Bank Perekonomian Rakyat (BPR) merupakan salah satu jenis lembaga perbankan yang memiliki peran penting dalam menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bagi sebagian masyarakat, istilah BPR mungkin masih terdengar kurang familiar dibandingkan bank umum. Padahal, BPR telah lama menjadi bagian dari sistem perbankan Indonesia dan memiliki karakteristik layanan yang berbeda.
Perubahan nama dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat juga membuat masyarakat perlu memahami kembali pengertian, fungsi, jenis, serta cara kerja BPR.
Apa Itu Bank Perekonomian Rakyat?
Bank Perekonomian Rakyat atau BPR adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, tetapi tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara langsung seperti bank umum.
BPR memiliki fokus utama pada penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan atau kredit.
Dalam praktiknya, BPR dapat menyediakan berbagai produk seperti tabungan, deposito, kredit usaha, kredit konsumtif, serta pembiayaan berdasarkan prinsip syariah untuk BPR Syariah.
BPR memiliki jangkauan layanan yang umumnya lebih terfokus pada wilayah tertentu. Karakteristik tersebut membuat BPR dekat dengan masyarakat lokal dan pelaku UMKM.
Perubahan Nama Bank Perkreditan Rakyat
Istilah BPR sebelumnya merupakan singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat. Namun, melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK, nama tersebut diubah menjadi Bank Perekonomian Rakyat.
Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian istilah. Perubahan tersebut mencerminkan perluasan fungsi BPR dalam mendukung perekonomian masyarakat.
Dengan nama baru tersebut, BPR diharapkan tidak hanya dipandang sebagai lembaga pemberi kredit, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Fungsi Bank Perekonomian Rakyat
BPR memiliki sejumlah fungsi penting dalam sistem keuangan Indonesia.
1. Menghimpun Dana Masyarakat
Salah satu fungsi utama BPR adalah menghimpun dana dari masyarakat.
Dana tersebut dapat dihimpun melalui produk simpanan seperti tabungan dan deposito sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat dapat menyimpan dana di BPR berdasarkan produk dan persyaratan yang ditawarkan oleh masing-masing bank.
2. Menyalurkan Kredit atau Pembiayaan
Dana yang dihimpun kemudian dapat disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan.
Produk kredit BPR dapat ditujukan untuk berbagai kebutuhan, termasuk modal usaha, investasi, maupun kebutuhan konsumtif.
Fungsi penyaluran dana inilah yang membuat BPR memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan.
3. Mendukung UMKM
BPR juga memiliki peran strategis dalam mendukung pelaku UMKM.
Banyak usaha mikro dan kecil membutuhkan modal tambahan untuk membeli bahan baku, menambah peralatan, memperluas tempat usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi.
Dengan karakteristik pelayanan yang dekat dengan masyarakat lokal, BPR dapat menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan bagi pelaku usaha.
4. Mendorong Inklusi Keuangan
Keberadaan BPR turut mendukung inklusi keuangan, yaitu upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Masyarakat yang berada di daerah atau segmen yang belum terjangkau secara optimal oleh layanan perbankan dapat memperoleh alternatif melalui BPR.
Jenis-Jenis Bank Perekonomian Rakyat
Secara umum, terdapat dua bentuk BPR berdasarkan prinsip operasionalnya, yaitu BPR konvensional dan BPR berdasarkan prinsip syariah.
BPR Konvensional
BPR konvensional menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip perbankan konvensional.
Produk yang ditawarkan antara lain tabungan, deposito, dan kredit. Nasabah yang mengajukan kredit akan dikenakan bunga sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang berlaku.
BPR Syariah
BPR Syariah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.
Dalam perkembangannya, istilah Bank Perkreditan Rakyat Syariah juga berubah menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
BPRS menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah dalam kegiatan penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan.
Contoh akad yang dapat digunakan dalam produk pembiayaan syariah antara lain murabahah, mudharabah, dan musyarakah, sesuai produk dan ketentuan yang berlaku.
Bagaimana Cara Kerja BPR?
Secara sederhana, cara kerja BPR dapat dipahami melalui dua kegiatan utama, yaitu menghimpun dana dan menyalurkan dana.
Pertama, BPR menghimpun dana dari masyarakat melalui produk simpanan. Dana yang terkumpul kemudian dikelola oleh bank.
Kedua, dana tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan.
Sebagai contoh, seorang pelaku usaha membutuhkan modal Rp50 juta untuk mengembangkan bisnisnya. Ia dapat mengajukan kredit kepada BPR dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
BPR kemudian melakukan analisis terhadap kemampuan calon debitur, termasuk kondisi usaha, pendapatan, kebutuhan pembiayaan, dan kemampuan membayar angsuran.
