**Guru SDN Atap Rusak Terpaksa Iuran Sendiri untuk Perbaikan Toilet** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Pandankrajan 1, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Dua ruang kelas tidak lagi digunakan karena dinilai membahayakan, sementara fasilitas dasar seperti toilet untuk siswa juga tidak tersedia. Di tengah kondisi tersebut, pihak sekolah mengaku telah mengajukan perbaikan sejak 2023. Namun, hingga kini belum ada realisasi, sehingga guru terpaksa melakukan berbagai upaya swadaya demi menjaga kenyamanan dan keselamatan siswa. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kerusakan bangunan sekolah di SDN Pandankrajan 1 ini tidak hanya terdapat di dua ruang kelas, tetapi juga di atap dan fasilitas dasar seperti toilet. Menurut Kepala SDN Pandankrajan 1, Juwono, telah mengajukan permohonan perbaikan gedung sekolah pada periode tahun 2023 silam. Saat itu, ia baru menjabat di sekolah ini. “Ya memang sepertinya ini kondisinya bisa dilihat, saya sudah mengajukan (perbaikan), WC saja tidak punya, anak-anak kalau membutuhkan kamar mandi itu pasti pulang ke rumahnya,” ujar Juwono, Minggu (19/7/2026). “Begitupun dengan guru, mereka numpang ke warga terdekat atau pulang ke rumah karena tidak ada toilet,” imbuhnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kerusakan bangunan sekolah di SDN Pandankrajan 1 ini memiliki dampak yang signifikan bagi siswa dan guru. Siswa tidak dapat menggunakan fasilitas dasar seperti toilet, sehingga mereka harus pulang ke rumah untuk kebutuhan dasar ini. Guru juga terpaksa melakukan berbagai upaya swadaya demi menjaga kenyamanan dan keselamatan siswa. Situasi ini juga dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah, karena siswa tidak dapat belajar dengan nyaman dan aman. Oleh karena itu, perbaikan bangunan sekolah ini perlu segera dilakukan untuk memastikan bahwa siswa dan guru dapat belajar dan bekerja dengan nyaman dan aman. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sekolah dan pemerintah setempat perlu bekerja sama untuk memperbaiki bangunan sekolah di SDN Pandankrajan 1. Guru dan siswa juga perlu mendapatkan dukungan dan bantuan yang cukup untuk memastikan bahwa mereka dapat belajar dan bekerja dengan nyaman dan aman. Perbaikan bangunan sekolah ini tidak hanya perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga untuk memastikan bahwa siswa dan guru dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/mojokerto/553110/bangunan-sdn-atap-dan-tembok-kelas-rusak-guru-sampai-terpaksa-iuran-demi-bisa-perbaiki-toilet, without altering the facts of the original article.