**BBWS Antisipasi Kekeringan di Lampung, Langkah Strategis Saat Puncak Kemarau** **Momen Penentu di Menit Akhir** Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menyiapkan sederet strategi siaga guna mengantisipasi krisis air pertanian dan air baku di Lampung. Kondisi ini terjadi karena dua bendungan utama di Kabupaten Lampung Timur, yaitu Bendungan Way Jepara dan Bendungan Margatiga, terancam defisit air jika hujan tak kunjung turun. Dua infrastruktur tersebut diproyeksi kekurangan 15,48 juta meter kubik air dan 21,22 juta meter kubik air, masing-masing. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dampak dari penurunan debit air di dua bendungan tersebut berpotensi memangkas luas area irigasi sawah secara signifikan. Layanan irigasi Bendungan Way Jepara yang semula mencakup 2.916 hektare diprediksi merosot tinggal 1.757 hektare. Sementara pasokan Bendungan Margatiga untuk Daerah Irigasi Jabung Kiri hanya mampu melayani 2.004 hektare dari total potensi 3.600 hektare lahan. Meskipun demikian, Bendungan Batutegi masih menjadi penyelamat utama dengan cadangan air mencapai 379,49 juta meter kubik untuk menopang kebutuhan irigasi dan pasokan air baku di Bandar Lampung, Metro, hingga Pringsewu. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Guna menanggulangi dampak kekeringan yang kian meluas, BBWS Mesuji Sekampung langsung mengambil langkah taktis di lapangan dengan mengaktifkan sumber air alternatif. “Kami mengoperasikan 115 unit sumur bor dengan kapasitas total 217,95 liter per detik. Infrastruktur ini mampu mengairi lebih dari 2.000 hektare lahan pertanian rawan kekeringan,” rilis pihak BBWS Mesuji Sekampung, Senin (3/8/2026). Selain pengoperasian sumur bor, pemerintah juga menyiagakan pompa air cadangan di kawasan rawan serta mengusulkan penambahan titik sumur bor baru. Jika kondisi air bendungan terus menyusut ke tingkat kritis, BBWS siap berkoordinasi untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau pembuatan hujan buatan demi menjaga ketahanan pangan di Lampung. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh BBWS Mesuji Sekampung, diharapkan kekeringan di Lampung dapat dipantau dan diatasi. Sumber air alternatif yang diaktifkan dapat membantu mengairi lahan pertanian rawan kekeringan dan meminimalkan dampak kekeringan. Namun, perlu diingat bahwa kekeringan adalah fenomena alam yang kompleks dan memerlukan perhatian dan tindakan yang serius dari pemerintah dan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1215149/langkah-bbws-antisipasi-kekeringan-di-lampung-saat-puncak-kemarau, without altering the facts of the original article.