Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
Kompetitif**Dedi Mulyadi Tidak Menjadi Batu Sandungan Pembahasan Ranperda Reaktivasi SPP SMA/SMK** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Barat tidak akan terganggu oleh penolakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap wacana reaktivasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMA/SMK. Menurut Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, penolakan Gubernur merupakan sebuah pandangan yang didasari belum adanya kajian yang komprehensif. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Penolakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap wacana reaktivasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMA/SMK telah menyebabkan perdebatan di kalangan DPRD Jawa Barat. Menurut Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, penolakan Gubernur merupakan sebuah pandangan yang didasari belum adanya kajian yang komprehensif. “Nggak masalah. Penolakan itu kan pandangan, sikap. Kalau saya sih menangkap Pak Gubernur itu menolak karena belum ada kajian. Kan itu Pak Gubernur bilang bahwa perlu ada kajian yang mendalam,” ujar Untung kepada TribunJabar, Jumat (17/7/2026). Dikatakan oleh Untung, proses pembahasan Ranperda tetap akan berjalan sesuai mekanisme hingga menghasilkan kajian dan rumusan yang utuh. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Untung, tahapan pembahasan saat ini masih berada di tingkat Pansus. Seluruh materi dan pasal dalam Ranperda akan dibahas hingga mencapai keputusan final di internal Pansus. “Ya, sekarang kan sudah di Pansus. Nanti Pansus bekerja sampai kepada titik final Pansus dan memutuskan di Pansus terkait dengan pasal per pasalnya,” ucapnya. Setelah pembahasan di Pansus selesai, hasilnya akan dilaporkan kepada masing-masing fraksi DPRD Jawa Barat untuk mendapatkan pandangan sebelum dibawa ke rapat paripurna. “Nah, setelah itu disampaikan, dilaporkan ke fraksi masing-masing. Nah, itu yang nanti akan diputuskan di Paripurna,” katanya. Untung menambahkan, keputusan akhir mengenai Ranperda tersebut akan ditentukan melalui mekanisme DPRD setelah seluruh fraksi menyampaikan pandangannya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menjawab penolakan Gubernur Jawa Barat, Yomanius Untung menyatakan bahwa proses pembahasan Ranperda tetap akan berlanjut. Dikatakan olehnya, penolakan Gubernur merupakan sebuah pandangan yang didasari belum adanya kajian yang komprehensif. Oleh karena itu, proses pembahasan Ranperda tetap akan berjalan sesuai mekanisme hingga menghasilkan kajian dan rumusan yang utuh. Untuk itu, DPRD Jawa Barat akan terus bekerja keras untuk mencapai keputusan final yang tepat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178797/meski-ditolak-dedi-mulyadi-pembahasan-ranperda-reaktivasi-spp-smasmk-negeri-tetap-berlanjut, without altering the facts of the original article.