4 September 2026
Harga Dolar Hari Ini Turun, Rupiah Menguat Hingga Rp17.679, Cadangan Devisa Naik Tipis, Harga Emas Melonjak Menantikan Data Tenaga Kerja AS

Harga Dolar Hari Ini Turun, Rupiah Menguat Hingga Rp17.679, Cadangan Devisa Naik Tipis, Harga Emas Melonjak Menantikan Data Tenaga Kerja AS

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Berita Hari Ini – 04 September 2026 | Perdagangan mata uang pada hari Kamis 3 September 2026 menandai pergerakan signifikan bagi pasar keuangan Indonesia. Harga dolar AS menurun sedikit, memicu penguatan rupiah dan menambah ketegangan pada cadangan devisa serta harga emas dunia.

Kenaikan Rupiah di Pasar Forex

Rupiah menutup pada level Rp17.679 per dolar, naik 84 poin atau 0,47 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini beriringan dengan melemahnya dolar AS yang dipicu oleh data pekerjaan sektor swasta AS (ADP) yang mencatat penambahan 38.000 pekerja di bulan Agustus, di bawah ekspektasi 47.000. Meskipun ekspektasi pasar menilai ini positif, ketegangan di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang tetap tinggi menjadi faktor pembatas.

  • Rupee India menguat 0,50%
  • Bath Thailand menguat 0,21%
  • Pesos Filipina menguat 0,04%

Cadangan Devisa Menahan Pertumbuhan Tipis

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa akhir Agustus mencapai USD 146 miliar, naik tipis dari USD 145,6 miliar pada Juli. Peningkatan ini didorong oleh aliran masuk investasi portofolio ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang mencatat inflow sekitar USD 10–11 miliar tahun ini. BI menurunkan biaya lindung nilai untuk menarik investor asing tanpa mengubah suku bunga acuan, sekaligus menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar agar cadangan tidak cepat habis.

Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi

Indeks dolar AS turun 0,1% menjadi 99,60, setelah sebelumnya menguat 0,3% pada hari Selasa. Imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama tenor 10 tahun, menurun 1,2 basis poin menjadi 4,784%, sedangkan tenor dua tahun turun 2,1 basis poin menjadi 4,373%. Penurunan ini menandakan tekanan pada suku bunga tinggi, yang biasanya mendukung nilai dolar, namun kini berbalik menurunkan daya tarik greenback.

Harga Emas Melonjak Menanti Data Tenaga Kerja AS

Harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.373,87 per ons setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 7 Agustus. Penurunan imbal hasil Treasury dan melemahnya dolar AS memicu investor mencari aset safe haven. Kontrak berjangka emas AS untuk Desember naik 0,6% menjadi US$ 4.423,90 per ons. Para analis menilai bahwa sektor energi dan imbal hasil obligasi masih menjadi fokus utama bagi pasar emas ke depan.

Dengan kondisi ini, pasar keuangan Indonesia dan global menunggu data tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Data tersebut diharapkan memberi petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan dapat mempengaruhi lebih lanjut pergerakan harga dolar serta nilai tukar rupiah.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *