**Duel Akbar 50 Rapai Pase: Gen Z dan Leluhur Abad 18 Siap Gentarkan Malam Ini** **Momen Penentu di Menit Akhir** Malam ini, Sabtu (25/7/2026), Aceh Utara siap menyaksikan pertandingan budaya yang sangat menarik, yaitu Duel Akbar 50 Rapai Pase. Acara ini akan mempertemukan dua kawasan budaya besar Aceh Utara, yaitu Blah Deh Krueng (wilayah Tengah-Timur) melawan Blah Nou Krueng (wilayah Tengah-Barat) di Desa Dayah Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara. Pertunjukan budaya ini menjadi bagian dari upaya pelestarian Warisan Budaya Rapai Pase yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad di kawasan bekas Kesultanan Samudera Pasai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Duel Akbar 50 Rapai Pase ini akan menampilkan 50 Rapai Pase, mulai dari karya generasi muda (Gen Z) hingga rapai pusaka peninggalan leluhur yang diperkirakan telah berusia lebih dari dua abad. Beberapa di antaranya merupakan peninggalan para indatu yang diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-18 hingga abad ke-19 dan hingga kini masih tetap dimainkan dalam berbagai uroeh atau pertandingan Rapai Pase. Menariknya, di tengah dominasi rapai-rapai tua tersebut, duel budaya kali ini juga menghadirkan karya generasi muda seperti Raja Paya Reukam dan Raja Jamok, rapai yang dibuat pada 2025 oleh Hammadi, Ketua Grup Rapai Raja Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron. Hammadi atau yang akrab disapa Adi merupakan putra Syekh Muhammad IB atau Syekh Amat IB, salah seorang tokoh Rapai Pase di Aceh Utara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan Adi membuat rapai baru dinilai menjadi bukti bahwa regenerasi perajin Rapai Pase masih terus berlangsung. Di tengah kekhawatiran semakin berkurangnya pembuat rapai tradisional, lahirnya karya-karya baru dari generasi muda memberi harapan bagi keberlanjutan warisan budaya tersebut. Koordinator wilayah Tengah-Barat Aceh Utara (Blah Nou Krueng), Syekh Muhammad IB atau Syekh Amat, mengatakan seluruh rapai yang akan diturunkan telah dipersiapkan secara maksimal. Seluruh membran atau kulit rapai telah diganti agar menghasilkan kualitas suara terbaik saat dipertandingkan. Menurutnya, persiapan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemulihan setelah sebagian rapai mengalami kerusakan akibat banjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Duel Akbar 50 Rapai Pase ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan Warisan Budaya Rapai Pase yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad di kawasan bekas Kesultanan Samudera Pasai. Namun, perlu diingat bahwa pelestarian budaya ini tidak hanya bergantung pada pertandingan atau acara seperti ini, tetapi juga memerlukan dedikasi dan komitmen dari semua pihak untuk melestarikan tradisi dan budaya yang unik ini. Semoga Duel Akbar 50 Rapai Pase ini dapat menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Rapai Pase dan menjadi contoh bagi daerah lain untuk melestarikan warisan budaya mereka sendiri.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1034990/dari-rapai-karya-gen-z-hingga-warisan-leluhur-abad-18-siap-gentarkan-malam-duel-akbar-50-rapai-pase, without altering the facts of the original article.