Kepengurusan Rabithah Thaliban Aceh Cabang Pidie Resmi Dilantik, Ini Harapan Ketua

  • 13 Juli 2026

Pengurus Cabang (PC) Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Pidie periode 2024–2028 telah resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hotel Safira, Kota Sigli, Minggu (12/07/2026). Ketua RTA Pidie dipercayakan kepada Tgk Dzulfitri, Sekretaris Muhammad Nuzul Akbar, dan Bendahara Muhammad Hakiki. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program kaderisasi, penguatan kapasitas santri, dan perluasan gerakan dakwah yang mampu menjawab tantangan perubahan sosial sekaligus memperkuat peran dayah dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Momen Pelantikan Pengurus Baru

Pelantikan Pengurus Cabang Rabithah Thaliban Aceh Kabupaten Pidie periode 2024–2028 dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong. Dalam prosesi tersebut, Miswar Ibrahim Njong menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi santri dan ulama muda dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, santri dan tengku dayah dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan tradisi keilmuan yang menjadi karakter utama dayah. “Santri harus tetap kokoh menjaga nilai-nilai Islam, tetapi pada saat yang sama juga harus adaptif terhadap perubahan masyarakat. Perubahan sosial berjalan begitu cepat. Cara masyarakat belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi telah berubah. Karena itu, pendekatan dakwah juga harus terus berkembang agar tetap relevan dengan kebutuhan umat,” ujarnya.

Tantangan Dakwah di Era Modern

Miswar Ibrahim Njong menjelaskan bahwa tantangan dakwah saat ini tidak lagi terbatas pada mimbar-mimbar pengajian di masjid atau dayah. Ruang dakwah telah meluas ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, media digital, ruang-ruang komunitas, lingkungan birokrasi, dunia usaha, hingga berbagai platform media sosial yang setiap hari membentuk cara berpikir masyarakat.

“Santri harus hadir di mana masyarakat berada. Dan memperjuangkan kesulitan-kesulitan hidup bersama masyarakat. Dakwah tidak cukup menunggu masyarakat datang ke dayah, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat di ruang-ruang baru tempat mereka hidup, bekerja, berdiskusi, dan membangun masa depan,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pelantikan pengurus baru RTA Pidie diharapkan dapat memperkuat peran dayah dalam kehidupan masyarakat Aceh. Dengan demikian, RTA dapat terus memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi ulama muda yang tidak hanya melahirkan generasi berilmu, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Menutup sambutannya, Ketua Umum PB RTA berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjaga kekompakan dan soliditas organisasi, memperkuat budaya musyawarah, serta memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang telah diamanahkan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemimpinnya, tetapi juga oleh loyalitas, kerja sama, dan semangat kolektif seluruh pengurus dalam menggerakkan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kepengurusan Rabithah Thaliban Aceh Cabang Pidie yang baru dilantik diharapkan dapat menjawab tantangan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Dengan penguatan kapasitas santri dan perluasan gerakan dakwah, RTA Pidie dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam kehidupan masyarakat Aceh ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1033777/pengurus-rabithah-thaliban-aceh-cabang-pidie-dilantik, without altering the facts of the original article.