Jantung Berhenti Sesaat Lalu Berdetak Kuat Ini Penjelasan Dokter
Detak jantung yang terasa berhenti sebelumnya sebenarnya bukanlah hal yang aneh, tetapi sebenarnya merupakan gejala aritmia PVC (Premature Ventricular Contraction) atau irama prematur. Menurut Spesialis Penyakit Dalam dengan subspesialisasi Kardiovaskular, dr Simon Salim, SpPD-KKV dari Brawijaya Hospital, kondisi ini terjadi karena detak jantung yang lebih prematur, lebih dini, dan munculnya lebih duluan. Hal ini menyebabkan pause atau berhentinya detak jantung sebelumnya.
Kronologi Fakta Aritmia PVC
Menurut dr Simon, detak jantung yang lebih prematur ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk atlet dan skuad nasional. “Karena dia datangnya lebih dulu, dari detak jantung yang reguler ada satu yang datangnya lebih awal. Karena dia datang lebih awal, otomatis dia jadi skip yang (detakan) berikutnya,” sambungnya. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan khawatir akan kesehatan jantung.
Detak jantung yang lebih prematur ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, obesitas, atau memiliki gaya hidup tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada irama jantung yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Mengapa Aritmia PVC Terjadi?
Aritmia PVC terjadi karena beberapa alasan, termasuk gangguan pada sistem saraf jantung, perubahan pada irama jantung, atau efek sampingan dari obat-obatan. Menurut dr Simon, aritmia PVC dapat terjadi karena detak jantung yang lebih prematur, lebih dini, dan munculnya lebih duluan. Hal ini dapat menyebabkan pause atau berhentinya detak jantung sebelumnya.
Detak jantung yang lebih prematur ini dapat mempengaruhi kesehatan, terutama jika frekuensi detak jantung yang lebih prematur lebih dari 3-5 kali per menit. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti perasaan tidak nyaman, palpitasi, atau bahkan serangan jantung.
Dampak Aritmia PVC
Aritmia PVC dapat mempengaruhi kesehatan, terutama jika frekuensi detak jantung yang lebih prematur lebih dari 3-5 kali per menit. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti perasaan tidak nyaman, palpitasi, atau bahkan serangan jantung. Jika tidak ditangani dengan baik, aritmia PVC dapat menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, stroke, atau bahkan kematian.
Detak jantung yang lebih prematur ini dapat mempengaruhi kinerja atlet dan skuad nasional, terutama jika mereka memiliki riwayat penyakit jantung atau memiliki gaya hidup tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada irama jantung yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Penutup
Detak jantung yang lebih prematur ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk atlet dan skuad nasional. Jika Anda mengalami gejala seperti perasaan tidak nyaman, palpitasi, atau bahkan serangan jantung, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan paling minimal EKG yang 24 jam dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab penyakit dan memberikan penanganan yang tepat.
Demikian informasi tentang aritmia PVC, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8612714/pernah-merasa-jantung-berhenti-sesaat-lalu-berdetak-kuat-ini-kata-dokter, without altering the facts of the original article.