Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifDosen UIN Raden Intan Lampung, Suherman, baru saja mempresentasikan penelitiannya di konferensi internasional tahunan European Association for Research on Learning and Instruction (EARLI) di University of Tartu, Estonia. Penelitian tersebut membahas tentang instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi calon guru. Konferensi yang berlangsung pada 6â10 Juli 2026 ini mengusung tema “Learning in Transition: Science, Society and the Challenges of Tomorrow”.
Momen Penentu di Estonia
Konferensi internasional EARLI ini merupakan ajang pertemuan peneliti muda, akademisi, dan mahasiswa doktoral dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka. Suherman tampil sebagai salah satu pemakalah pada konferensi ini dengan penelitiannya yang berjudul “AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation”. Penelitian tersebut membahas pengembangan dan validasi instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan kecerdasan artifisial (AI Readiness) pada calon guru.
Konferensi ini diikuti oleh ratusan peserta dari lebih dari 40 negara yang berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa, Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, hingga Oseania. Keberagaman tersebut tercermin dari partisipasi peneliti yang berasal dari berbagai negara, seperti Estonia, Finlandia, Jerman, Belanda, Inggris, Swiss, Austria, Hungaria, Italia, Spanyol, Portugal, Belgia, Swedia, Norwegia, Lithuania, Latvia, Polandia, dan Republik Ceko.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut beberapa fakta yang membuat kejadian ini berbeda:
Pertama, konferensi ini membahas isu-isu mutakhir di bidang pendidikan, seperti kecerdasan artifisial (AI), asesmen pembelajaran, teknologi pendidikan, hingga pengembangan profesional guru. Kedua, konferensi ini mempertemukan peneliti muda, akademisi, dan mahasiswa doktoral dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka. Ketiga, penelitian Suherman tentang instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (AI) bagi calon guru ini sangat relevan dengan isu-isu mutakhir di bidang pendidikan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Penelitian Suherman tentang instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (AI) bagi calon guru ini memiliki dampak yang signifikan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Dengan adanya instrumen ini, calon guru dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di era kecerdasan artifisial (AI) dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dalam mengembangkan instrumen serupa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Ke depan, Suherman dan timnya masih memiliki jalan panjang untuk mengembangkan instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (AI) bagi calon guru ini. Mereka masih perlu melakukan uji coba dan validasi instrumen ini secara luas untuk memastikan keefektifannya. Namun, dengan adanya penelitian ini, Suherman dan timnya telah menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mempersiapkan calon guru untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan artifisial (AI).
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/pendidikan/1213485/dosen-uin-raden-intan-lampung-presentasikan-penelitian-di-konferensi-internasional-jure-di-estonia, without altering the facts of the original article.