**Chelsea Meninggalkan Bekas Pelatihnya: Liam Rosenior Buka Suara tentang Masa Singkatnya** Liam Rosenior akhirnya mengucapkan pendapatnya tentang masa singkatnya sebagai pelatih Chelsea. Sekarang memulai lembaran baru bersama Paris FC, pria berusia 42 tahun itu mengaku membawa banyak pelajaran dari pengalaman yang tidak berjalan sesuai harapan di Stamford Bridge. **Mengapa & Dampak: Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rosenior resmi ditunjuk sebagai pelatih Paris FC pada awal Juli 2026. Klub Ligue 1 tersebut mempercayakan proyek jangka panjang kepadanya setelah ia sempat menangani Strasbourg dan mencuri perhatian di kompetisi Prancis. Selama menangani The Blues, Rosenior mencatatkan 11 kemenangan dan dua hasil imbang dari 23 pertandingan di semua kompetisi. Meski demikian, performa tim merosot tajam menjelang akhir masa kepemimpinannya. Chelsea bahkan gagal mencetak gol dalam lima laga Premier League secara beruntun. Saat diperkenalkan kepada media Prancis sebagai pelatih baru Paris FC, Rosenior untuk pertama kalinya berbicara secara terbuka mengenai pengalamannya di Chelsea. “Kami datang ke klub di tengah musim dan dalam situasi yang sulit. Saya belajar banyak hal.” Ia juga mengakui masih memiliki kekurangan selama menangani klub London Barat tersebut. “Ada beberapa hal yang seharusnya bisa saya lakukan dengan lebih baik dan saya bisa mengambil tanggung jawab lebih besar. Namun, saya juga merasa ada sisi positif dari apa yang telah kami lakukan.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Rosenior menegaskan tidak menyimpan rasa kecewa. Ia justru mendoakan kesuksesan mantan klubnya yang kini ditangani Xabi Alonso. “Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. Saya pikir mereka memiliki manajer yang fantastis dalam diri Xabi Alonso dan saya akan terus mengikuti hasil pertandingan mereka.” Menurut Rosenior, pengalaman di Chelsea akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya bersama Paris FC. “Pelajaran yang saya dapatkan di Chelsea akan membantu saya menjalani peran ini dan semoga membantu Paris FC berkembang menjadi klub besar di sepak bola dunia.” Meski reputasinya di Inggris sempat menurun setelah gagal di Chelsea, Rosenior masih mendapat kepercayaan besar di Prancis. Sebelumnya, ia sukses membawa Strasbourg tampil kompetitif dengan meraih 31 kemenangan dari 63 pertandingan. Pada musim penuh pertamanya, Strasbourg finis di peringkat ketujuh Ligue 1. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kini, Rosenior mendapat misi baru bersama Paris FC yang musim lalu menempati posisi ke-11 klasemen Ligue 1. Klub tersebut memiliki ambisi besar untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Prancis. Rosenior diharapkan mampu melanjutkan perkembangan Paris FC sekaligus membuktikan bahwa pengalaman pahit bersama Chelsea justru menjadi batu loncatan untuk mengembalikan reputasinya sebagai salah satu pelatih muda potensial di Eropa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/inggris/read/8248629/liam-rosenior-buka-suara-soal-masa-singkatnya-di-chelsea-banyak-pelajaran-berharga, without altering the facts of the original article.