El Nino Mengancam, Pakar Ungkap Dampaknya pada Karhutla di Indonesia
Pakar kehutanan menyiapkan negara untuk menghadapi kebakaran hutan yang potensial terjadi pada musim kemarau. Guru Besar Kehutanan IPB University Bambang Hero Saharjo menyatakan bahwa kebakaran hutan dapat terjadi meski tidak ada El Nino. Ia mencontohkan kejadian pada 2025, ketika asap karhutla dari Riau terpantau mencapai negara tetangga pada 19 Juli, disusul asap dari Kalimantan Barat pada 21 Juli berdasarkan pantauan citra satelit Sentinel 2.
“Bahwa kebakaran hutan tetap terjadi, meski tidak ada El Nino, itu bukan berarti kita tidak harus melakukan penanganan kebakaran hutan,” kata Bambang. “Sejatinya ada El Nino atau tidak, kegiatan pengendalian kebakaran wajib dilakukan karena akan berdampak sangat buruk terhadap manusia dan lingkungannya.”
Bambang menjelaskan bahwa kebakaran hutan di Indonesia memiliki dampak yang luas, termasuk terjadinya polusi udara yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Kondisi kering juga berkaitan dengan ketersediaan air untuk pemadaman atau pembasahan lahan. “Kehadiran El Nino lebih kepada mempercepat proses pengeringan bahan bakar sehingga relatif lebih cepat dan mudah terbakar,” ujarnya.
Bambang menyebut bahwa kebakaran yang berkembang di hutan Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. “Kegiatan pengendalian kebakaran wajib dilakukan karena akan berdampak sangat buruk terhadap manusia dan lingkungannya,” kata Bambang. “Selain itu, kebakaran hutan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas, termasuk kerusakan hutan dan lahan, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi udara.”
Bambang juga menekankan bahwa kehadiran El Nino tidak berarti bahwa kebakaran hutan tidak dapat diprediksi. “Kita dapat memprediksi kebakaran hutan dengan menggunakan data dan teknologi yang tepat. Oleh karena itu, kita harus siap untuk menghadapi kebakaran hutan yang potensial terjadi,” kata Bambang.
Demikian informasi tentang dampak El Nino pada karhutla di Indonesia. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.