Apabila pengajuan disetujui, bank memberikan dana sesuai kesepakatan. Nasabah selanjutnya membayar kewajibannya berdasarkan jadwal angsuran yang telah ditentukan.
Produk Bank Perekonomian Rakyat
Produk BPR dapat berbeda-beda antara satu bank dengan bank lainnya. Namun, beberapa produk yang umum ditemukan antara lain:
Tabungan: Produk simpanan yang memungkinkan nasabah menyimpan dana dan melakukan transaksi sesuai fasilitas yang tersedia.
Deposito: Simpanan berjangka dengan jangka waktu tertentu dan ketentuan imbal hasil sesuai produk yang ditawarkan.
Kredit modal kerja: Pembiayaan yang digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis.
Kredit investasi: Kredit yang digunakan untuk kebutuhan investasi atau pengembangan usaha.
Kredit konsumtif: Pembiayaan yang digunakan untuk kebutuhan pribadi sesuai ketentuan bank.
BPR juga dapat menyediakan produk lain sesuai izin usaha dan regulasi yang berlaku.
Perbedaan BPR dan Bank Umum
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apa perbedaan BPR dengan bank umum.
Perbedaan utama terletak pada ruang lingkup kegiatan usaha dan layanan yang dapat diberikan.
Bank umum memiliki layanan yang lebih luas, termasuk jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sementara itu, BPR memiliki ruang lingkup kegiatan yang lebih terbatas dan tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran secara langsung seperti bank umum.
Bank umum juga umumnya menyediakan produk dan layanan yang lebih beragam, seperti rekening giro, kartu debit, layanan transfer, dan berbagai layanan digital.
BPR cenderung berfokus pada layanan simpanan dan penyaluran kredit atau pembiayaan kepada masyarakat, terutama di wilayah operasionalnya.
Apakah Menabung di BPR Aman?
Keamanan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum masyarakat memilih tempat menyimpan dana.
BPR yang memenuhi ketentuan perizinan dan pengawasan regulator merupakan bagian dari sistem perbankan Indonesia. Masyarakat juga perlu memastikan status bank serta memahami ketentuan produk simpanan yang digunakan.
Salah satu hal penting adalah memastikan apakah simpanan memenuhi persyaratan penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
LPS memberikan jaminan terhadap simpanan nasabah bank sesuai dengan ketentuan dan batas nilai penjaminan yang berlaku. Karena itu, nasabah perlu memahami syarat dan ketentuan penjaminan sebelum menempatkan dana.
Informasi mengenai status penjaminan dan ketentuan yang berlaku dapat diperiksa melalui sumber resmi LPS dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tips Memilih BPR
Sebelum membuka rekening atau mengajukan kredit di BPR, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, pastikan BPR memiliki izin dan status yang jelas.
Kedua, bandingkan bunga atau imbal hasil produk simpanan dengan bank lainnya.
Ketiga, jika mengajukan kredit, pahami suku bunga, tenor, biaya administrasi, denda, serta total kewajiban yang harus dibayar.
Keempat, pastikan kemampuan membayar angsuran sesuai dengan kondisi keuangan.
Kelima, baca seluruh perjanjian sebelum menandatangani dokumen.
Masyarakat juga sebaiknya berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan BPR dan menawarkan pinjaman atau investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal.
Peran BPR bagi Perekonomian Daerah
BPR tidak hanya berperan sebagai tempat menyimpan uang atau memperoleh pinjaman.
Kehadiran BPR dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah melalui pembiayaan kepada pelaku usaha lokal. Ketika usaha memperoleh modal, dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produksi, membeli peralatan, menambah tenaga kerja, atau mengembangkan bisnis.
Dengan demikian, perputaran dana melalui BPR dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Peran tersebut semakin penting karena UMKM merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian Indonesia.
Kesimpulan
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) merupakan lembaga perbankan yang memiliki peran penting dalam menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan.
Setelah perubahan nama dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat, peran BPR semakin ditekankan sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian masyarakat.
BPR dapat menjadi alternatif layanan keuangan bagi masyarakat dan UMKM, terutama melalui produk tabungan, deposito, kredit modal kerja, kredit investasi, dan pembiayaan lainnya sesuai izin usaha.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu memahami produk, biaya, bunga atau imbal hasil, serta ketentuan penjaminan simpanan sebelum menggunakan layanan BPR.
Dengan memahami pengertian BPR, fungsi BPR, jenis BPR, produk BPR, serta cara kerja BPR, masyarakat dapat menentukan layanan keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
penulis; sekar nur indriyani