Jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 2026 telah diumumkan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W. dan jatuh pada hari ketigabelas, keempatbelas, dan kelimabelas setiap bulan Hijriah. Muhammadiyah dan NU memiliki perbedaan dalam menentukan tanggal 1 Safar 1448 Hijriah, yang berdampak pada jadwal puasa Ayyamul Bidh.
Momen Penentu di Menit Akhir
Muhammadiyah berkeyakinan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026. Berdasarkan perhitungan ini, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 2026 akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Juli 2026 (hari ke-13), Sabtu, 24 Juli 2026 (hari ke-14), dan Minggu, 25 Juli 2026 (hari ke-15). Sementara itu, NU dan pemerintah mengumumkan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 2026 bagi NU dan pemerintah akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juli 2026 (hari ke-13), Minggu, 25 Juli 2026 (hari ke-14), dan Senin, 26 Juli 2026 (hari ke-15).
Apa Artinya Ini ke Depan?
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Qotadah bin Milhan R.A. dan Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash R.A. Puasa ini dapat memberikan ganjaran yang sama dengan puasa sepanjang tahun. Oleh karena itu, perbedaan tanggal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh antara Muhammadiyah dan NU tidak mengurangi keutamaan puasa ini. Keduanya tetap melaksanakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W.
Perbedaan penentuan tanggal 1 Safar 1448 Hijriah antara Muhammadiyah dan NU juga menunjukkan bahwa kedua organisasi ini memiliki cara perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan NU dan pemerintah memiliki cara perhitungan sendiri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam menjalankan ibadah puasa Ayyamul Bidh, umat muslim diharapkan dapat memahami dan mengamalkan sunnah Rasulullah S.A.W. dengan baik. Meskipun terdapat perbedaan tanggal pelaksanaan, namun semangat dan niat untuk melaksanakan puasa sunnah ini tetap sama. Kedepannya, diharapkan umat muslim dapat terus menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, serta meningkatkan pemahaman dan pengamalan terhadap sunnah-sunnah Rasulullah S.A.W.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/tribun-medan-wiki/1803558/jadwal-puasa-ayyamul-bidh-juli-2026-di-bulan-safar-versi-muhammadiyah-dan-nu, without altering the facts of the original article.