**Devie Walangitan Mengenalkan Kolintang sebagai Musik Tradisi Minahasa, Membangun Identitas** Kolintang, alat musik tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara, kini semakin dikenal di Kota Semarang, Jawa Tengah, berkat kesukaran dan dedikasi Devie Walangitan. Sebagai laki-laki asal Minahasa yang menetap di Kota Semarang sejak tahun 1994, Devie telah menjadi sosok penting dalam eksistensi musik kolintang di kota tersebut. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 2018, Devie membentuk Sanggar Kalooranta dengan tujuan memperkenalkan dan menghidupkan kembali musik kolintang di Semarang. Ia kemudian mendirikan Sanggar Kolintang Kalooranta, yang kini menaungi sejumlah kelompok musik kolintang di kota tersebut. Grup Pinasungkulan, Grup Kolintang Gratia, dan beberapa kelompok lainnya adalah contoh dari keberhasilan Devie dalam membangun komunitas musik kolintang di Semarang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam beberapa tahun terakhir, Sanggar Kalooranta telah berkembang pesat dengan jumlah pemain aktif mencapai 60-70 orang, yang dibagi dalam tujuh sampai delapan kelompok. Mereka tidak hanya berlatih untuk tampil, tetapi juga berperan dalam menjaga keberadaan kolintang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Devie juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Semarang untuk memasukkan kolintang dalam kegiatan kebudayaan, sehingga musik tradisional ini dapat dinikmati oleh masyarakat Semarang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tantangan memperkenalkan kolintang di Semarang tidaklah ringan, terutama karena orang-orang di Jawa Tengah lebih akrab dengan gamelan. Namun, Devie tidak menyerah dan terus berusaha memperkenalkan musik tradisional Minahasa di kota tersebut. Ia menyadari bahwa setiap pertunjukan kolintang adalah kesempatan untuk membuat masyarakat Semarang akrab dengan bunyi kolintang dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, Devie telah berhasil membangun komunitas musik kolintang di Semarang dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam memperkenalkan kolintang ke masyarakat Semarang dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia. Devie terus berusaha dan berkomitmen untuk membawa musik tradisional Minahasa ke masyarakat Semarang dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia. Dengan dedikasi dan keuletannya, Devie Walangitan telah membawa musik kolintang ke masyarakat Semarang dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia. Ia merupakan contoh dari kebesaran hati dan komitmen dalam membangun komunitas musik tradisional dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/semarang/1262604/devie-walangitan-semangat-mengenalkan-kolintang-sebagai-musik-tradisi-minahasa, without altering the facts of the original article.