Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
KompetitifKementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama para pemangku kepentingan strategis resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Proyek strategis bernilai investasi Rp 3 triliun ini menjadi pelopor dalam program percepatan PSEL nasional. PSEL ini ditargetkan mampu mengelola 500 ribu ton sampah per tahun.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pembangunan PSEL dimulai dari proses pemilihan mitra dilakukan melalui tahapan yang ketat, termasuk evaluasi, negosiasi, hingga penandatanganan Joint Venture Agreement pada 2 Maret 2026. Danantara Indonesia telah mencapai sejumlah milestone penting, termasuk penandatanganan perjanjian kerja sama pada 21 April 2026 lalu dengan Pemda Bali dan penerbitan Proyek Strategis Nasional pada 22 Mei 2026 lalu.
CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar. “Ini yang pertama kita mulai, di Denpasar dulu baru kemudian daerah lain,” ujarnya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
PSEL Bali ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau lebih dari 40 persen timbulan sampah Bali terolah. Dari sisi lingkungan, PSEL ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton CO2 ton secara CO2 per tahun.
Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100.000 rumah masyarakat Bali. Proyek ini juga diperkirakan menciptakan 1.208 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Menurut Pandu, keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dan dilakukan secara profesional didukung oleh keahlian teknis, operasional, hukum, finansial, dan lingkungan. “Ini adalah langkah besar dalam pengelolaan sampah di Indonesia dan kami berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.
Dengan demikian, PSEL di Denpasar ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah dimulai, pembangunan PSEL ini masih memiliki tantangan dan jalan panjang yang harus ditempuh. Namun, dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, diharapkan proyek ini dapat selesai dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/600985/telan-biaya-rp-3-tpsel-denpasar-raya-resmi-dibanguntarget-kelola-500-ribu-ton-sampah-per-tahun, without altering the facts of the original article.