**Drama: Prabowo Menghadapi Kritik Besar, Apa Saja yang Dikatakan Presiden di MPR/DPR?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tahunan dan membacakan nota keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pada Sidang DPR/MPR di Jakarta, Jumat (14/08). Ini merupakan momen kedua Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan sejak menjabat presiden pada tahun 2024. Sidang di Senayan ini dihadiri para pejabat tinggi negara dan sejumlah mantan presiden serta wakil presiden, termasuk Joko Widodo dan Jusuf Kalla. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Prabowo mengutarakan komitmennya melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kontroversial. Dia berkata “tidak akan membiarkan stunting atau gizi buruk di Indonesia”. “Untuk mengatasi stunting, yang masih dialami anak-anak kita. Di beberapa tempat, [angka stunting] setinggi 25%… Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” katanya. “Dan karena itu saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan. Dengan efisiensi,” ujar Prabowo. Papua merupakan salah satu provinsi dengan angka stunting dan gizi buruk akut paling tinggi di Indonesia. Faktanya, dari 27.469 unit SPPG di Indonesia, jumlah dapur MBG yang beroperasi di Provinsi Papua hanya 1%. Sebagai perbandingan, jumlah SPPG di Pulau Jawa mencapai 53% dari total SPPG yang ada di seluruh Indonesia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Klaim Prabowo bahwa telah mendirikan 10.000 Koperasi Merah Putih (Kopdes) masih diragukan karena ketidakjelasan orientasi dan transparansi dari program koperasi ini. Peneliti di lembaga riset Centre for Strategic and International Studies, Nicky Fahrizal, mengatakan bahwa akibat transparansi yang minim, isu “koperasi menjadi sumber dana bagi penguasa” wajar tumbuh di tengah masyarakat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis masih termasuk di dalam anggaran pendidikan di APBN 2027, yang totalnya sebesar Rp820,9 triliun. Nilai ini naik dari jumlah anggaran pendidikan pada APBN 2026 sebesar Rp769 triliun. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Prabowo mengklaim akan menargetkan jumlah kopdes mencapai 30.000 unit akhir tahun nanti. Namun, klaim ini masih memunculkan kekhawatiran tentang keabsahan dan transparansi program koperasi ini. Masyarakat harus terus memantau dan mengevaluasi keberhasilan program MBG dan Kopdes agar dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx27dm8rpjzo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.