**Infantino Dituduh Kompromi dengan FIFA, Mantan Presiden Berani Mengatakan yang Sebenarnya** Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan Spanyol menjadi juara, tetapi kontroversi masih melingkarinya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah menghadirkan sejumlah keputusan yang kontroversial selama ajang ini. Seperti apa yang terjadi dan apa artinya bagi sepak bola di masa depan? **Momen Penentu di Menit Akhir** Piala Dunia 2026 telah rampung digelar dengan Spanyol sebagai juara. Namun, banyak kontrovesi hadir sepanjang ajang ini. Kontrovesi ini hadir tak lepas dari keputusan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Infantino menghadirkan hydration breaks (jeda minum) pada ajang ini. Hydration breaks disinyalir diadakan hanya demi mendapatkan keuntungan komersial. Pasalnya, iklan bisa ditampilkan saat jeda minum. FIFA juga dianggap mata duitan karena harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal. Kontroversi lain hadir saat FIFA menangguhkan hukuman kartu merah dari penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. Keputusan ini dibuat usai Presiden AS, Donald Trump menelepon Infantino. Balogun yang seharusnya menjalani hukuman larangan bermain tetap bisa bermain di laga 16 besar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Hydration breaks yang dihadirkan oleh Infantino disinyalir hanya demi mendapatkan keuntungan komersial. 2. Harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal membuat FIFA dianggap mata duitan. 3. Keputusan menangguhkan hukuman kartu merah dari Folarin Balogun dibuat usai Presiden AS, Donald Trump menelepon Infantino. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kontroversi yang hadir selama Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa sepak bola saat ini telah kehilangan kredibilitasnya. Politik telah memasuki dunia sepak bola, dan ini membuat banyak penggemar kecewa. Seperti yang disampaikan oleh mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, “Politik tidak boleh dibiarkan membayangi permainan. Sekarang terserah kepada para penggemar, pemain, dan asosiasi nasional untuk merebut kembali sepak bola dan mengembalikannya ke akarnya di bawah kepemimpinan baru.” Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, bahkan mengusulkan agar Infantino diganti sebagai Presiden FIFA. Ia merasa Piala Dunia 2026 telah kehilangan kredibilitas di bawah Infantino. Blatter menganggap FIFA harus dipimpin oleh sosok baru untuk membawa organisasi ini kembali ke jalan yang benar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Piala Dunia 2026 telah berakhir, tetapi kontroversi yang hadir selama ajang ini masih perlu diatasi. Sepak bola saat ini membutuhkan perubahan yang signifikan untuk kembali ke jalan yang benar. Dengan keputusan yang tepat dan kepemimpinan yang kuat, sepak bola dapat kembali menjadi olahraga yang dicintai oleh banyak orang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/juara-bola-dunia-2026/bola-dunia/d-8586190/mantan-presiden-fifa-ingin-infantino-diganti, without altering the facts of the original article.