27 Juli 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
TNI-Polri siapkan 5.000 personel untuk pengawasan pajak, transparansi dan kewenangan menjadi fokus utama. Apakah kebijakan ini benar-benar efektif dalam meningkatkan kepatuhan pajak?

**FAKTA MENGEJUTKAN: TNI-Polri Siapkan 5.000 Personel untuk Pengawasan Pajak** Pemerintah siap melibatkan sekitar 5.000 personel TNI dan Polri untuk pengawasan wajib pajak. Langkah ini dianggap sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pajak dan memperluas basis penerimaan negara. Namun, kebijakan tersebut perlu disampaikan secara transparan agar tidak memunculkan persepsi keliru di masyarakat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan publik perlu mendapat penjelasan yang jelas mengenai peran aparat dalam kebijakan tersebut. Menurutnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menegaskan bahwa kewenangan perpajakan tetap berada di bawah DJP. Sementara pelibatan TNI dan Polri lebih bersifat koordinasi serta pengumpulan informasi di lapangan, bukan melakukan pemeriksaan maupun penegakan hukum perpajakan secara langsung. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menegaskan bahwa kewenangan perpajakan tetap berada di bawah DJP. Sementara pelibatan TNI dan Polri lebih bersifat koordinasi serta pengumpulan informasi di lapangan, bukan melakukan pemeriksaan maupun penegakan hukum perpajakan secara langsung. Langkah ini dianggap sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pajak dan memperluas basis penerimaan negara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kepatuhan wajib pajak, terutama pada sektor-sektor yang selama ini sulit dijangkau pemerintah. Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi menimbulkan risiko menurunnya tingkat kepercayaan sebagian pelaku usaha apabila dianggap sebagai pendekatan yang terlalu represif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk menghindari persepsi yang salah, pemerintah harus memperjelas peran aparat dalam kebijakan ini. Selain itu, kepatuhan pajak yang berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan pengawasan. Kepatuhan yang sehat akan tumbuh ketika wajib pajak merasa sistem perpajakan berjalan secara adil, mudah, dan memberikan kepastian. Oleh karena itu, kebijakan ini perlu disampaikan secara transparan dan koordinasi antarinstansi yang jelas dan proporsional. Dalam sistem perpajakan negara modern, kepatuhan masyarakat dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni kepercayaan, kemudahan administrasi, dan kepastian hukum. Investor maupun dunia usaha sangat memperhatikan stabilitas regulasi dan kepastian hukum. Karena itu, komunikasi kebijakan menjadi sama pentingnya dengan implementasi kebijakan itu sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak, mulai dari peningkatan kemudahan administrasi hingga peningkatan jumlah inspeksi. Namun, kebijakan ini masih perlu diuji coba dan dinilai secara objektif agar dapat memberikan hasil yang optimal. Pemerintah juga harus memperhitungkan potensi biaya ekonomi yang dapat muncul apabila pelaku usaha merasa terdapat tambahan ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas bisnis. Oleh karena itu, kebijakan ini perlu disampaikan secara transparan dan koordinasi antarinstansi yang jelas dan proporsional. Dengan demikian, kebijakan pemerintah untuk melibatkan TNI dan Polri dalam pengawasan wajib pajak dapat menjadi salah satu langkah yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan memperluas basis penerimaan negara. Namun, kebijakan tersebut juga perlu diikuti dengan komunikasi yang efektif dan transparan agar dapat memberikan hasil yang optimal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/nasional/1179457/menakar-transparansi-dan-kewenangan-tni-polri-pada-pengawasan-pajak-demi-jaga-kepercayaan-pebisnis, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *