Forest City di Malaysia, sebuah apartemen terlantar yang menyerupai ‘Kota Hantu’, kini telah menjadi markas penipu. Proyek raksasa senilai US$100 miliar ini dipromosikan sebagai “surga impian bagi seluruh umat manusia” pada 2016, tetapi satu dekade kemudian, jumlah penduduk yang menghuni pulau buatan seluas 14 kilometer persegi dekat Singapura ini diperkirakan hanya 1% dari jumlah yang diharapkan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada pertengahan Juli, polisi Malaysia menggerebek dua sindikat penipuan yang diduga beroperasi di 32 lokasi di Forest City. Sebanyak 335 orang ditangkap dan aset senilai sekitar satu juta ringgit disita, termasuk 313 komputer, 1.557 telepon genggam, 17 laptop, dan 10 modem. Dua sindikat tersebut diduga menjalankan penipuan investasi dan asmara dengan menargetkan korban di luar negeri.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Forest City adalah sebuah zona keuangan khusus yang dapat menampung sekitar 700.000 penduduk. Deretan gedung pencakar langit menjulang di atas jalan-jalan yang sunyi. Di dalam apartemen yang kosong, permukaan meja dapur dan jendela tertutup lapisan debu. Jumlah penduduk yang menghuni Forest City diperkirakan hanya 1% dari jumlah yang diharapkan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Sindikat penipuan yang diduga berada di Forest City tampak lebih menyerupai lingkungan perkantoran. Mereka mempekerjakan penduduk setempat dan memiliki infrastruktur yang canggih. Pihak berwenang dan para ahli sepakat bahwa sindikat ini kemungkinan dijalankan para pelaku kejahatan yang telah terusir dari Kamboja, salah satu pusat utama penipuan lintas negara di dunia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Kamboja telah meningkatkan upaya untuk memberantas operasi-operasi penipuan. Namun, penipuan lintas negara masih menjadi masalah yang kompleks dan sulit diatasi. Industri penipuan telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, yang dibangun di atas kerja paksa korban perdagangan manusia melalui kekerasan, ancaman penyiksaan, serta pelecehan. Penangkapan 335 orang dan penutupan sindikat penipuan di Forest City hanya merupakan langkah awal dalam usaha untuk mengatasi masalah ini. Pihak berwenang dan para ahli sepakat bahwa sindikat penipuan yang diduga berada di Forest City kemungkinan dijalankan para pelaku kejahatan yang telah terusir dari Kamboja. Industri penipuan telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, yang dibangun di atas kerja paksa korban perdagangan manusia melalui kekerasan, ancaman penyiksaan, serta pelecehan. Penangkapan 335 orang dan penutupan sindikat penipuan di Forest City hanya merupakan langkah awal dalam usaha untuk mengatasi masalah ini. Kepala Polisi Johor, Ab Rahaman Arsad, mengatakan pihak berwenang bekerja sama dengan Interpol untuk melacak otak di balik operasi tersebut. Industri penipuan telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, yang dibangun di atas kerja paksa korban perdagangan manusia melalui kekerasan, ancaman penyiksaan, serta pelecehan. Penangkapan 335 orang dan penutupan sindikat penipuan di Forest City hanya merupakan langkah awal dalam usaha untuk mengatasi masalah ini. Pihak berwenang dan para ahli sepakat bahwa sindikat penipuan yang diduga berada di Forest City kemungkinan dijalankan para pelaku kejahatan yang telah terusir dari Kamboja. Industri penipuan telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, yang dibangun di atas kerja paksa korban perdagangan manusia melalui kekerasan, ancaman penyiksaan, serta pelecehan. Penangkapan 335 orang dan penutupan sindikat penipuan di Forest City hanya merupakan langkah awal dalam usaha untuk mengatasi masalah ini. Jason Deng, investor berusia 56 tahun, salah satu pembeli pertama di Forest City, mengatakan bahwa pada 2016, mereka menggambarkan tempat ini sebagai kota emas; sangat, sangat indah. Namun, kenyataannya adalah bahwa apartemen ini kosong dan tidak memiliki nilai ekonomis. Pihak berwenang dan para ahli sepakat bahwa sindikat penipuan yang diduga berada di Forest City kemungkinan dijalankan para pelaku kejahatan yang telah terusir dari Kamboja.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2r1k9l9mdo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.