Buya Yahya dan UAS Berbagi Pandangan: Amalan Memasuki Arba Mustakmir 2026
Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah, dan di akhir bulan ini, umat Islam di Indonesia biasanya melakukan ziarah ke kubur-kubur para wali Allah. Istilah ini sering disebut sebagai Rebo Wekasan atau Arba Mustamir. Namun, apakah amalan ini sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW? Buya Yahya dan Ustadz Abdul Somad (UAS) telah berbagi pandangannya tentang hal ini.
Momen Penentu di Menit Akhir
Rabu terakhir di bulan Safar ini sering disebut pula Rebo Wekasan. Lalu bagaimana pandangan Buya Yahya dan Ustadz Abdul Somad (UAS) mengenai Arba Mustakmir? Pada intinnya bukan sunah nabi Muhammad SAW, namun kedua ulama ini tak melarang umat Islam melakukannya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum ziarah yang diniatkan untuk amalan Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan. Dipaparkan Ustadz Abdul Somad, kebiasaan ziarah yang dilakukan di bulan Safar bukan bersumber dari hadits atau sabda Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian Ustadz Abdul Somad mengatakan ziarah kepada wali-wali Allah di bulan kedua kalender Hijriyah adalah bentuk tawassul.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Diketahui, saat ini berada di penghujung bulan Safar 1448 Hijriyah atau bulan kedua dalam sistem kalender Islam, hitungan hari menuju bulan Rabiul Awal 1448 Hijriyah. Rebo Wekasan merupakan istilah Jawa yang merujuk pada tradisi yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam. Istilah Arba Mustamir adalah merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral. Pada sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir masih dilakukan hingga sekarang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Ustadz Abdul Somad memaparkan ada kebiasaan umat muslim di Indonesia melakukan ziarah di bulan Safar. “Berziarah di Rabu terakhir bulan Safar berdoa dijauhkan dari bala dan musibah, karena menurut ulama tasawuf musibah paling banyak diturunkan pada Rabu terakhir di bulan Safar, itu mereka dapatnya dari ilham, bukan hadits Nabi SAW,” terang Ustadz Abdul Somad dikutip dari kanal youtube Irman Hidayah. Istilah ziarah di Rabu terakhir bulan Safar termasuk salah satu amalan Rebo Wakasan. Maka berdoa dan ziarah kubur di bulan Safar termasuk dibolehkan sebab baik dilakukan dan tidak dilarang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa amalan Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan tidak melanggar sunah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga tidak dilarang oleh Buya Yahya dan Ustadz Abdul Somad (UAS). Oleh karena itu, umat Islam di Indonesia dapat terus melakukan ziarah ke kubur-kubur para wali Allah sebagai bentuk tawassul dan berdoa dijauhkan dari bala dan musibah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/serambi-ummah/1371502/amalan-memasuki-arba-mustakmir-2026-buya-yahya-dan-uas-memberikan-pandangan, without altering the facts of the original article.