**Human Interest: MPLS Sekolah Rakyat Tana Toraja Berakhir, 180 Siswa Baru Siap Jalani Pembelajaran Baru** **Pembuka** MPLS Sekolah Rakyat Tana Toraja akhirnya berakhir. Sebanyak 180 siswa baru siap jalani pembelajaran baru setelah mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 31 Juli 2026. Penutupan MPLS dirangkaikan dengan kegiatan Open House Sekolah Rakyat di halaman Gedung SMA Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Sulawesi Selatan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sebanyak 180 siswa baru mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 31 Juli 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Selain diikuti oleh 180 siswa baru yang mengenakan kaos merah, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 70 siswa Sekolah Rakyat rintisan yang mengenakan baret merah. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja, Adriana Saleng, mengatakan bahwa pendamping PKH masih terus melakukan penjangkauan untuk memenuhi kuota 270 siswa yang ditetapkan Kementerian Sosial. Ditambah siswa titipan dari Luwu Utara sebanyak 90 orang, nantinya penghuni asrama diproyeksikan mencapai 436 siswa. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam rangkaian MPLS, para siswa juga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan tenaga kesehatan dari Puskesmas. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini agar proses belajar siswa dapat berlangsung optimal. Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, mengatakan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi program yang sebelumnya sulit dibayangkan bisa hadir di daerahnya. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat 104 Sekolah Rakyat di Indonesia dan delapan di antaranya berada di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Tana Toraja. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Kepala Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lestari Rante Allo, kuota Sekolah Rakyat mencapai 270 siswa. Namun, hingga kini baru terpenuhi 187 siswa, terdiri dari tujuh siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Usai MPLS, siswa baru akan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu jadwal pembelajaran efektif yang ditetapkan mulai 31 Agustus 2026. Adapun siswa angkatan rintisan kembali ke bangunan rintisan yang saat ini berada di Kompleks Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ge’tengan, Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek. Ia menjelaskan bahwa seluruh siswa nantinya akan menempati sekolah permanen yang dilengkapi asrama, lapangan olahraga, serta fasilitas makan tiga kali sehari. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam rangkaian penutupan MPLS, kegiatan berlangsung meriah. Acara diawali dengan yel-yel Tana Toraja Masero dan yel-yel Sekolah Rakyat, dilanjutkan penampilan tari, pembacaan puisi dalam tiga bahasa, serta sesi foto bersama yang diikuti para siswa, orang tua, dan tamu undangan. Keberhasilan MPLS Sekolah Rakyat Tana Toraja ini menjadi bukti bahwa visi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan telah tercapai. Sekarang, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa setiap siswa dapat menempati sekolah permanen dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/toraja/1845989/mpls-sekolah-rakyat-tana-toraja-berakhir-diikuti-180-siswa-baru, without altering the facts of the original article.