya sebagai pelatih Bali United. Pengalaman pada musim pertama memberikan kesempatan bagi pelatih asal Belanda tersebut untuk memahami karakter pemain, kompetisi Indonesia, serta kebutuhan tim.
Pada musim baru, Jansen mendapatkan dukungan melalui perekrutan sejumlah pemain anyar. Manajemen tidak hanya memperkuat satu sektor, tetapi melakukan penambahan kualitas di lini depan, tengah, dan belakang.
Jansen juga menilai kualitas skuad Bali United mengalami peningkatan. Salah satu indikasinya adalah keberadaan sejumlah pemain asing dengan karakter berbeda. Pelatih berharap mereka dapat memberikan variasi permainan sekaligus meningkatkan persaingan internal dalam tim.
Perubahan tersebut membuat musim 2026/2027 menjadi ujian penting bagi Jansen. Ia tidak lagi hanya dituntut membangun fondasi tim, tetapi juga menghasilkan performa yang lebih konsisten.
Skuad Bali United Musim 2026/2027
Komposisi skuad Bali United mengalami sejumlah perubahan menjelang musim baru. Beberapa pemain baru didatangkan untuk meningkatkan kedalaman tim.
Di lini depan, salah satu rekrutan yang mendapat perhatian adalah Jort van der Sande. Penyerang asal Belanda tersebut didatangkan untuk memperkuat sektor serangan Bali United. Pemain berusia 30 tahun itu diharapkan mampu memberikan pengalaman serta pilihan tambahan di lini depan.
Bali United juga merekrut Remco Balk. Pemain tersebut menjadi bagian dari upaya klub meningkatkan kreativitas dan variasi serangan. Selain itu, ada Queven da Silva Inacio yang didatangkan untuk memperkuat sektor tengah. Ketiga pemain tersebut menjadi bagian dari perubahan komposisi pemain asing Bali United.
Sektor pertahanan juga mendapat tambahan melalui kedatangan Tim Henri Victor Geypens. Bek kiri berusia 21 tahun tersebut memiliki pengalaman bermain di Belanda dan juga merupakan bagian dari Timnas Indonesia. Kehadirannya diharapkan menambah kedalaman lini belakang sekaligus memberikan opsi baru bagi Jansen.
Selain pemain baru, Bali United masih memiliki sejumlah pemain lokal penting. Kadek Arel, Kadek Agung, Ricky Fajrin, Irfan Jaya, Rahmat Arjuna, Made Tito, dan Jens Raven merupakan beberapa nama yang dapat menjadi bagian dari kekuatan Serdadu Tridatu.
Kombinasi pemain lokal dan asing tersebut menjadi modal bagi Bali United untuk membangun tim yang lebih kompetitif.
Kepergian Boris Kopitovic
Salah satu perubahan penting dalam skuad adalah kepergian Boris Kopitovic. Penyerang asal Montenegro tersebut tidak memperpanjang kontraknya untuk musim 2026/2027.
Selama 18 bulan bersama Bali United, Kopitovic mencatat 47 penampilan dengan 14 gol dan lima assist. Pada musim 2025/2026 saja, ia tampil dalam 32 pertandingan dan mencetak delapan gol serta tiga assist.
Kepergiannya membuat lini depan Bali United harus menemukan kombinasi baru. Kehadiran Jort van der Sande dan pemain-pemain ofensif lainnya diharapkan dapat mengisi ruang yang ditinggalkan Kopitovic.
Situasi ini sekaligus menjadi tantangan bagi Jansen. Produktivitas gol merupakan salah satu faktor penting jika Bali United ingin bersaing dengan klub-klub papan atas.
Persiapan Melalui Dewata Challenge Series
Sebelum kompetisi resmi dimulai, Bali United mengikuti Dewata Challenge Series 2026. Turnamen pramusim tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 13 hingga 18 Agustus 2026 dan melibatkan Bali United, Persib Bandung, serta Sabah FC dari Malaysia.
Ajang ini menjadi kesempatan bagi Jansen untuk menguji pemain baru sekaligus melihat perkembangan taktik tim. Bali United menghadapi Sabah FC pada 13 Agustus, kemudian dijadwalkan bertemu Persib Bandung pada 18 Agustus.
Jansen menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi target dalam turnamen tersebut. Namun, tujuan utama adalah meningkatkan performa individu pemain dan permainan kolektif tim. Ia juga menyebut adanya perkembangan dibandingkan musim sebelumnya, terutama dalam persiapan strategi menyerang.
Pertandingan pramusim menjadi sangat penting karena pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami sistem permainan. Semakin cepat proses adaptasi berlangsung, semakin besar peluang Bali United tampil konsisten ketika kompetisi resmi dimulai.
Target Bali United Musim 2026/2027
Target Bali United musim ini jelas lebih tinggi dibandingkan pencapaian sebelumnya. Setelah finis di posisi kedelapan, Serdadu Tridatu ingin kembali masuk persaingan papan atas.
Bahkan, Johnny Jansen menyampaikan ambisi untuk memburu gelar juara. Kepercayaan diri tersebut muncul setelah melihat kualitas skuad yang dinilai meningkat dibandingkan musim sebelumnya.
Namun, target juara tentu membutuhkan konsistensi sepanjang musim. Bali United tidak cukup hanya mengalahkan tim-tim besar. Mereka juga harus mampu mengamankan poin ketika menghadapi klub yang berada di papan tengah atau bawah.
Kemenangan kandang akan menjadi salah satu fondasi utama. Manajemen dan tim pelatih berharap Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali menjadi tempat yang sulit ditaklukkan lawan.
Jadwal Awal Bali United
Kompetisi musim 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada September. Bali United akan membuka perjalanan dengan pertandingan kandang menghadapi PSS Sleman pada Jumat, 4 September 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama Bali United untuk mengawali musim dengan kemenangan di depan pendukung sendiri. Hasil positif pada laga pembuka tentu dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus menjadi modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Jadwal kompetisi yang panjang juga menuntut kedalaman skuad. Pemain harus mampu menjaga kondisi fisik, sementara pelatih perlu melakukan rotasi secara tepat.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Ada beberapa tantangan besar yang menunggu Bali United. Pertama adalah konsistensi. Performa yang tidak stabil menjadi salah satu alasan klub gagal menembus papan atas pada musim sebelumnya.
Kedua adalah adaptasi pemain baru. Kedatangan sejumlah pemain asing memang meningkatkan kualitas di atas kertas, tetapi mereka tetap membutuhkan waktu untuk memahami gaya bermain dan karakter kompetisi Indonesia.
Ketiga adalah produktivitas lini depan. Kepergian Kopitovic membuat Bali United harus memastikan pemain baru mampu memberikan kontribusi gol.
Keempat adalah tekanan target. Dengan pengalaman menjadi juara Liga 1, ekspektasi terhadap Bali United selalu tinggi. Jansen harus mampu mengelola tekanan tersebut sekaligus menjaga fokus pemain sepanjang musim.
Peluang Bali United Kembali ke Papan Atas
Jika melihat perubahan skuad dan target klub, Bali United memiliki peluang untuk memperbaiki posisi. Kedatangan Jort van der Sande, Remco Balk, Queven Inacio, dan Tim Geypens memberikan tambahan pilihan bagi Jansen.
Selain itu, keberadaan pemain lokal yang sudah mengenal sistem klub dapat membantu proses adaptasi. Jika kombinasi pemain lama dan baru berjalan baik, Bali United berpotensi tampil lebih solid.
Namun, persaingan papan atas tetap tidak mudah. Klub-klub lain juga melakukan pembenahan sehingga selisih kualitas antartim dapat sangat tipis. Setiap poin akan menjadi penting dalam menentukan posisi akhir klasemen.
Penutup
Bali United memasuki musim 2026/2027 dengan semangat untuk bangkit. Posisi kedelapan pada musim sebelumnya menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk tampil lebih baik.
Perubahan skuad, kehadiran sejumlah pemain baru, serta pengalaman Johnny Jansen menjadi modal penting. Target klub juga meningkat, dari sekadar memperbaiki posisi menjadi kembali bersaing di papan atas, bahkan membidik gelar juara.
Kunci keberhasilan Bali United akan terletak pada konsistensi. Jika Serdadu Tridatu mampu memperkuat performa kandang, menjaga produktivitas gol, memaksimalkan pemain baru, dan mengurangi kehilangan poin, peluang untuk kembali menjadi penantang serius di kompetisi nasional akan semakin terbuka.
Musim 2026/2027 pun menjadi babak baru bagi Bali United. Dengan dukungan suporter di Pulau Dewata dan skuad yang semakin kompetitif, perjalanan Serdadu Tridatu layak menjadi salah satu yang paling menarik untuk diikuti di sepak bola Indonesia.
penulis: Novita Sari